Upaya PLN hadirkan solusi, pengusaha pertanian Pariaman studi banding huller berbasis listrik
Rabu, 26 Mei 2021 7:50 WIB
Pengusaha pertanian Pariaman studi banding huller berbasis listrik ke Kabupaten Solok. (Antara/HO-Hmspln)
Solok, (ANTARA) - Program electrifying agriculture merupakan upaya PLN untuk memudahkan pelaku usaha di sektor agrikultur mendapatkan akses listrik sebagai solusi guna mendorong peningkatan produktivitas
Dalam penerapannya, program electrifying agriculture di Sumatera Barat telah bekerjasama dengan Bank Mandiri untuk bantuan pinjaman kepada pelaku usaha sektor agrikultur yang ingin beralih ke PLN namun tidak memiliki modal investasi. PLN Sumbar juga meneruskan beberapa program CSR yang sejalan dengan electrifying agriculture.
Pada 25 Mei 2021, PLN mengkomando pengusaha-pengusaha penggilingan padi Kota Pariaman, Bank Mandiri Cabang Padang dan Dinas Pertanian Kota Pariaman untuk melakukan studi banding ke Huller Berbasis Listrik di Kabupaten Solok, yakni dua lokasi huller pertama di Sumatera Barat yang beralih dari penggilingan konvensional ke huller berbasis listrik.
Hadir pada studi banding tersebut Assistant Manager Sales Representative PLN UIW Sumbar Armansyah Putra, Manajer Bagian Pemasaran PLN UP3 Padang Asrul Kalis, Manajer Bagian Pemasaran PLN UP3 Solok Riri Rustam, Manajer PLN ULP Pariaman Bayu Satryawan, Manager PLN ULP Singkarak Eri Darma, Kepala Bagian KUR Bank Mandiri Cabang Padang Tri Barata beserta tim, Kepala UPT Balai Pelaksana Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian Kota Pariaman Mulyadi, Koordinator Penyuluh Fitri, serta enam orang pengusaha penggilingan Padi Kota Pariaman.
Lokasi studi banding pertama adalah Huller Harapan Baru Pasar Hilir Sumani, selanjutnya untuk lokasi kedua rombongan mengunjungi Huller Makmur. Kedua lokasi tersebut merupakan huller binaan PLN ULP Singkarak.
Khairi, pemilik Huller Harapan Baru mengaku beralih ke huller berbasis listrik memberikan keuntungan lebih tinggi.
"Huller ini peninggalan orangtua, sudah dari tahun 1980. Sudah 3 kali ganti mesin. Alhamdulilah mesin terakhir yang menggunakan listrik jauh lebih menguntungkan dan hemat biaya perawatan,’’ jelasnya.
Fauzi, salah satu pengusaha Huller Kota Pariaman, seusai kunjungan mengaku tertarik beralih ke huller berbasis listrik karena biaya operasional dari peralihan diesel ke listrik dapat berkurang hingga separuhnya.
‘’Terima kasih kepada PLN yang mau membantu memfasilitasi kami untuk beralih ke mesin bertenaga listrik dan terima kasih sudah mengadakan kegiatan yang menambah wawasan kami ini,’’ tambahnya kemudian.
Kunjungan studi banding ini diharapkan memberikan gambaran nyata mengenai keuntungan menggunakan listrik dibandingkan menggunakan diesel atau bahan bakar solar.
Seperti disebutkan Armansyah, goals kegiatan ini adalah pengusaha penggiling yang ada di wilayah kerja Pariaman paham sehingga kemudian mencontoh untuk beralih menjadi huller berbasis listrik seperti huller di Singkarak ini.
Tri Barata dari Bank Mandiri menuturkan, kegiatan studi banding ini sejalan dengan komitmen kerja sama PLN dengan Bank Mandiri agar pengusaha agrikultur dapat menggunakan mesin-mesin pendukung sumberdaya listrik yang jauh lebih hemat, bersih, dan ramah lingkungan.
‘’Dimana kami dari Bank Mandiri siap untuk membantu tambahan modal atau tambahan investasi untuk pengusaha di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan,’’ ungkapnya.
Sementara Dinas Pertanian, setelah kegiatan ini, akan meneruskan proposal pengajuan ke PLN untuk bantuan CSR berupa mesin huller berbasis listrik yang ditujukan kepada pengusaha penggilingan padi Kota Pariaman.
‘’Mudah-mudahan Kota Pariaman yang memiliki lahan persawahan lebih kurang 1265 hektar bisa diarahkan ke huller berbasis listrik sehingga dapat berhemat hingga 50 persen dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat,’’ ungkap Mulyadi.
Dalam penerapannya, program electrifying agriculture di Sumatera Barat telah bekerjasama dengan Bank Mandiri untuk bantuan pinjaman kepada pelaku usaha sektor agrikultur yang ingin beralih ke PLN namun tidak memiliki modal investasi. PLN Sumbar juga meneruskan beberapa program CSR yang sejalan dengan electrifying agriculture.
Pada 25 Mei 2021, PLN mengkomando pengusaha-pengusaha penggilingan padi Kota Pariaman, Bank Mandiri Cabang Padang dan Dinas Pertanian Kota Pariaman untuk melakukan studi banding ke Huller Berbasis Listrik di Kabupaten Solok, yakni dua lokasi huller pertama di Sumatera Barat yang beralih dari penggilingan konvensional ke huller berbasis listrik.
Hadir pada studi banding tersebut Assistant Manager Sales Representative PLN UIW Sumbar Armansyah Putra, Manajer Bagian Pemasaran PLN UP3 Padang Asrul Kalis, Manajer Bagian Pemasaran PLN UP3 Solok Riri Rustam, Manajer PLN ULP Pariaman Bayu Satryawan, Manager PLN ULP Singkarak Eri Darma, Kepala Bagian KUR Bank Mandiri Cabang Padang Tri Barata beserta tim, Kepala UPT Balai Pelaksana Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian Kota Pariaman Mulyadi, Koordinator Penyuluh Fitri, serta enam orang pengusaha penggilingan Padi Kota Pariaman.
Lokasi studi banding pertama adalah Huller Harapan Baru Pasar Hilir Sumani, selanjutnya untuk lokasi kedua rombongan mengunjungi Huller Makmur. Kedua lokasi tersebut merupakan huller binaan PLN ULP Singkarak.
Khairi, pemilik Huller Harapan Baru mengaku beralih ke huller berbasis listrik memberikan keuntungan lebih tinggi.
"Huller ini peninggalan orangtua, sudah dari tahun 1980. Sudah 3 kali ganti mesin. Alhamdulilah mesin terakhir yang menggunakan listrik jauh lebih menguntungkan dan hemat biaya perawatan,’’ jelasnya.
Fauzi, salah satu pengusaha Huller Kota Pariaman, seusai kunjungan mengaku tertarik beralih ke huller berbasis listrik karena biaya operasional dari peralihan diesel ke listrik dapat berkurang hingga separuhnya.
‘’Terima kasih kepada PLN yang mau membantu memfasilitasi kami untuk beralih ke mesin bertenaga listrik dan terima kasih sudah mengadakan kegiatan yang menambah wawasan kami ini,’’ tambahnya kemudian.
Kunjungan studi banding ini diharapkan memberikan gambaran nyata mengenai keuntungan menggunakan listrik dibandingkan menggunakan diesel atau bahan bakar solar.
Seperti disebutkan Armansyah, goals kegiatan ini adalah pengusaha penggiling yang ada di wilayah kerja Pariaman paham sehingga kemudian mencontoh untuk beralih menjadi huller berbasis listrik seperti huller di Singkarak ini.
Tri Barata dari Bank Mandiri menuturkan, kegiatan studi banding ini sejalan dengan komitmen kerja sama PLN dengan Bank Mandiri agar pengusaha agrikultur dapat menggunakan mesin-mesin pendukung sumberdaya listrik yang jauh lebih hemat, bersih, dan ramah lingkungan.
‘’Dimana kami dari Bank Mandiri siap untuk membantu tambahan modal atau tambahan investasi untuk pengusaha di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan,’’ ungkapnya.
Sementara Dinas Pertanian, setelah kegiatan ini, akan meneruskan proposal pengajuan ke PLN untuk bantuan CSR berupa mesin huller berbasis listrik yang ditujukan kepada pengusaha penggilingan padi Kota Pariaman.
‘’Mudah-mudahan Kota Pariaman yang memiliki lahan persawahan lebih kurang 1265 hektar bisa diarahkan ke huller berbasis listrik sehingga dapat berhemat hingga 50 persen dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat,’’ ungkap Mulyadi.
Pewarta : Rls-Ant
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PLN UP3 Payakumbuh kuatkan produktivitas pertanian rakyat dengan huller listrik kolaborasi tiga pihak
20 November 2025 15:07 WIB
PLN UP3 Padang percepat degentisasi, Huller Aciak Mirjaresmi beralih ke Listrik PLN
11 August 2025 11:21 WIB
PLN UP3 Payakumbuh dukung usaha Huller, perkuat peran sebagai motor ekonomi rakyat
23 June 2025 9:58 WIB
PLN UP3 Bukittinggi dorong elektrifikasi huller sebagai aksi nyata di Hari Lingkungan Hidup
10 June 2025 17:22 WIB
PLN Dorong Transisi Energi Bersih Lewat Benchmarking Huller Listrik di Kabupaten Solok
05 June 2025 11:52 WIB
PLN UP3 Bukittinggi Teken Kerja Sama DegenSetisasi dengan Pelanggan Huller "Si Kamba"
29 May 2025 18:11 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Kabar cabai rawit terkini, Bapanas sebut ongkos distribusi tentukan harga
16 February 2026 14:27 WIB
Harga emas batangan Antam turun Rp14.000 jadi Rp2,94 juta per gram, Senin (16/02/2026)
16 February 2026 9:21 WIB
Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (16/02/2025) hari ini tak bergerak
16 February 2026 8:40 WIB
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB