KemenPAN-RB dorong daerah manfaatkan ini, untuk maksimalkan MPP
Rabu, 3 November 2021 19:04 WIB
Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Prof. Dr.Diah Natalisa (tengah) sedang berdialog di MPP Pariaman, Sumbar, Rabu. (Antarasumbar/Aadiaat M. S. )
Pariaman (ANTARA) - Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Prof. Dr.Diah Natalisa mendorong daerah memanfaatkan teknologi informasi atau IT untuk memaksimalkan Mal Pelayanan Publik (MPP).
"Kedepan IT akan sangat menentukan berbagai bentuk pelayanan yang diberikan," kata dia saat mengunjungi Pariaman, Rabu.
Ia mengatakan bagaimana pun kehadiran IT dapat mempercepat kinerja pelayanan karena saat ini untuk melengkapi dokumen untuk pelayanan masih membutuhkan waktu yang lama.
Menurutnya nantinya MPP juga harus membuat pusat data atau 'big data' yang berkaitan dengan KTP dan berbagai hal lainnya yang dapat membantu layanan yang memerlukan data yang sama.
"Jadi warga tidak perlu bolak balik ketika diminta data yang sama (karena tertinggal)," katanya.
Ia menyampaikan pusat data dan sistem IT tersebut terintegrasi dengan pelayanan lainnya sehingga dapat mempermudah kedua belah pihak baik yang pemberi maupun penerima layanan.
Dengan sistem IT yang baik, lanjutnya maka warga tidak saja mudah mengurus administrasi namun juga mengetahui sampai dimana dan kapan permohonannya selesai.
"Jadi bukan hanya sekadar nomor antrean namun juga sampai pada pelacakan layanan," ujarnya.
Ia mengatakan saat ini sudah ada MPP di Indonesia yang memanfaatkan IT untuk mempermudah layanan namun juga ada semi IT serta ada yang masih manual.
Sementara Wali Kota Pariaman, Genius Umar mengatakan pihaknya telah mendirikan MPP di daerah itu semenjak dua tahun yang lalu namun dilaporkan setahun kemudian.
"Di sana terdapat layanan terintegrasi untuk memudahkan masyarakat," ujar dia.
Meskipun pendirian MPP di daerah itu menggunakan dana yang minim karena memanfaatkan bekas kantor wali kota namun ia mengklaim pelayanan yang diberikan semakin baik.
Ia mengatakan pihaknya juga akan memperkuat layanan kepada masyarakat melalui IT untuk guna mempermudah memberikan pelayanan.
"Kedepan IT akan sangat menentukan berbagai bentuk pelayanan yang diberikan," kata dia saat mengunjungi Pariaman, Rabu.
Ia mengatakan bagaimana pun kehadiran IT dapat mempercepat kinerja pelayanan karena saat ini untuk melengkapi dokumen untuk pelayanan masih membutuhkan waktu yang lama.
Menurutnya nantinya MPP juga harus membuat pusat data atau 'big data' yang berkaitan dengan KTP dan berbagai hal lainnya yang dapat membantu layanan yang memerlukan data yang sama.
"Jadi warga tidak perlu bolak balik ketika diminta data yang sama (karena tertinggal)," katanya.
Ia menyampaikan pusat data dan sistem IT tersebut terintegrasi dengan pelayanan lainnya sehingga dapat mempermudah kedua belah pihak baik yang pemberi maupun penerima layanan.
Dengan sistem IT yang baik, lanjutnya maka warga tidak saja mudah mengurus administrasi namun juga mengetahui sampai dimana dan kapan permohonannya selesai.
"Jadi bukan hanya sekadar nomor antrean namun juga sampai pada pelacakan layanan," ujarnya.
Ia mengatakan saat ini sudah ada MPP di Indonesia yang memanfaatkan IT untuk mempermudah layanan namun juga ada semi IT serta ada yang masih manual.
Sementara Wali Kota Pariaman, Genius Umar mengatakan pihaknya telah mendirikan MPP di daerah itu semenjak dua tahun yang lalu namun dilaporkan setahun kemudian.
"Di sana terdapat layanan terintegrasi untuk memudahkan masyarakat," ujar dia.
Meskipun pendirian MPP di daerah itu menggunakan dana yang minim karena memanfaatkan bekas kantor wali kota namun ia mengklaim pelayanan yang diberikan semakin baik.
Ia mengatakan pihaknya juga akan memperkuat layanan kepada masyarakat melalui IT untuk guna mempermudah memberikan pelayanan.
Pewarta : Aadiaat M.S
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah pusat bantu perbaikan tiga rumah di Pariaman terdampak bencana hidrometeorologi
13 February 2026 18:22 WIB
Pemprov Sumbar Hentikan Sementara Aktivitas Tambang Bermasalah di Padang Pariaman
11 February 2026 11:07 WIB
Komisi III DPR tolak hukuman mati ayah bunuh pelaku pelecehan anaknya di Pariaman
11 February 2026 10:19 WIB
Pemkot Pariaman latih pelaku UMKM produksi kue-minuman kekinian berbasis lokal
10 February 2026 18:40 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB