​​​​​​​Batusangkar, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat mengharapkan dukungan pemerintah pusat dalam mengembangan destinasi wisata di daerah itu.

"Saat ini destinasi wisata di Tanah Datar masih dikembangkan secara bertahap dengan segala keterbatasannya dan sangat memerlukan perhatian dan dukungan pemerintah pusat," kata Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian di Jakarta, Selasa (13/4).

Hal itu dikatakan Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian saat Konsultasi dan Koordinasi yang difasilitasi anggota komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama kepala daerah lainnya di Sumatera Barat di hadapan Menteri Parekraf Sandiaga Uno di Jakarta, Selasa, (13/4).

Ia mengatakan Tanah Datar mempunyai beberapa wisata unggulan salah satunya Nagari Tuo Pariangan yang dinobatkan sebagai desa terindah di dunia versi travel budget.

Saat ini destinasi itu masih dikembangkan secara bertahap oleh pemerintah daerah walaupun dalam keterbatasan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

"Demikian juga dengan destinasi wisata unggulan lainnya di Tanah Datar yang sangat memerlukan perhatian dan dukungan pemerintah pusat," katanya.

Di kesempatan itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan program digitalisasi harus menjadi strategi pengembangan pariwisata di daerah.

"Dalam peningkatan destinasi dan kunjungan program digitalisasi harus menjadi strategi pengembangan pariwisata di daerah," katanya.

Dihubungi terpisah Kepala Bidang Pariwisata Tanah Datar Efrison, mengatakan saat ini dalam menarik kunjungan wisatawan ke daerah itu pihaknya memiliki top 13 destinasi.

Diantaranya objek wisata Istano Basa Pagaruyung, Nagari Tuo Pariangan, Panorama Puncak Pato, Panorama Tabek Patah, Danau Singkarak, Lembah Anai, Batu Angkek-Angkek.

Puncak Aua Sarumpun, Aia Angek Padang Gantiang, Pandai Sikek, Pasar Van der Capellen, Emersia Waterpark dan Atraksi Pacu Jawi.

Pihaknya juga akan menggenjot wisatawan datang ke daerah itu dengan standar clean atau bersih, health atau sehat, safety atau aman dan environment sustainability atau kelestarian lingkungan (CHSE).

Pewarta : Etri Saputra
Editor : Joko Nugroho
Copyright © ANTARA 2024