London, (ANTARA/AFP) - Roger Federer memastikan tempat di semifinal ATP Tur Final pada Kamis, saat sang juara bertahan menang 6-4, 7-6 (7/5) atas petenis Spanyol David Ferrer di 02 Arena London. Federer hanya memerlukan dua set untuk menundukkan petenis unggulan keempat itu untuk mengunci tiket semifinalnya dengan satu pertandingan Grup B yang belum dimainkan, dan ia mencapainya meski penampilannya tidak terlalu bagus di mana ia melakukan 39 kesalahan. Ketika Federer tidak menampilkan kemampuan terbaiknya, petenis peringkat kedua dunia itu memperlihatkan bahwa bakat besarnya mampu membuat ia meraih poin-poin besar, saat petenis 31 tahun ini memperpanjang catatan kemenangan di Tur Final menjadi 12 pertandingan. Selain mengamankan tiket semifinal, Federer juga menorehkan rekor pribadi yakni meraih kemenangan ke-70nya pada tahun ini - untuk pertama kalinya ia mampu mencapai hal ini sejak ia berada di puncak permainan terbaiknya pada 2006. Ini merupakan cerita yang akrab dengan Ferrer, yang sekarang kalah dari 14 pertemuannya dengan Federer, dan petenis Spanyol itu akan memerlukan kemenangan atas Janko Tipsarevic di pertandingan terakhirnya pada Sabtu untuk memiliki peluang lolos ke semifinal. Sebelum pertandingan ini Ferrer hanya memenangi tiga dari 30 set pertandingan melawan Federer, dan meski dirinya memiliki laju 11 pertandingan tidak terkalahkan yang membuat dirinya meraih gelar di Valencia Terbuka dan Paris Masters, petenis 30 tahun ini kembali inferior saat kembali menghadapi pria Swiss itu. Mendapatkan peluang emas untuk mengamankan break pada gim pertama, Ferrer tidak mampu mengonversinya saat Federer tiga kali selamat dari ancaman. Ketika Ferrer masih menyesali kegagalannya memanfaatkan peluang, Federer bangkit untuk menekan petenis Spanyol itu sehingga melakukan kesalahan krusial, dan pukulan backhandnya melambung terlalu jauh, untuk break pada skor 2-0. Ini merupakan pertandingan ke-12 Ferrer dalam 16 hari dan ia dapat dimaafkan jika mengibarkan bendera putih ketika beberapa peluang untuk melakukan break gagal dimanfaatkan sepanjang maraton di gim ketiga. Namun Ferrer menolak menyerah dan mendapat dua break point lagi saat bintang Swiss tersebut melakukan serve berikutnya, dan akhirnya mengonversi satu break pada percobaan kedelapan ketika pukulan backhand Federer melebar. Namun, meski kesulitan pada serve pertamanya, Federer masih mampu mengatasi permainan Ferrer dan mengambil set ini dari lawannya tersebut untuk unggul 5-4. Ledakan permainan brilian Federer diikuti oleh pukulan-pukulan bagus lainnya, dan ia harus mencegah dua break point pada gim pertama set kedua. Ferrer masih memberi kesulitan pada Federer, yang melakukan beberapa kesalahan, dan set ini harus dituntaskan melalui tie break. Bagaimanapun, Federer, yang tampil tidak konsisten, akhirnya mampu menundukkan Ferrer dengan pukulan forehand brilian untuk memastikan kemenangannya. (*/sun)