Jakarta, (Antara) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin kembali melanjutkan pelemahannya sebesar 85,91 poin seiring minimnya sentimen positif. IHSG BEI ditutup turun 85,91 poin atau 1,90 persen ke posisi 4.429,46, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 12,62 poin (1,63 persen) ke level 724,25. "Minimnya sentimen positif di pasar saham kembali menekan indeks BEI, pelemahan juga terjadi di kawasan Asia," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Senin. Ia menambahkan laju positif bursa saham AS pada akhir pekan lalu belum membuat potensi IHSG BEI kembali menguat (rebound) untuk jangka panjang. "Meski demikian, pelemahan sudah mulai terbatas," ujar dia. Ia menambahkan harga saham di Bursa Efek Indonesia saat ini sudah memasuki area jenuh jual (oversold) sehingga ruang penguatan masih ada. Analis Panin Sekuritas, purwoko Sartono menambahkan kembali melemahnya IHSG menyusul kekhawatiran melambatnya ekonomi China sehingga bursa regional Asia serempak melemah. Dari dalam negeri, lanjut dia, kenaikan BBM tentu akan berpengaruh terhadap inflasi, namun disisi lain akan mampu meredam defisit APBN dan neraca perdagangan. Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 158.819 kali dengan volume mencapai 3,566 miliar lembar saham senilai Rp4,796 triliun. Saham yang menguat 61, sementara yang melemah sebanyak 246 saham, dan yang tidak bergerak nilainya 70 saham. Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng melemah 449,33 poin (2,22 persen) ke level 19.813,98, indeks Nikkei-225 turun 167,35 poin (1,26 persen) ke level 13.062,78, dan Straits Times melemah 44,47 poin (1,42 persen) ke posisi 3.080,07. (*/jno)