Padang (ANTARA) - Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X, Prof Dr Herri, MBA menyosialisasikan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) kepada mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah angkatan 2021 di Pekanbaru, Selasa.
"Saat ini pemerintah memberi mahasiswa ruang yang seluas-luasnya dan itu sangat relevan dengan konsep MBKM yang intinya memberikan otonomi pada mahasiswa," ucapnya, saat dihubungi di Padang, Selasa.
Ia mengatakan, otonomi yang dimaksud dalam hal ini yaitu ada tiga semester yang menjadi pilihan dan hak mahasiswa untuk bisa beraktivitas di luar program studinya.
Dengan ketentuan, selama satu semester mahasiswa bisa belajar di luar program studi yang ada di dalam perguruan tinggi asal, dan dua semester lagi bisa belajar di luar program studi dari luar perguruan tinggi asal.
Ia menyampaikan ada 8 kegiatan MBKM yang bisa dilakukan oleh mahasiswa, beberapa diantaranya yaitu magang, mengajar di sekolah, penelitian, pertukaran pelajar, kegiatan wirausaha dan lain sebagainya.
Prof Herri mengemukakan hampir setiap perguruan tinggi telah mempersiapkan program tersebut meskipun belum seluruhnya mencakup delapan kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Kepala Lembaga juga memperkenalkan sekilas mengenai LLDIKTI kepada seluruh mahasiswa yang hadir.
"LLDIKTI merupakan tangan kanan dari Kemendikbudristek di daerah, saat ini ada 16 LLDIKTI, dan kami yang ke 10. Rencananya pemerintah akan membuat yang ke 17 untuk Riau dan Kepri," ujar dia.
Ia mengatakan tugas LLDIKTI adalah membina perguruan tinggi dan yang paling utama adalah meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Kepala Lembaga mengingatkan mahasiswa untuk selalu bersyukur sebab di Indonesia dari 100 anak muda usia kuliah hanya 35 persen yang menempuh pendidikan tinggi.
"Itu yang disebut dengan angka partisipasi kasar (APK). Perbandingan orang yang kuliah dibanding orang yang seharusnya kuliah," ucapnya.
Menurutnya, kesejahteraan suatu negara bisa dilihat dari APK, sebab dunia pendidikan tinggi berkaitan erat dengan orang-orang yang berilmu dan profesional.
Sedangkan hubungan dengan kesejahteraan adalah orang-orang yang berilmu produktivitasnya akan lebih tinggi dari pada orang-orang yang tidak memiliki ilmu pengetahuan.
Untuk itu, lanjutnya, melalui KIP Kuliah, pemerintah mendorong anak-anak muda yang cerdas, memiliki akademik kuat, tapi secara ekonomi tidak mampu untuk mengikuti perkuliahan di perguruan tinggi.
Ia berpesan kepada para mahasiswa, untuk memiliki prinsip hidup yang harus dipegang teguh. Menurutnya, prinsip hidupnya adalah menjadi pribadi yang bermanfaat.
"Kehidupan akan bernilai nol jika tidak memberi manfaat bagi orang lain. Dalam situasi apapun kita, itu yang harus selalu diingat, jika kita berbuat baik, maka kita telah berbuat baik bagi diri kita sendiri," ucapnya.
Kepala LLDIKTI-X kenalkan program MBKM pada mahasiswa penerima KIP Kuliah 2021
Selasa, 28 Desember 2021 18:50 WIB
Tangkapan layar Kepala LLDIKTI Wilayah X menyampaikan paparan pada kegiatan Bimtek Implementasi MBKM bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah angkatan 2021 di lingkungan LLDIKTI. (ANTARA/Mutiara)
Pewarta : Mutiara Ramadhani
Editor : Maswandi
Copyright © ANTARA 2026