Dinkes Agam awasi pasar pabukoan selama Ramadhan cegah diare
Jumat, 8 April 2022 16:17 WIB
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Agam Tri Pipo. (Antarasumbar/Yusrizal)
Lubukbasung (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Sumatera Barat menurunkan tim untuk melakukan pengawasan makanan pabukoan yang dijual warga selama Ramadhan 1443 Hijriyah dalam mengantisipasi penyakit diare.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Agam Tri Pipo di Lubukbasung, Jumat, mengatakan tim melakukan pemeriksaan pabukoan yang dijual pedagang dari zat berbahaya berupa borak dan formalin.
"Tim melakukan pemeriksaan ke pasar pabukoan dengan melibatkan Laboratorium Makanan provinsi. Tim memeriksa sampel makanan apakah ada bahan tambahan berupa borak dan formalin," katanya.
Ia mengatakan, apabila ditemukan maka tim bakal memberitahukan kepada pedagang agar tidak menjual dagangan itu.
Setiap tahun, tambahnya, Dinkes Agam menemukan makanan yang dijual pedagang mengandung zat berbahaya itu.
"Hampir setiap tahun makanan mengandung zat berbahaya itu kita temukan," katanya.
Ia mengakui, makanan mengandung borak dan formalin itu menyebabkan orang mengidap diare apabila memakan makanan itu.
Penyakit itu harus diwaspadai masyarakat selama Ramadhan ini, karena bisa menular ke orang lain.
"Apabila diare dalam kondisi luar biasa (KLB), maka kami akan melacak dan mengambil sampel makanan," katanya.
Selain diare, penyakit demam dan Ispa juga diwaspadai selama Ramadhan, karena faktor cuaca dan kurang istirahat.
Untuk menyikapi penyakit itu, Dinkes Agam telah menyiagakan 23 Puskesmas selama 24 jam dan mempunyai pelayanan darurat.
"Kalau tidak mampu Puskesmas, maka bakal di rujuk ke rumah sakit," katanya.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Agam Tri Pipo di Lubukbasung, Jumat, mengatakan tim melakukan pemeriksaan pabukoan yang dijual pedagang dari zat berbahaya berupa borak dan formalin.
"Tim melakukan pemeriksaan ke pasar pabukoan dengan melibatkan Laboratorium Makanan provinsi. Tim memeriksa sampel makanan apakah ada bahan tambahan berupa borak dan formalin," katanya.
Ia mengatakan, apabila ditemukan maka tim bakal memberitahukan kepada pedagang agar tidak menjual dagangan itu.
Setiap tahun, tambahnya, Dinkes Agam menemukan makanan yang dijual pedagang mengandung zat berbahaya itu.
"Hampir setiap tahun makanan mengandung zat berbahaya itu kita temukan," katanya.
Ia mengakui, makanan mengandung borak dan formalin itu menyebabkan orang mengidap diare apabila memakan makanan itu.
Penyakit itu harus diwaspadai masyarakat selama Ramadhan ini, karena bisa menular ke orang lain.
"Apabila diare dalam kondisi luar biasa (KLB), maka kami akan melacak dan mengambil sampel makanan," katanya.
Selain diare, penyakit demam dan Ispa juga diwaspadai selama Ramadhan, karena faktor cuaca dan kurang istirahat.
Untuk menyikapi penyakit itu, Dinkes Agam telah menyiagakan 23 Puskesmas selama 24 jam dan mempunyai pelayanan darurat.
"Kalau tidak mampu Puskesmas, maka bakal di rujuk ke rumah sakit," katanya.
Pewarta : Yusrizal
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Agam kerahkan dua alat berat bersihkan material longsor timbun jalan
12 February 2026 12:01 WIB
Terpopuler - Sosial
Lihat Juga
Kemensos salurkan bansos penanganan pascabencana dan bansos reguler untuk Aceh, Sumut dan Sumbar
31 January 2026 10:59 WIB
Penyaluan bansos tahap pertama tetap melalui bank Himbara dan Pos Indonesia
23 January 2026 23:24 WIB
Sambut Ramadhan, Elnusa Petrofin Berbagi Energi Kebahagiaan dengan Anak Yatim Piatu & Dhuafa di Seluruh Indonesia
06 March 2025 15:10 WIB
Luhut tekankan perlunya pengoptimalan digitalisasi untuk penyaluran bansos
08 February 2025 14:27 WIB, 2025