Polisi libatkan masyarakat cegah penyebaran berita hoaks
Selasa, 28 September 2021 17:31 WIB
Polda Sumbar menggelar forum diskusi terpimpin terkait pencegahan berita hoaks di media sosial. (Antarasumbar/Mario Sofia Nasution)
Padang (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) melibatkan masyarakat di daerah itu dalam mencegah penyebaran berita bohong atau hoaks di daerah itu.
Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Edi Mardianto saat forum diskusi terpumpun kolaborasi pencegahan berita hoaks di media sosial di Padang, Senin, mengatakan potensi hoaks di media sosial begitu cepat sehingga perlu dilakukan langkah pencegahan.
Pencegahan ini dapat dilakukan dengan pengawasan media sosial
"Saat berbagai isu permasalahan pemanfaatan informasi dan teknologi oleh pihak tertentu," kata dia.
.
Sementara Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu mengatakan banyak beredar berita hoaks yang dibuat masyarakat atau orang yang tidak bertanggung jawab.
Polda Sumbar sendiri telah menindak tiga kasus berita hoaks pada saat ini mulai dari seorang dokter yang membuat berita hoaks.
Kemudian pria yang membuat video seakan disakiti secara fisik oleh petugas perbatasan dan seorang ibu yang membuat berita hoaks ketika di salah satu restoran di Padang.
Ini salah satu inisiatif menggandeng Forkopimda dan mahasiswa serta lembaga adat mencari solusi persoalan yang ada.
"Kita berharap ide pencegahan, kolaborasi ini ke tingkat nasional," kata dia.
Ketua PWI Sumatera Barat, Herranof Firdaus mengatakan persoalan ini memang harus dihadapi secara bersama dan mencerdaskan masyarakat dalam mencegah penyebaran hoaks.
"Hoaks banyak beredar di media sosial sementara untuk media massa ada kode etik yang mengatur agar pemberitaan itu agar jauh dari penyimpangan informasi atau berita bohong," kata dia.
Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Edi Mardianto saat forum diskusi terpumpun kolaborasi pencegahan berita hoaks di media sosial di Padang, Senin, mengatakan potensi hoaks di media sosial begitu cepat sehingga perlu dilakukan langkah pencegahan.
Pencegahan ini dapat dilakukan dengan pengawasan media sosial
"Saat berbagai isu permasalahan pemanfaatan informasi dan teknologi oleh pihak tertentu," kata dia.
.
Sementara Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu mengatakan banyak beredar berita hoaks yang dibuat masyarakat atau orang yang tidak bertanggung jawab.
Polda Sumbar sendiri telah menindak tiga kasus berita hoaks pada saat ini mulai dari seorang dokter yang membuat berita hoaks.
Kemudian pria yang membuat video seakan disakiti secara fisik oleh petugas perbatasan dan seorang ibu yang membuat berita hoaks ketika di salah satu restoran di Padang.
Ini salah satu inisiatif menggandeng Forkopimda dan mahasiswa serta lembaga adat mencari solusi persoalan yang ada.
"Kita berharap ide pencegahan, kolaborasi ini ke tingkat nasional," kata dia.
Ketua PWI Sumatera Barat, Herranof Firdaus mengatakan persoalan ini memang harus dihadapi secara bersama dan mencerdaskan masyarakat dalam mencegah penyebaran hoaks.
"Hoaks banyak beredar di media sosial sementara untuk media massa ada kode etik yang mengatur agar pemberitaan itu agar jauh dari penyimpangan informasi atau berita bohong," kata dia.
Pewarta : Mario Sofia Nasution
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Padang dukung pelaksanaan berbagai kegiatan positif di masjid selama Ramadhan
11 February 2026 18:12 WIB
Coach Matias Ibo di Bulan K3 Semen Padang: Latihan Fisik Tak Harus Berat, tapi Harus Konsisten
11 February 2026 12:27 WIB
Pemprov Sumbar Hentikan Sementara Aktivitas Tambang Bermasalah di Padang Pariaman
11 February 2026 11:07 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Polres-Pemkab Pasaman Barat tingkatkan penyuluhan cegah kekerasan perempuan dan anak
11 February 2026 19:49 WIB