Parik Malintang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat mengupayakan meminimalisir lokasi blank spot internet yang luasnya hampir 25 persen dari daerah itu. 


"Kalau jaringan untuk menelepon hampir semua wilayah sudah bisa, cuma untuk internet ada titik yang blank spot. Kalau jalan agak satu sampai dua kilometer jaringan internet sudah ada lagi," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Padang Pariaman, Zahirman di Parik Malintang, Selasa. 


Ia mengatakan untuk mengatasi blank spot tersebut Pemkab Padang Pariaman akan mendorong vendor yang membangun menara telekomunikasi di daerah itu untuk mengarahkan atau menguatkan sinyal ke lokasi blank spot. 


Selain itu, Pemkab Padang Pariaman juga mengirimkan surat kepada Kementerian Kominfo untuk meminta program pembangunan manara telekomunikasi di kawasan terdepan, terpencil, dan tertinggal. 


"Kami tetap berusaha supaya pemerintah pusat melalui Kementerian Kominfo membangun menara di daerah blank spot itu," katanya.


Selain itu, lanjutnya pihaknya juga mendorong pemerintah nagari di Kabupaten Padang Pariaman untuk menyediakan layanan internet gratis untuk warga setempat. 


Ia menyampaikan dengan pemerintah nagari berlangganan internet maka dapat meminta pertanggungjawaban sosial kepada penyedia layanannya untuk menyediakan internet gratis untuk warga. 


"Sebenarnya kami sudah menyediakan internet gratis untuk warga yang dinamakan pojok WIFI tapi jumlahnya tidak banyak," ujarnya. 


Namun, lanjutnya layanan internet tersebut masih diutamakan di kawasan wisata dan terdapat banyak warga serta terjangkau oleh kabel optik dari penyedia layanan. 


Ia berharap nantinya tidak ada blank spot di Padang Pariaman sehingga warga di daerah itu dapat menikmati teknologi dan mengakses informasi dengan cepat. 


Apalagi saat ini internet menjadi salah satu kebutuhan karena sudah menjadi sarana kerja dan mempermudah aktifitas sosial serta ekonomi masyarakat.



 

Pewarta : Aadiaat M.S
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2024