Para Tuo Silek di Sumbar akan bermusyawarah di Payakumbuh
Sabtu, 4 Juni 2022 13:34 WIB
Ketua DPRD Sumbar Supardi didampingi Kepala Dinas Kota Payakumbuh Desmon Korina, Kepala UPTD Taman Budaya Hendri Fauzan, dan Kasi Pameran dan Perunjukan UPTD Taman Budaya Sumbar Sexri Budiman. (Antara/Akmal Saputra)
Payakumbuh (ANTARA) - Para Tuo Silek (Guru Silat) yang ada di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) akan bertemu untuk melaksanakan musyawarah yang diharapkan dapat merumuskan strategi untuk membuat silek kembali banyak diminati masyarakat khususnya generasi muda.
Ketua DPRD Sumbar Supardi di Payakumbuh, Jumat Malam mengatakan bahwa saat ini generasi muda di Sumbar cenderung lebih menyukai seni budaya dan beladiri dari luar negeri.
"Padahal silek ini merupakan kebanggaan dari kita di Ranah Minang. Silek ini telah dinyatakan bahwa asal usulnya berasal dari Minang, namun sekarang silek sudah tertinggal," kata dia.
Hal tersebut disampaikannya saat pelaksanaan press rilis pelaksanaan kegiatan Musyawarah Tuo Silek yang difasilitasi oleh UPTD Taman Budaya Sumbar pada 4 sampai 6 Juni 2022 di Kampung Adat Balai Kaliki, Kota Payakumbuh.
Hadir dalam kesempatan itu Kasi Pameran dan Pertunjukan UPTD Taman Budaya Sumbar Sexri Budiman, dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Payakumbuh Desmon Korina.
Bahkan, sambung dia, salah satu hal yang mengecewakan adalah ketika pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional 2021 di Papua yang pada saat ini Silat Sumbar tidak masuk dalam 10 besar peraih medali.
"Ini tidak akan terjadi ketika para pesilat kita memiliki dasar silek tuo tradisi. Oleh sebab itu kita harus membuat silek tuo ini diminati oleh masyarakat khususnya generasi muda kita," ujarnya.
Supardi yang juga merupakan Ketua IPSI Sumbar ini mengatakan bahwa silek tidak hanya sebagai bela diri namun juga menjadi sarana pembentuk karakter bagi masyarakat Minang.
"Salah satu tujuan musyawarah ini ialah merumuskan strategi untuk meletakkan kembali silek sebagai the way of life, sebagai pandangan hidup bagi masyarakat minang di ranah dan di rantau, khususnya kaum muda," ungkapnya.
Ia mengatakan maksud merekrut kembali para tuo silek karena mereka adalah orang-orang yang punya komitmen memelihara dan mengembangkan sileknya. Sasarannya yakni upaya pelestarian surau tempatnya mengajarkan silek kepada generasi penerus.
“Kesimpulannya, ke depan kita akan menginventarisir tuo-tuo silek di Sumatera Barat. Musyawarah ini diharapkan dapat melahirkan rekomendasi, baik dalam literasi berbentuk buku maupun digital," katanya.
Sementara itu, Kepala UPTD Taman Budaya Hendri Fauzan mengatakan pada kegiatan musyawarah kali ini akan hadir 60 Para Tuo Silek dari berbagai daerah di Sumbar.
Setelah Musyawarah Tuo Silek, Taman Budaya Provinsi Sumatera Barat juga akan menggelar Galanggang Silek Tradisi di Agama Jua Cafe, Payakumbuh, pada 11 sampai 13 Juni 2022.
"Iven ini akan diisi oleh beberapa sasaran silek tradisi dengan aliran masing-masing, serta berbagai seni pertunjukan yang berhubungan
Ketua DPRD Sumbar Supardi di Payakumbuh, Jumat Malam mengatakan bahwa saat ini generasi muda di Sumbar cenderung lebih menyukai seni budaya dan beladiri dari luar negeri.
"Padahal silek ini merupakan kebanggaan dari kita di Ranah Minang. Silek ini telah dinyatakan bahwa asal usulnya berasal dari Minang, namun sekarang silek sudah tertinggal," kata dia.
Hal tersebut disampaikannya saat pelaksanaan press rilis pelaksanaan kegiatan Musyawarah Tuo Silek yang difasilitasi oleh UPTD Taman Budaya Sumbar pada 4 sampai 6 Juni 2022 di Kampung Adat Balai Kaliki, Kota Payakumbuh.
Hadir dalam kesempatan itu Kasi Pameran dan Pertunjukan UPTD Taman Budaya Sumbar Sexri Budiman, dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Payakumbuh Desmon Korina.
Bahkan, sambung dia, salah satu hal yang mengecewakan adalah ketika pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional 2021 di Papua yang pada saat ini Silat Sumbar tidak masuk dalam 10 besar peraih medali.
"Ini tidak akan terjadi ketika para pesilat kita memiliki dasar silek tuo tradisi. Oleh sebab itu kita harus membuat silek tuo ini diminati oleh masyarakat khususnya generasi muda kita," ujarnya.
Supardi yang juga merupakan Ketua IPSI Sumbar ini mengatakan bahwa silek tidak hanya sebagai bela diri namun juga menjadi sarana pembentuk karakter bagi masyarakat Minang.
"Salah satu tujuan musyawarah ini ialah merumuskan strategi untuk meletakkan kembali silek sebagai the way of life, sebagai pandangan hidup bagi masyarakat minang di ranah dan di rantau, khususnya kaum muda," ungkapnya.
Ia mengatakan maksud merekrut kembali para tuo silek karena mereka adalah orang-orang yang punya komitmen memelihara dan mengembangkan sileknya. Sasarannya yakni upaya pelestarian surau tempatnya mengajarkan silek kepada generasi penerus.
“Kesimpulannya, ke depan kita akan menginventarisir tuo-tuo silek di Sumatera Barat. Musyawarah ini diharapkan dapat melahirkan rekomendasi, baik dalam literasi berbentuk buku maupun digital," katanya.
Sementara itu, Kepala UPTD Taman Budaya Hendri Fauzan mengatakan pada kegiatan musyawarah kali ini akan hadir 60 Para Tuo Silek dari berbagai daerah di Sumbar.
Setelah Musyawarah Tuo Silek, Taman Budaya Provinsi Sumatera Barat juga akan menggelar Galanggang Silek Tradisi di Agama Jua Cafe, Payakumbuh, pada 11 sampai 13 Juni 2022.
"Iven ini akan diisi oleh beberapa sasaran silek tradisi dengan aliran masing-masing, serta berbagai seni pertunjukan yang berhubungan
Pewarta : Akmal Saputra
Editor : Ikhwan Wahyudi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PLN UP3 Payakumbuh intensifkan sosialisasi promotambah daya melalui kegiatan Car Free Day di dua wilayah
28 April 2026 4:39 WIB
TP-PKK Payakumbuh: Hari Kartini momentum ambil langkah konkrit peningkatan ekonomi keluarga
22 April 2026 13:20 WIB
Maknai Idul Fitri 1447 H, YBM PLN UP3 Payakumbuh salurkan bantuan Rp32 juta untuk TPQ Istiqlal
30 March 2026 17:25 WIB
Gubernur Mahyeldi iktikaf bersama warga dan serahkan bantuan untuk Masjid Baiturrahim Payakumbuh
26 February 2026 12:10 WIB
Sinergi hadapi bencana dan dongkrak ekonomi, Pemprov Sumbar gelar rakor bersama Pemko Payakumbuh
26 February 2026 8:12 WIB
Wagub Vasko Salurkan Bantuan Bedah Rumah di Kelurahan Taratak Padang Kampuang Kota Payakumbuh
21 February 2026 11:47 WIB
PCNU Kota Payakumbuh salurkan bantuan untuk korban bencana di Nagari Baruah Gunung
29 December 2025 11:28 WIB