Program BNI konversi sampah jadi tabungan akan dimulai dari Padang Panjang
Selasa, 30 Agustus 2022 22:32 WIB
Wako Fadly Amran dan kepala Kantor Cabang BNI Bukittinggi Zulfebriansyah, membahas gerakan program BNI konversi sampah jadi tabungan akan dimulai dari Padang Panjang. (ANTARA/HO-Diskominfo)
Padang Panjang (ANTARA) - Wali Kota, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano mendukung penuh gerakan “Ayo Menabung dengan Sampah” yang merupakan program dari Bank Negara Indonesia (BNI) untuk mendukung konversi sampah jadi tabungan, yang untuk Sumatera Barat akan dimulai dari Kota Padang Panjang.
“Pemerintah Kota mendukung dan men-support sekali gerakan ini yang direncanakan dimulai pada lingkungan pendidikan di Kota Padang Panjang,” ungkap Wako Fadly saat menerima kunjungan rombongan Cabang BNI Kota Bukittinggi di ruang kerjanya, Selasa.
Fadly mengungkapkan, dengan dimulainya gerakan ini di tingkat pendidikan, dapat merangsang para siswa-siswi untuk gemar menabung.
Di samping itu ini sebagai langkah baik untuk mengatasi permasalahan sampah khususnya di Kota Padang Panjang.
“Ini gerakan yang baik sekali, karena selain dapat mengatasi permasalahan sampah, melalui kegiatan ini siswa-siswi dapat menikmati nilai ekonomis dari kebiasaan serta kemandirian dalam menabung,” ujarnya.
Fadly meminta kepada dinas terkait untuk dapat mem-follow up kegiatan ini hingga diluncurkan secara formal dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat khususnya siswa-siswi.
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BNI Bukittinggi, Zulfebriansyah, S.E, S.H, M.M menjelaskan, kegiatan “Ayo Menabung dengan Sampah” merupakan gerakan nasional yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dalam mengelola lingkungan yang bersih, rapi dan sehat.
Sekaligus mengubah paradigma masyarakat agar memandang sampah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis.
“Edukasi ini juga ditujukan untuk membentuk budaya menabung di tengah-tengah masyarakat melalui media Agen46 BNI yang menjadi perpanjangan tangan BNI dalam memberikan layanan perbankan di kawasan-kawasan yang memiliki akses terbatas ke perbankan. Nanti mereka ini akan ditempatkan di sekolah-sekolah yang ada di Kota Padang Panjang,” katanya.
Zulfebriansyah mengungkapkan, program ini digelar untuk menunjukkan komitmen BNI dalam berkontribusi terhadap lingkungan sekitar dengan menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup.
“Program ini diharapkan menjadi pondasi bagi ekosistem positif di lingkungan pendidikan yang memahami pentingnya pengelolaan sampah, dengan tiga nilai tambah yang didapat dari kolaborasi BNI dan Bank Sampah, yaitu Collect, Save and Earn,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Staf Ahli, Zulkifli, S.H, Kadis Perkim LH, Alvi Sena, M.T dan Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud, Muji Sirwanto, M.Pd.
“Pemerintah Kota mendukung dan men-support sekali gerakan ini yang direncanakan dimulai pada lingkungan pendidikan di Kota Padang Panjang,” ungkap Wako Fadly saat menerima kunjungan rombongan Cabang BNI Kota Bukittinggi di ruang kerjanya, Selasa.
Fadly mengungkapkan, dengan dimulainya gerakan ini di tingkat pendidikan, dapat merangsang para siswa-siswi untuk gemar menabung.
Di samping itu ini sebagai langkah baik untuk mengatasi permasalahan sampah khususnya di Kota Padang Panjang.
“Ini gerakan yang baik sekali, karena selain dapat mengatasi permasalahan sampah, melalui kegiatan ini siswa-siswi dapat menikmati nilai ekonomis dari kebiasaan serta kemandirian dalam menabung,” ujarnya.
Fadly meminta kepada dinas terkait untuk dapat mem-follow up kegiatan ini hingga diluncurkan secara formal dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat khususnya siswa-siswi.
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BNI Bukittinggi, Zulfebriansyah, S.E, S.H, M.M menjelaskan, kegiatan “Ayo Menabung dengan Sampah” merupakan gerakan nasional yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dalam mengelola lingkungan yang bersih, rapi dan sehat.
Sekaligus mengubah paradigma masyarakat agar memandang sampah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis.
“Edukasi ini juga ditujukan untuk membentuk budaya menabung di tengah-tengah masyarakat melalui media Agen46 BNI yang menjadi perpanjangan tangan BNI dalam memberikan layanan perbankan di kawasan-kawasan yang memiliki akses terbatas ke perbankan. Nanti mereka ini akan ditempatkan di sekolah-sekolah yang ada di Kota Padang Panjang,” katanya.
Zulfebriansyah mengungkapkan, program ini digelar untuk menunjukkan komitmen BNI dalam berkontribusi terhadap lingkungan sekitar dengan menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup.
“Program ini diharapkan menjadi pondasi bagi ekosistem positif di lingkungan pendidikan yang memahami pentingnya pengelolaan sampah, dengan tiga nilai tambah yang didapat dari kolaborasi BNI dan Bank Sampah, yaitu Collect, Save and Earn,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Staf Ahli, Zulkifli, S.H, Kadis Perkim LH, Alvi Sena, M.T dan Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud, Muji Sirwanto, M.Pd.
Pewarta : Rls-KPP
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wako Fadly Amran : Pemerintah salurkan Rp4,53 miliar untuk bantu rumah rusak ringan dan sedang akibat bencana di Padang
10 jam lalu
Perpusda Kota Padang resmi beroperasi, Wako Fadly Amran : Komitmen daerah perkuat literasi masyarakat
12 February 2026 15:10 WIB
Berdayakan pelaku usaha lokal, Pemkot Padang berkomitmen gunakan produk dalam negeri
12 February 2026 15:01 WIB
Menuju Kota Gastronomi, Wako Fadly Amran : Subsektor kuliner jadi lokomotif kreatif Padang
09 February 2026 17:27 WIB
Wako Fadly Amran : Rakornas FKUB strategis untuk perkuat sinergi dan harmonisasi dalam kemajemukan
04 February 2026 19:18 WIB
Narasumber DPMK-TFI, Wako Fadly Amran sampaikan pentingnya pengalaman berorganisasi bagi generasi muda
04 February 2026 17:10 WIB
Padang berkomitmen jadi kota pertama di Indonesia tergabung dalam UCCN bidang gastronomi
31 January 2026 18:23 WIB
Pemkot Padang dukung penuh langkah pemerintah pusat untuk percepatan normalisasi sungai pascabencana
29 January 2026 19:15 WIB
Wako Fadly Amran bahas revitalisasi Batang Arau menggunakan teknologi MBBR dengan KLH
28 January 2026 17:04 WIB