PBB, (Antara/AFP/Reuters) - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa Ban Ki-moon memahami rakyat Mesir memiliki "frustrasi yang mendalam" tetapi Rabu menyatakan keprihatinan atas pengusiran militer terhadap presiden Mohammad Moursi, kata seorang juru bicara. Ban percaya bahwa "campur tangan militer dalam urusan negara manapun adalah memprihatinkan," kata Wakil Juru Bicara PBB Eduardo del Buey. Laporan-laporan dari Kairo mengatakan, presiden Mesir Mohammad Moursi yang digulingkan ditahan di satu fasilitas militer bersama dengan para pembantu utamanya setelah Angkatan Bersenjata Mesir mengumumkan penggulingannya, kata seorang anggota senior Ikhwanul Muslimin Kamis. "Moursi dan seluruh tim kepresidenan berada dalam tahanan rumah di Klab Garda Republik Kepresidenan," kata Gehad El-Haddad, seorang putera satu pembantu tinggi Moursi, kepada AFP. Seorang juru bicara militer tidak menanggapi permintaan untuk konfirmasi penahanan Moursi, dan belum segera jelas apakah presiden yang digulingkan itu kemudian akan diperbolehkan meninggalkan tempat tersebut. Para pembantunya utamanya telah mematikan telepon mereka. Para pembantu presiden yang lain yang terpisah dari Moursi sebelumnya Rabu mengatakan mereka telah kehilangan komunikasi dengan para pemimpin mereka. Moursi sebelumnya berada di kantornya di markas garda tersebut sebelum ia dilengserkan. Beberapa jam setelah militer mengumumkan pihaknya membatalkan konstitusi dan akan mengangkat ketua mahkamah Mesir sebagai presiden sementara, dan Moursi mengeluarkan seruan pembangkangan dalam satu pidato yang telah direkam dan kemudian disiarkan di televisi Al-Jazeera. Sementara itu Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan dia menyatakan "keprihatinan yang mendalam" atas penggulingan Presiden Mohammad Moursi oleh militer Mesir pada Rabu dan mendesak kembalinya dengan cepat ke pemerintahan sipil melalui pemilihan umum. Obama juga mengatakan dia telah memerintahkan peninjauan ulang implikasi hukum bagi bantuan AS kepada Mesir di tengah-tengah penggulingan pemimpin pertama yang terpilih secara demokratis di negara Arab itu. "Kami yakin masa depan Mesir hanya dapat ditentukan oleh rakyat Mesir," kata Obama dalam satu pernyataan setelah sidang yang cukup berlangsung lama di Gedung Putih dengan para anggota senior dari tim keamanan nasionalnya. Amnesti Internasional dari London pada Rabu juga menyerukan tentara Mesir untuk melindungi semua warga negara, apa pun politik mereka, menyusul penggulingan presiden Mohammad Moursi. Para aktivis hak asasi yang berbasis di London mendesak pasukan keamanan, termasuk tentara, "untuk melakukan semua dalam kekuasaan mereka guna melindungi hak asasi manusia dan keamanan semua orang di Mesir, terlepas dari afiliasi politik mereka. "Angkatan bersenjata dan polisi di Mesir memiliki catatan terdokumentasi dengan baik menyangkut pelanggaran hak asasi manusia yang tidak boleh diulang," katanya dalam sebuah pernyataan. Sekretaris Jenderal Amnesti, Salil Shetty, menekankan lebih penting dari sebelumnya bagi militer untuk mematuhi undang-undang hak asasi manusia internasional. Ia menyerukan pembebasan cepat atas mereka yang ditahan dan memperingatkan terhadap penggunaan "kekuatan yang tidak perlu serta berlebihan". Amnesti Internasional saat ini memiliki pengamat di negeri itu untuk memantau situasi di sana. (*/jno)

Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026