BMKG minta masyarakat waspadai potensi gempa besar pasca-gempa Mentawai
Tim SAR Tempur dari Batalyon 467 Korps Pasukan Khas TNI-AU memindahkan alat-alat dari pesawat CN-295 untuk persiapan simulasi Mentawai Megathrust, di Lanud Tabing, Padang, Sumbar, Minggu (16/3). Simulasi Evakuasi Mentawai Megathrust Direx 2014 akan digelar hingga 23 Maret sebagai persiapan latihan bersama penanggulangan bencana dalam konteks sipil militer yang melibatkan kementerian/ lembaga/ organisasi terkait serta 18 negara-negara anggota yang tergabung dalam KTT Asia Timur, 2013-2014. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/ss/ama/14
"Kita patut meningkatkan kewaspadaan terkait kejadian gempa pagi ini mengingat zona ini merupakan “seismic gap” yang sudah lebih dari 200 tahun. Apakah ini gempa pembuka atau bukan hal ini masih sulit diprediksi," katanya melalui siaran pers di Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan gempa besar terakhir di zona tersebut adalah gempa dahsyat berkekuatan sekitar 8,5 skala richter yang terjadi pada 10 Februari 1797 atau sudah 225 tahun yang lalu.
Baca juga: BMKG belum terima laporan kerusakan akibat gempa magnitudo 6,7 di Kepulauan Mentawai
Ditambahkannya bahwa pada saat terjadinya gempa tersebut, terjadi tsunami yang besar yang menerjang pantai dan pesisir Kota Padang.
"Sebagai catatan bahwa gempa dahsyat di Kepulauan Mentawai magnitudo 8,5 pada 10 Februari 1797 memicu tsunami di Mentawai, Sumatera Barat, yang menerjang pantai dan muara sungai hingga menggenangi pesisir Kota Padang," katanya.
Ia juga mengatakan musibah tsunami pada saat itu menelan banyak korban jiwa.
"Banyak rumah hanyut, bahkan kapal besar dapat terdorong 5,5 km ke daratan. Tsunami ini menewaskan lebih dari 300 orang," katanya.
Baca juga: Gempa magnitudo 6,9 yang mengguncang Nias Selatan akibat subduksi lempeng
Oleh karena itu pihaknya meminta jika terjadi gempa yang kuat, masyarakat di kawasan pesisir diminta untuk langsung melakukan evakuasi mandiri tanpa perlu menunggu adanya peringatan dini tsunami dari BMKG.
"Sebagai langkah antisipasi, kepada masyarakat pesisir, jika terjadi gempa yang lebih kuat, lakukan upaya evakuasi mandiri dengan cara menjauh dari pantai tanpa menunggu peringatan dini tsunami dari BMKG. Evakuasi mandiri adalah sebuah ikhtiar yang dapat menjamin keselamatan dari tsunami," demikian Daryono.
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Sumbar butuh skuadron SAR sebagai mitigasi bencana, legislator Sumbar paparkan alasannya
25 February 2026 20:56 WIB
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB