Legislator menilai sektor pertanian dan perikanan tumbuh saat pandemi
Kamis, 9 Desember 2021 17:40 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Anggia Erma Rini memberikan sambutan pada Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI di Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis. (Antarasumbar/Aadiaat M.S)
Pariaman (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Anggia Erma Rini menilai sektor pertanian dan perikanan dalam perekonomian nasional saat ini tumbuh disaat sektor-sektor lainnya jatuh akibat pandemi COVID-19.
"Sektor pertanian dan perikanan sekarang memiliki kontribusi yang luar biasa di tengah sektor lainnya yang kolaps ketika pandemi," kata dia saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI di Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis.
Ia menyebutkan salah satu daerah yang pertumbuhan ekonominya membaik karena sektor pertanian yaitu Kota Pariaman yang pertumbuhannya mencapai dua persen.
Ia menyampaikan Sumbar secara umum dan khususnya Kota Pariaman memiliki potensi pertanian yang besar salah satunya bidang kelapa untuk kelapa dalam atau kopra putih.
"Jadi Sumbar dapat berkontribusi dalam fokus yang sedang kami perjuangkan (kelapa dalam)," katanya.
Ia berharap kunjungan tersebut dapat memberikan manfaat untuk Kota Pariaman yang saat ini fokus untuk pengembangan pertanian dan perikanan guna meningkatkan perekonomian masyarakat.
Kedatangan Komisi IV DPR RI ke Kota Pariaman bersama sejumlah dirjen baik bidang pertanian maupun perikanan untuk melihat pertanian di daerah itu apalagi pemerintah setempat sedang mengusulkan pembangunan kawasan pertanian terpadu.
Sementara Wali Kota Pariaman, Genius Umar mengatakan pihaknya sebelumnya memiliki sejumlah program di bidang pertanian dan perikanan mulai dari mubaligh bertani hingga satu rumah satu kolam budi daya ikan.
Ketika pandemi melanda perekonomian Pariaman sempat turun terutama di sektor pariwisata namun kembali meningkat menjadi dua persen karena sektor pertanian.
Pemerintah Kota Pariaman juga membuka jalan sepanjang delapan kilometer tanpa menggunakan dana APBD guna mendukung sektor pertanian dan pariwisata di daerah itu.
"Sekarang tinggal pengerasan dan pengaspalan jalan untuk mendukung pertanian, nanti kami juga meminta Komisi V untuk membantu," ujar dia.
Sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat sedang berupaya membangun kawasan pertanian terpadu atau 'integrated farming' guna meningkatkan perekonomian warga setempat.
"Syarat membuat 'integrated farming' ialah lahannya minimal 20 hektare, kami memiliki ratusan hektare untuk itu," kata Wali Kota Pariaman Genius Umar disela mengiringi Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI di Pariaman.
Ia mengatakan rencana pembangunan kawasan tersebut muncul saat pihaknya membuka jalan sepanjang delapan kilometer tanpa APBD yang lahannya merupakan hibah dari masyarakat dan dikerjakan secara gotong royong.
"Sektor pertanian dan perikanan sekarang memiliki kontribusi yang luar biasa di tengah sektor lainnya yang kolaps ketika pandemi," kata dia saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI di Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis.
Ia menyebutkan salah satu daerah yang pertumbuhan ekonominya membaik karena sektor pertanian yaitu Kota Pariaman yang pertumbuhannya mencapai dua persen.
Ia menyampaikan Sumbar secara umum dan khususnya Kota Pariaman memiliki potensi pertanian yang besar salah satunya bidang kelapa untuk kelapa dalam atau kopra putih.
"Jadi Sumbar dapat berkontribusi dalam fokus yang sedang kami perjuangkan (kelapa dalam)," katanya.
Ia berharap kunjungan tersebut dapat memberikan manfaat untuk Kota Pariaman yang saat ini fokus untuk pengembangan pertanian dan perikanan guna meningkatkan perekonomian masyarakat.
Kedatangan Komisi IV DPR RI ke Kota Pariaman bersama sejumlah dirjen baik bidang pertanian maupun perikanan untuk melihat pertanian di daerah itu apalagi pemerintah setempat sedang mengusulkan pembangunan kawasan pertanian terpadu.
Sementara Wali Kota Pariaman, Genius Umar mengatakan pihaknya sebelumnya memiliki sejumlah program di bidang pertanian dan perikanan mulai dari mubaligh bertani hingga satu rumah satu kolam budi daya ikan.
Ketika pandemi melanda perekonomian Pariaman sempat turun terutama di sektor pariwisata namun kembali meningkat menjadi dua persen karena sektor pertanian.
Pemerintah Kota Pariaman juga membuka jalan sepanjang delapan kilometer tanpa menggunakan dana APBD guna mendukung sektor pertanian dan pariwisata di daerah itu.
"Sekarang tinggal pengerasan dan pengaspalan jalan untuk mendukung pertanian, nanti kami juga meminta Komisi V untuk membantu," ujar dia.
Sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat sedang berupaya membangun kawasan pertanian terpadu atau 'integrated farming' guna meningkatkan perekonomian warga setempat.
"Syarat membuat 'integrated farming' ialah lahannya minimal 20 hektare, kami memiliki ratusan hektare untuk itu," kata Wali Kota Pariaman Genius Umar disela mengiringi Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI di Pariaman.
Ia mengatakan rencana pembangunan kawasan tersebut muncul saat pihaknya membuka jalan sepanjang delapan kilometer tanpa APBD yang lahannya merupakan hibah dari masyarakat dan dikerjakan secara gotong royong.
Pewarta : Aadiaat M.S
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sumbar Hentikan Sementara Aktivitas Tambang Bermasalah di Padang Pariaman
11 February 2026 11:07 WIB
Komisi III DPR tolak hukuman mati ayah bunuh pelaku pelecehan anaknya di Pariaman
11 February 2026 10:19 WIB
Pemkot Pariaman latih pelaku UMKM produksi kue-minuman kekinian berbasis lokal
10 February 2026 18:40 WIB
Sebanyak 100 UMKM Terdampak Bencana di Pariaman Terima Bantuan BI--Kementerian
10 February 2026 15:34 WIB
Pemerintah bersama warga Pariaman alihkan arus sungai ancam rumah pasca-bencana
09 February 2026 18:32 WIB
Pemkab Padang Pariaman minta Semen Padang bantu percepatan pemulihan pascabencana
05 February 2026 14:29 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Polres-Pemkab Pasaman Barat tingkatkan penyuluhan cegah kekerasan perempuan dan anak
11 February 2026 19:49 WIB