Kairo, (Antara/Xinhua-OANA) - Semua pilihan terbuka dalam menangani bendungan Ethiopia yang direncanakan dibangun di Sungai Blue Nile dan mungkin mempengaruhi pembagian air Sungai Nil buat Mesir, kata seorang penasehat presiden Mesir, Rabu (5/6). "Semua pilihan terbuka untuk menangani bendungan Ethiopia, dan Mesir mesti melindungi serta mempertahankan kepentingan airnya," kata Ayman ALi dalam satu taklimat. Meskipun mengakui hak negara lain, Ali berkata, "Kami harus menjamin bendungan itu takkan merugikan Mesir, jika tidak, semua pilihan terbuka." "Penting untuk menyelesaikan studi yang diperlukan sebelum memulai pembangunan bendungan ini, dan Mesir mesti mengikuti semua tahap pembangunan," kata Ali. Penasehat presiden Mesir tersebut menyatakan bendungan itu adalah "masalah keamanan nasional", dan itu memerlukan "pendirian nasional yang bersatu", demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam. Ditambahkannya, satu komite nasional telah dibentuk untuk menangani masalah tersebut dan Mesir berharap akan bisa membuka perundingan guna mencapai keuntungan timbali-balik bagi semua negara Lembah Nil. Pada Mei, Ethiopia memulai pengalihan aliran Blue Nile, salah satu dari dua Anak Sungai Nil, sebagai langkah persiapan bagi bagi pembangunan Bendungan Renaissance, yang diingininya. Tindakan itu menimbulkan keprihatinan di Mesir mengenai bagiannya atas air sungai tersebut sebagai salah satu dari negara di Lembah Nil. Selama dialog, Presiden Mohammed Moursi menyatakan permukaan air di Danau Nasser di Mesir mungkin terpengaruh oleh bendungan itu dan produksi listrik di Bendungan Aswan (High Dam) di Mesir juga bisa turun sebesar 18 persen. (*/sun)

Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026