Dinas Pertanian Solok kembangkan Agrowisata Payo dan bunga krisan
Rabu, 6 Januari 2021 18:24 WIB
Agrowisata Payo, Kelurahan Tanahgaram, Kecamatan Lubuak Sikarah, Kota Solok, Sumatera Barat. (antarasumbar/HO)
Solok (ANTARA) - Dinas Pertanian Kota Solok terus berupaya mengembangkan Agrowisata Payo dan bunga krisan di kawasan Batu Patah Payo, Kelurahan Tanahgaram, Kecamatan Lubuak Sikarah, Kota Solok, Sumatera Barat.
Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, Ikhvan Marosa di Solok, Rabu, mengatakan pihaknya sudah mengembangkan komoditas bunga krisan sejak 2017 melalui Agrowisata Payo di wilayah Payo, Kota Solok.
"Akan tetapi hasil panen bunga krisan itu belum mampu memenuhi permintaan pasar regional yang sangat tinggi," kata Marosa.
Dinas Pertanian Kota Solok pun terus berupaya mengembangkan Agrowisata Payo. Bahkan mulai awal tahun ini telah dikembangkan komoditas kopi payo untuk mendampingi komoditas bunga krisan tersebut.
Agar Agrowisata Payo itu terus berkembang di Kota Solok, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, Safrizal pun menyerahkan pengelolaan green house dari Direktorat Jenderal Hortikultura ke kelompok tani tuah sepakat Payo Kelurahan Tanah Garam.
Safrizal mengatakan paket bantuan itu langsung diserahkan kepada Habisian selaku ketua Kelompok Tani Tuah Sepakat dan disaksikan oleh seluruh undangan yang hadir.
Selain itu, bentuk paket bantuan yang diberikan yaitu berupa bangunan green house yang dibangun menjadi empat bangunan. Kemudian bantuan saprodi berupa pupuk, bibit krisan, dan arang sekam.
Ia mengatakan bahwa green house yang dibangun oleh pemerintah ini merupakan stimulan bagi kelompok tani agar pengembangan tanaman bunga krisan di kelompok tani tuah sepakat dapat lebih berkembang ke depannya.
"Bantuan ini berasal dari APBN dan APBD," ujar dia.
Ia berharap ke depannya petani di daerah itu dapat meneruskan dan melanjutkan kegiatan pengembangan bunga krisan walaupun nanti tanpa adanya bantuan dari pemerintah lagi.
Selain itu, ia mengatakan bibit bunga krisan tersebut didatangkan langsung dari Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Kementerian Pertanian RI di Cipanas.
Merupakan salah satu jenis varietas unggulan bunga krisan yang ditanam di green house yaitu jenis jayanti. Bunga krisan ini dapat dipanen pada umur tiga bulan sepuluh hari.
Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, Ikhvan Marosa di Solok, Rabu, mengatakan pihaknya sudah mengembangkan komoditas bunga krisan sejak 2017 melalui Agrowisata Payo di wilayah Payo, Kota Solok.
"Akan tetapi hasil panen bunga krisan itu belum mampu memenuhi permintaan pasar regional yang sangat tinggi," kata Marosa.
Dinas Pertanian Kota Solok pun terus berupaya mengembangkan Agrowisata Payo. Bahkan mulai awal tahun ini telah dikembangkan komoditas kopi payo untuk mendampingi komoditas bunga krisan tersebut.
Agar Agrowisata Payo itu terus berkembang di Kota Solok, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, Safrizal pun menyerahkan pengelolaan green house dari Direktorat Jenderal Hortikultura ke kelompok tani tuah sepakat Payo Kelurahan Tanah Garam.
Safrizal mengatakan paket bantuan itu langsung diserahkan kepada Habisian selaku ketua Kelompok Tani Tuah Sepakat dan disaksikan oleh seluruh undangan yang hadir.
Selain itu, bentuk paket bantuan yang diberikan yaitu berupa bangunan green house yang dibangun menjadi empat bangunan. Kemudian bantuan saprodi berupa pupuk, bibit krisan, dan arang sekam.
Ia mengatakan bahwa green house yang dibangun oleh pemerintah ini merupakan stimulan bagi kelompok tani agar pengembangan tanaman bunga krisan di kelompok tani tuah sepakat dapat lebih berkembang ke depannya.
"Bantuan ini berasal dari APBN dan APBD," ujar dia.
Ia berharap ke depannya petani di daerah itu dapat meneruskan dan melanjutkan kegiatan pengembangan bunga krisan walaupun nanti tanpa adanya bantuan dari pemerintah lagi.
Selain itu, ia mengatakan bibit bunga krisan tersebut didatangkan langsung dari Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Kementerian Pertanian RI di Cipanas.
Merupakan salah satu jenis varietas unggulan bunga krisan yang ditanam di green house yaitu jenis jayanti. Bunga krisan ini dapat dipanen pada umur tiga bulan sepuluh hari.
Pewarta : Laila Syafarud
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wako Solok tinjau dan salurkan bantuan korban kebakaran di Simpang Rumbio
05 February 2026 19:43 WIB
Wawako Solok buka pelatihan dasar CPNS Kota Solok tahun 2026 sebanyak 111 orang
05 February 2026 19:35 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB