NASA tunda peluncuran roket nirawak ke bulan
Kamis, 3 Februari 2022 10:46 WIB
Lokasi NASA akan menerbangkan roket Artemis 1 di Florida, AS. (REUTERS/THOM BAUR)
Jakarta (ANTARA) - Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, menunda setidaknya selama sebulan untuk peluncuran roket Artemis 1 ke bulan.
NASA, dikutip dari Reuters, Kamis, berencana meluncurkan roket nirawak tersebut bulan ini. Mereka belum memberikan tanggal terbaru peluncuran, namun, memastikan akan ada penerbangan sebelum bulan April.
Penundaan ini disebabkan kendala peluncuran roket Artemis 1, yang memiliki sistem kompleks. Pejabat NASA mengatakan tidak ada masalah teknis yang spesifik terkait roket tersebut.
Selain itu, kenaikan kasus COVID-19 varian Omicron memperlambat pekerjaan mereka sehingga harus menunda peluncuran roket.
Penundaan ini juga akan berdampak pada gabungan roket Space Launch System (SLS) dan kapsul awak Orion yang akan dikirim dalam program Artemis ini.
Roket ini bertujuan penerbangan pergi-pulang manusia ke bulan, dalam jangka panjang untuk membangun koloni sebagai persiapan mengirim astronot ke Mars.
NASA harus melewati beberapa tahapan sebelum sampai ke target tersebut, diawali dengan sukses menerbangkan SLS dan Orion, yang sekarang dalam tahap persiapan pra-peluncuran.
Berkaitan dengan jadwal terbaru, SLS dan Orion akan diangkut ke area peluncuran Launch Pad 39-B di Kennedy Space Center, Cape Canaveral, Florida pada pertengahan Maret.
Teknisi akan butuh sekitar dua minggu untuk persiapan peluncuran tersebut. Setelah itu, Orion akan dibawa keembali ke tempat perakitan untuk pengecekan terakhir.
NASA mengatakan sedang meninjau jadwal peluncuran antara April dan Mei, tapi, bisa juga meleset karena bregantung pada gladi bersih.
NASA, dikutip dari Reuters, Kamis, berencana meluncurkan roket nirawak tersebut bulan ini. Mereka belum memberikan tanggal terbaru peluncuran, namun, memastikan akan ada penerbangan sebelum bulan April.
Penundaan ini disebabkan kendala peluncuran roket Artemis 1, yang memiliki sistem kompleks. Pejabat NASA mengatakan tidak ada masalah teknis yang spesifik terkait roket tersebut.
Selain itu, kenaikan kasus COVID-19 varian Omicron memperlambat pekerjaan mereka sehingga harus menunda peluncuran roket.
Penundaan ini juga akan berdampak pada gabungan roket Space Launch System (SLS) dan kapsul awak Orion yang akan dikirim dalam program Artemis ini.
Roket ini bertujuan penerbangan pergi-pulang manusia ke bulan, dalam jangka panjang untuk membangun koloni sebagai persiapan mengirim astronot ke Mars.
NASA harus melewati beberapa tahapan sebelum sampai ke target tersebut, diawali dengan sukses menerbangkan SLS dan Orion, yang sekarang dalam tahap persiapan pra-peluncuran.
Berkaitan dengan jadwal terbaru, SLS dan Orion akan diangkut ke area peluncuran Launch Pad 39-B di Kennedy Space Center, Cape Canaveral, Florida pada pertengahan Maret.
Teknisi akan butuh sekitar dua minggu untuk persiapan peluncuran tersebut. Setelah itu, Orion akan dibawa keembali ke tempat perakitan untuk pengecekan terakhir.
NASA mengatakan sedang meninjau jadwal peluncuran antara April dan Mei, tapi, bisa juga meleset karena bregantung pada gladi bersih.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pergi ke luar angkasa membuat miliarder Jepang terobsesi dengan bumi
08 January 2022 14:26 WIB, 2022
China gelar latihan militer di lokasi jatuhnya sampah roket, kapal lain tidak diizinkan melintas
09 July 2021 8:20 WIB, 2021
Israel lakukan serangan udara 35 warga Palestina tewas di Gaza, 3 di Israel
12 May 2021 9:29 WIB, 2021
Serpihan bangkai pesawat di Kalteng ternyata roket milik badan antariksa China
06 January 2021 13:09 WIB, 2021