Kapolri minta seni dan budaya pencak silat harus dijaga
Minggu, 9 Oktober 2022 12:53 WIB
Jenderal Polisi Listyo S Prabowo menghadiri kegiatan Tradisi Keceran dalam rangka memperingati Milad Ke-70 Kesenian Tari Tjimande Kolot Kebon Djeruk Hilir, di Senayan, Sabtu (8/10) malam ANTARA/HO-Humas Mabes Polri
Jakarta (ANTARA) - Kepala Polri, Jenderal Polisi Listyo S Prabowo, mengatakan, seni dan budaya yang ditampilkan dalam pencak silat --termasuk debus-- merupakan salah satu aset bangsa yang harus terus dijaga, dipertahankan dan dikembangkan.
"Saya selaku Dewan Pembina Pembina Kesti TTKKDH mendukung dan terus mendorong mengembangkan seni pencak silat, budaya, dan debus di Banten," kata dia, melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.
Ia katakan itu saat menghadiri kegiatan Tradisi Keceran dalam rangka memperingati HUT ke-70 Kesenian Tari Tjimande Kolot Kebon Djeruk Hilir di Senayan, Sabtu malam (8/10).
Mantan kepala Polda Banten itu berharap kesenian dan kebudayaan setempat dapat terus dikenal dan dilestarikan oleh masyarakat. Sehingga, tidak hanya dikenal di dalam negeri namun juga di seluruh dunia.
Dengan dikenalnya kesenian dan kebudayaan lokal, hal itu akan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan mancanegara untuk berkunjung atau mengenal lebih dekat salah satu aset yang dimiliki bangsa Indonesia.
"Ini menjadi bagian seni dan budaya yang bisa kita tunjukkan ke dunia internasional, dan menjadi salah satu potensi yang tentunya akan menjadi daya tari wisatawan," kata dia.
"Saya selaku Dewan Pembina Pembina Kesti TTKKDH mendukung dan terus mendorong mengembangkan seni pencak silat, budaya, dan debus di Banten," kata dia, melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.
Ia katakan itu saat menghadiri kegiatan Tradisi Keceran dalam rangka memperingati HUT ke-70 Kesenian Tari Tjimande Kolot Kebon Djeruk Hilir di Senayan, Sabtu malam (8/10).
Mantan kepala Polda Banten itu berharap kesenian dan kebudayaan setempat dapat terus dikenal dan dilestarikan oleh masyarakat. Sehingga, tidak hanya dikenal di dalam negeri namun juga di seluruh dunia.
Dengan dikenalnya kesenian dan kebudayaan lokal, hal itu akan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan mancanegara untuk berkunjung atau mengenal lebih dekat salah satu aset yang dimiliki bangsa Indonesia.
"Ini menjadi bagian seni dan budaya yang bisa kita tunjukkan ke dunia internasional, dan menjadi salah satu potensi yang tentunya akan menjadi daya tari wisatawan," kata dia.
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPD IKA Unand Jabodetabek gelar bazar amal dan pentas seni, kumpulkan donasi Rp100 juta
09 February 2026 11:03 WIB
TVRI kembangkan bakat seni siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 4 Padang
04 December 2025 19:33 WIB
Festival panggung seni pelajar tampilkan karya pertunjukan dari 10 sekolah
15 November 2025 8:39 WIB
Dosen Fikes Unbrah gelar Gencat Seni guna cegah stunting sejak remaja di SMAN 13 Padang
14 November 2025 11:43 WIB
Rutan Lubuk Sikaping jalin sinergi dengan komunitas seni suaro talago Pasaman
30 September 2025 15:28 WIB
Wawako Maigus Nasir buka Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah ke-X Tingkat Kota Padang
21 September 2025 19:56 WIB
Hari kedua Ganggam Tari Kontemporer tampilkan tiga karya koreografer perempuan muda Sumbar
08 September 2025 10:55 WIB
Festival permainan tradisional edukasi pelajar Sawahlunto hadapi kecanduan gadget
02 September 2025 16:03 WIB