Solok (ANTARA) - Kehadiran program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) memberikan manfaat besar bagi seluruh masyarakat Indonesia. Manfaat program ini tidak hanya dirasakan oleh generasi lanjut usia saja melainkan juga oleh generasi muda. Seperti yang dirasakan salah satu peserta JKN-KIS, yakni Rahmatul Laila atau biasa dipanggil Rahma.
Alumnus Universitas Andalas yang berasal dari Kabupaten Solok itu mengaku sering menggunakannya untuk mengakses pelayanan kesehatan.
Ia juga mengatakan semenjak terdaftar sebagai peserta JKN-KIS banyak manfaat yang telah diterimanya.
Beberapa kali sakit, ia selalu menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Allhamdulillah saat berobat semua tanpa biaya sepeserpun. Pelayanan kesehatan yang dimanfaatkannya selama menggunakan JKN-KIS berupa cek kesehatan ke Puskesmas dan kontrol mata ke RSUD Arosuka yang dirujuk dari Puskesmas tempat ia tinggal.
"Awalnya saya terdaftar JKN-KIS dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), namun karena sekarang sudah bekerja jadi dipindahkan ke kelas dua yang ditanggung oleh kantor," kata dia baru-baru ini.
Beberapa waktu lalu ia menggunakan JKN-KIS untuk kontrol matanya ke RSUD Arosuka diketahui bahwa biaya kontrol mata tersebut tidak membayar sepeser pun alias gratis.
Usai mendapat hasil pemeriksaan dari poli mata didapatkan matanya minus setengah, kemudian ia menuju salah satu optik kaca mata yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Disana akhirnya mendapat kaca mata yang baru sesuai hasil pemeriksaan.
Kemudian ia memilih frame kacamata seharga Rp 450 ribu, karena memilih frame yang bagus agar tidak gampang patah. Harga tersebut juga sudah masuk harga lensanya. Namun pihak optik hanya menagihkan sebesar Rp250 ribu saja, karena Rp200 ribu sudah ditanggung BPJS Kesehatan.
"Alhamdulillah Program JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan untuk pengobatan mata minus tidak hanya menjamin biaya pemeriksaan dan obat mata saja, tapi juga ada bantuan untuk biaya pembuatan kaca mata juga. Sangat bersyukur dengan adanya Program JKN-KIS ini, sekarang saya sudah bisa bekerja dengan nyaman tanpa ada keluhan karena mata minus sebelumnya," kata dia.
Ia berharap ke depannya BPJS Kesehatan terus bersinergi dengan fasilitas kesehatan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi peserta program JKN-KIS dengan wajah bahagianya.
Program JKN KIS juga bisa membantu biaya pembuatan kaca mata
Jumat, 15 Oktober 2021 13:11 WIB
Rahmatul Laila peserta BPJS Cabang Solok (ANTARA/ BPJS Solok)
Pewarta : Rls-IH-Aqib
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Sumbar serahkan bantuan bedah rumah bagi warga kurang mampu di Solok Selatan
07 March 2026 16:07 WIB
Tim Safari Ramadhan 1447 Hijriah Pemkot Solok Turun ke 69 Masjid yang ada di Kota Solok
04 March 2026 6:56 WIB
Wagub Vasko serahkan bantuan RTLH Rp25 Juta untuk Keluarga Hendri di Solok Selatan
28 February 2026 8:53 WIB
Pemprov Sumbar bedah rumah warga kurang mampu di Solok, Wagub Vasko salurkan bantuan Rp25 Juta
27 February 2026 4:13 WIB
Solok Selatan-BPJS Ketenagakerjaan bersinergi perkuat perlindungan pekerja
25 February 2026 14:43 WIB
Zigo Rolanda resmikan rute Damri SRG-Alahan Panjang hubungkan objek wisata Solok Selatan
25 February 2026 9:17 WIB