PDIP : Bom bunuh diri matikan kemanusiaan dan peradaban
Minggu, 28 Maret 2021 15:22 WIB
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat Webinar Repdem bertajuk 'Impor Beras dan Garam: Adu Nasib Petani vs Pemburu Rente, di Jakarta, Kamis (25/3/2021). ANTARA/HO-PDIP/am.
Jakarta (ANTARA) - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan aksi bom bunuh diri yang terjadi di Makassar merupakan tindakan mematikan kemanusiaan dan peradaban.
"PDI Perjuangan mengutuk keras tindakan biadab itu," kata Hasto dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu.
Hasto menyatakan motif pelaku bom bunuh diri di Makassar sama seperti yang terjadi di Kota Surabaya tahun 2018 lalu, yang dilakukan oleh satu keluarga pada bulan Mei.
Aksi itu, kata Hasto, menyadarkan seluruh bangsa Indonesia bahwa persoalan intoleransi, radikalisme, terorisme, dan berbagai ujaran kebencian harus diatasi lebih sungguh-sungguh melalui pendekatan budaya, pendidikan, kebudayaan, politik, sosial, dan hukum.
“Bagaimanapun ideologi kegelapan dengan membenci sesama umat manusia telah merusak sendi-sendi kerukunan bangsa," katanya.
Hasto berharap semua pendekatan harus ditempuh agar perikehidupan bangsa berdasarkan Pancasila benar-benar menjadi jiwa bangsa, dan tidak memberi ruang sedikitpun bagi berkembangnya intoleransi, radikalisme dan terorisme.
Hasto menyatakan PDI Perjuangan mengajak seluruh komponen bangsa untuk bahu membahu menangkal ideologi kegelapan tersebut.
Dia mengatakan di Nusantara penuh dengan nilai-nilai keutamaan yang merawat dan menghormati kehidupan. Semua agama dan kepercayaan kepada Tuhan mengajarkan kebaikan, hidup rukun, toleransi dan hormat menghormati.
"Dengan sikap tegas terhadap ideologi anti kemanusiaan tersebut, maka Indonesia yang bersatu, damai, toleran akan dijaga dan terhindar dari berbagai persoalan perpecahan sebagaimana terjadi di Irak dan Siria," kata Hasto.
Bom meledak di pintu gerbang Gereja Katedral di Jalan Kajaolalido, MH Thamrin, Kota Makassar, Minggu pagi. Tidak lama setelah kejadian, kepolisian mengerahkan anggota ke lokasi dan melakukan penyisiran di lokasi ledakan.
Kapolda Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal Polisi Merdisyam kepada wartawan di lokasi kejadian, Minggu, menyampaikan aksi itu diduga merupakan bom bunuh diri dan temuan awal kepolisian menunjukkan ada satu korban jiwa serta sembilan korban luka-luka akibat ledakan bom.
"PDI Perjuangan mengutuk keras tindakan biadab itu," kata Hasto dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu.
Hasto menyatakan motif pelaku bom bunuh diri di Makassar sama seperti yang terjadi di Kota Surabaya tahun 2018 lalu, yang dilakukan oleh satu keluarga pada bulan Mei.
Aksi itu, kata Hasto, menyadarkan seluruh bangsa Indonesia bahwa persoalan intoleransi, radikalisme, terorisme, dan berbagai ujaran kebencian harus diatasi lebih sungguh-sungguh melalui pendekatan budaya, pendidikan, kebudayaan, politik, sosial, dan hukum.
“Bagaimanapun ideologi kegelapan dengan membenci sesama umat manusia telah merusak sendi-sendi kerukunan bangsa," katanya.
Hasto berharap semua pendekatan harus ditempuh agar perikehidupan bangsa berdasarkan Pancasila benar-benar menjadi jiwa bangsa, dan tidak memberi ruang sedikitpun bagi berkembangnya intoleransi, radikalisme dan terorisme.
Hasto menyatakan PDI Perjuangan mengajak seluruh komponen bangsa untuk bahu membahu menangkal ideologi kegelapan tersebut.
Dia mengatakan di Nusantara penuh dengan nilai-nilai keutamaan yang merawat dan menghormati kehidupan. Semua agama dan kepercayaan kepada Tuhan mengajarkan kebaikan, hidup rukun, toleransi dan hormat menghormati.
"Dengan sikap tegas terhadap ideologi anti kemanusiaan tersebut, maka Indonesia yang bersatu, damai, toleran akan dijaga dan terhindar dari berbagai persoalan perpecahan sebagaimana terjadi di Irak dan Siria," kata Hasto.
Bom meledak di pintu gerbang Gereja Katedral di Jalan Kajaolalido, MH Thamrin, Kota Makassar, Minggu pagi. Tidak lama setelah kejadian, kepolisian mengerahkan anggota ke lokasi dan melakukan penyisiran di lokasi ledakan.
Kapolda Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal Polisi Merdisyam kepada wartawan di lokasi kejadian, Minggu, menyampaikan aksi itu diduga merupakan bom bunuh diri dan temuan awal kepolisian menunjukkan ada satu korban jiwa serta sembilan korban luka-luka akibat ledakan bom.
Pewarta : Fauzi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkopolkam sampaikan selamat Natal dari Prabowo di Gereja Katedral Jakarta
24 December 2024 17:10 WIB, 2024
Akan dinamai The Cathedral, Inter dan AC Milan kolaborasi rancang stadion bersama
22 December 2021 6:27 WIB, 2021
Kisah heroik Cosmas, tukang parkir yang menghalau pelaku bom bunuh diri di Makassar
30 March 2021 6:34 WIB, 2021
Dua pengebom gereja Makassar sekelompok kajian pengebom Villa Mutiara yang ditembak mati
30 March 2021 5:43 WIB, 2021
Kapolri: Polisi olah TKP lokasi ledakan di depan Gereja Katedral Makassar
28 March 2021 12:40 WIB, 2021