Painan (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan penetapan wisata Mandeh Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat menjadi lokasi kegiatan Bulan Cinta Laut (BCL) sekaligus sebagai promosi destinasi itu.
Asisten Khusus KKP Doni Ismanto Darwin mengungkapkan Mandeh punya keindahan alam bahari yang tak kalah dengan daerah lain dan juga tercatat sebagai salah satu ikon wisata Ranah Minang, sehingga harus dipromosikan secara masif.
"Bahkan Mandeh menjadi kawasan strategis wisata nasional, dengan alam bahari yang memukau," ungkapnya saat silaturahmi dengan Bupati Rusma Yul Anwar di Painan.
Kedatangannya turut didampingi sejumlah pejabat dan staf KKP. Selain itu silaturahmi juga dihadiri Sekda Mawardi Roska, Asisten II Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Yozki Wandri.
Kepala Bappeda Hadi Susilo, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Firdaus, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Dailipal, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Suhendri dan Kabag Humas Vorzil.
Pada kesempatan itu ia juga menyerahkan kaos seragam pelaksanaan BLC di Mandeh dan buku pelestarian terumbu karang dari KKP sebagai cenderamata pada Bupati Rusma Yul Anwar.
Doni melanjutkan BCL bukan hanya sekedar ajang promosi destinasi wisata, tapi lebih dari itu di dalamnya terkandung pesan pelestarian alam bahari yang sejatinya merupakan tanggung jawab semua pihak, termasuk masyarakat sekitarnya.
Karena itu menurutnya wisatawan yang datang ke Mandeh diharapkan wisatawan yang berkelas. Artinya mereka tidak hanya sekedar menikmati pesonanya semata, namun sekaligus turut menjaga kelestarian alam sekitarnya.
"Bukan mereka yang datang mau merusak lingkungan, apalagi jika tidak berbelanja di sana," tuturnya.
Dirinya atas nama KKP juga mengucapkan terima kasih pada Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dan semua pihak, utamanya masyarakat sekitar yang ikut membantu terlaksananya BCL kali ini di Mandeh.
Sementara Bupati Rusma Yul Anwar mengatakan pemerintah kabupaten menyambut baik BCL yang digelar di KKP, karena dinilai sebagai bagian dari promosi Mandeh.
"Kegiatan ini tentu sejalan dengan promosi pariwisata besar-besaran yang kini tengah dilakukan pemerintah kabupaten," ungkap bupati.
Apalagi sejak diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2015 hingga pesona Mandeh hingga kini terus jadi perbincangan banyak orang, bahkan presiden menyatakannya sebagai salah satu 'kepingan surga yang jatuh ke bumi.'
Kawasan wisata yang berada di salah satu teluk di pantai Barat Sumatera itu memiliki keunikan tersendiri dibandingkan destinasi sejenisnya. Ia berada di teluk dengan riak yang sangat tenang, sehingga berasa ada di danau.
Keunikan lainnya adalah birunya lautan Mandeh bak dua sejoli dengan sejuknya aliran air Sungai Gemuruh yang berasal jajaran bukit Barisan. Berdampingan, bahu membahu bagi kelangsungan hidup warga di sekitarnya.
Gugusan pulau-pulau kecil dengan pasir putih di sekitarnya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Bak punggawa yang senantiasa menjaga setiap jengkal tanah dan lautan Mandeh.
"Ada bermacam ungkapan lainnya, karena banyak yang takjub dengan keelokan alam Mandeh. Itu tentu point tersendiri baginya," terang bupati.
Menurut bupati kegiatan KKP tidak hanya berdampak terhadap popularitas KWBT Mandeh, tapi juga memiliki efek positif pada perekonomian daerah, utamanya bagi masyarakat yang ada di sekitarnya.
Seluruh penginapan di sekitar kawasan Mandeh penuh. Begitu juga dengan usaha kuliner yang terkonfirmasi banjir pesanan, sehingga turut mempercepat bangkitnya ekonomi Pesisir Selatan usai pandemi COVID-19.
Geliat pariwisata tidak hanya berdampak secara sektoral, tapi juga dianggap mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi lainnya seperti misalnya perhotelan, restoran dan perdagangan.
Karena memang, ulas bupati, pemerintah secara nasional telah menjadikan sektor pariwisata sebagai motor utama penggerak pemulihan ekonomi pasca serangan virus yang bermula dari Provinsi Wuhan, China itu.
"Bahkan Pesisir Selatan menyiapkan sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan utama ekonomi daerah menggantikan sektor primer," ujar bupati.
Bupati meyakini kegiatan BCL di Mandeh dapat meminimalisir perusakan terumbu karang. Dengan terumbu karang yang terjaga, otomatis meningkatkan animo wisatawan untuk berkunjung.
Dirinya meminta agar masyarakat yang berada di sepanjang pesisir pantai daerah itu menjaga kelestarian ekosistem laut, sehingga bermanfaat bagi kesejahteraan bersama.