AS hadapi kebangkrutan
Sabtu, 6 Februari 2021 9:49 WIB
Foto dokumen: Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva berbicara pada konferensi pers menjelang World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss 20 Januari 2020. ANTARA/REUTERS/Denis Balibouse
Washington (ANTARA) - Ketua Dana Moneter Internasional (IMF) pada Jumat (5/2/2021) memperingatkan bahwa Amerika Serikat menghadapi kemungkinan "gelombang berbahaya" dari kebangkrutan dan pengangguran jika tidak mempertahankan dukungan fiskal sampai krisis kesehatan Virus Corona berakhir.
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan kepada wartawan bahwa Amerika Serikat, ekonomi terbesar di dunia, memiliki ruang untuk mengambil tindakan lebih lanjut dan melakukan hal itu akan memberikan efek limpahan positif bagi ekonomi global.
Ditanya apakah dia mendukung rencana bantuan Presiden Joe Biden senilai 1,9 triliun dolar AS, Georgieva mengatakan IMF mendukung fokus rencana tersebut pada vaksinasi, perawatan kesehatan, dukungan untuk pengangguran, dan bantuan kepada pemerintah negara bagian dan lokal.
Meskipun ekonomi mulai pulih, Georgieva mengatakan risiko tetap ada, terutama jika dukungan tidak dipertahankan cukup lama.
“Masih ada bahaya bahwa jika dukungan tidak dipertahankan sampai kita dapat keluar secara berkelanjutan dari krisis kesehatan, bisa terjadi gelombang kebangkrutan dan pengangguran yang berbahaya,” katanya.
Pada 2020, dia mengatakan kebangkrutan AS lebih rendah dari rata-rata pada tahun-tahun normal karena dukungan fiskal dan penting untuk terus menyesuaikan dukungan tersebut pada 2021 sambil mempersiapkan dengan hati-hati saat beberapa bisnis tidak dapat bertahan.
“Kami ingin melihat tindakan kebijakan yang cermat dan penyesuaian yang baik. Kami ingin dukungan kebijakan ada di sana," kata, dia menambahkan, "Perhatian yang besar diperlukan agar kami tidak berada dalam situasi yang sulit."
Georgieva mengakui kekhawatiran yang diajukan oleh mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Lawrence Summers tentang kemungkinan overheating ekonomi AS, tetapi dia yakin bahwa Menteri Keuangan baru Janet Yellen akan mengawasi risiko tersebut dengan cermat.
“Memang kita harus waspada terhadap risiko, tetapi kita memiliki Menteri Keuangan terbaik untuk potensi risiko ini," kata dia. "Dan saya yakin bahwa akan ada banyak perhatian yang diberikan untuk mengantisipasi dan, jika perlu , mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi risiko ini." (*)
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan kepada wartawan bahwa Amerika Serikat, ekonomi terbesar di dunia, memiliki ruang untuk mengambil tindakan lebih lanjut dan melakukan hal itu akan memberikan efek limpahan positif bagi ekonomi global.
Ditanya apakah dia mendukung rencana bantuan Presiden Joe Biden senilai 1,9 triliun dolar AS, Georgieva mengatakan IMF mendukung fokus rencana tersebut pada vaksinasi, perawatan kesehatan, dukungan untuk pengangguran, dan bantuan kepada pemerintah negara bagian dan lokal.
Meskipun ekonomi mulai pulih, Georgieva mengatakan risiko tetap ada, terutama jika dukungan tidak dipertahankan cukup lama.
“Masih ada bahaya bahwa jika dukungan tidak dipertahankan sampai kita dapat keluar secara berkelanjutan dari krisis kesehatan, bisa terjadi gelombang kebangkrutan dan pengangguran yang berbahaya,” katanya.
Pada 2020, dia mengatakan kebangkrutan AS lebih rendah dari rata-rata pada tahun-tahun normal karena dukungan fiskal dan penting untuk terus menyesuaikan dukungan tersebut pada 2021 sambil mempersiapkan dengan hati-hati saat beberapa bisnis tidak dapat bertahan.
“Kami ingin melihat tindakan kebijakan yang cermat dan penyesuaian yang baik. Kami ingin dukungan kebijakan ada di sana," kata, dia menambahkan, "Perhatian yang besar diperlukan agar kami tidak berada dalam situasi yang sulit."
Georgieva mengakui kekhawatiran yang diajukan oleh mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Lawrence Summers tentang kemungkinan overheating ekonomi AS, tetapi dia yakin bahwa Menteri Keuangan baru Janet Yellen akan mengawasi risiko tersebut dengan cermat.
“Memang kita harus waspada terhadap risiko, tetapi kita memiliki Menteri Keuangan terbaik untuk potensi risiko ini," kata dia. "Dan saya yakin bahwa akan ada banyak perhatian yang diberikan untuk mengantisipasi dan, jika perlu , mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi risiko ini." (*)
Pewarta : Apep Suhendar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Direktur IMF: Ekonomi Indonesia jauh di atas rata-rata pertumbuhan dunia
20 May 2023 19:36 WIB, 2023
Perekonomian Tiongkok dibuka, IMF naikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global jadi 2,9 persen
31 January 2023 10:57 WIB, 2023
Inflasi di atas target, IMF desak bank-bank sentral Asia perketat kebijakan moneter
14 October 2022 8:50 WIB, 2022
Dolar lebih kuat, Ketua IMF: Negara-negara dengan tingkat utang yang tinggi kena pukulan 3 kali
14 October 2022 7:52 WIB, 2022
Terburuk kedua dalam 40 tahun terakhir, China tak mau disalahkan IMF soal rendahnya pertumbuhan ekonomi
13 October 2022 6:18 WIB, 2022
Pemerintah mulai menghitung dan menyiapkan skenario terburuk hadapi ancaman resesi global 2023
12 October 2022 12:43 WIB, 2022
IMF turunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global 2023 jadi 2,7 persen
12 October 2022 6:52 WIB, 2022
Dolar AS menguat tipis saat pedagang cemas menunggu laporan inflasi utama
12 October 2022 6:22 WIB, 2022
28 negara antre pertolongan IMF, Presiden serukan optimisme jaga perekonomian negara
11 October 2022 12:46 WIB, 2022