Jakarta, (ANTARA) - Pengusaha Hartati Murdaya menyambut baik langkah operator twitter di Amerika Serikat yang telah menghentikan dua akun yang mencatut nama dirinya, yakni @hartatimurdaya dan @hartatimurdayapoo.
Dua akun tersebut sempat beredar di dunia maya dan diunggah oleh banyak orang. Dua akun palsu atas nama Hartati Murdaya itu berisi posting-posting yang mengkritik dan menyudutkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta Partai Demokrat, demikian siaran pers Hartati yang diterima di Jakarta, Junmat.
Selain menyampaikan terima kasih ke pihak operator twitter, Hartati Murdaya juga menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak yang telah menjadi sasaran kritik oleh kedua akun twitter palsu tersebut.
Ia sama sekali tidak menyampaikan apapun seperti yang ada di posting di kedua akun twitter tersebut.
Hartati dalam siaran pers tersebut mengatakan dua akun tersebut adalah akun palsu yang dibuat dan dioperasikan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan cara mencatut nama dirinya.
Oleh karena itu pada awal Oktober lalu pihaknya mengajukan keluhan dan pengaduan kepada pihak twitter di Amerika Serikat, meminta agar kedua akun tersebut segera distop.
"Saya tidak pernah membuat dan atau tidak pernah mengoperasikan, serta tidak pernah memerintahkan orang lain untuk membuat dan atau mengoperasikan akun twitter yang bernama @hartatimurdaya dan @hartatimurdayapoo serta akun twitter lain yang menggunakan nama saya. Keberadaan akun-akun tersebut sama sekali di luar sepengetahuan saya dan sama sekali tidak melibatkan diri saya," demikian Hartati.
Berdasarkan laporan ini pihak operator twitter pun cepat tanggap dan tidak berapa lama kemudian mereka menghentikan kedua akun tersebut sehingga terhitung mulai pekan ini, kedua akun yang menamakan diri sebagai Hartati Murdaya tersebut sama sekali sudah tidak bisa diakses lagi di jaringan twitter seluruh dunia.
Menurut dia, tanpa dirinya membantah pun sebenarnya publik sudah tahu bahwa kedua akun tersebut adalah akun palsu karena emua orang tahu bahwa saat ini dirinya sedang menghadapi kasus hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sehingga tidak mungkin bisa mengakses komputer, handphone, atau internet untuk mengoperasikan twitter.
"Akun twitter yang seperti tersebut di atas dibuat dan dioperasikan oleh orang lain di luar sepengetahuan saya dan dibuat dengan cara mencatut nama saya. Oleh sebab itu saya merasa dirugikan dan merasa nama saya telah disalahgunakan oleh orang tidak bertanggung jawab untuk tujuan-tujuan pribadi," jelasnya.
Hartati menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak yang telah menjadi sasaran kritik maupun yang namanya disebut dalam posting di kedua akun twitter itu.
Ia juga meminta maaf kepada semua pihak yang telah merasa terganggu oleh keberadaan kedua akun tersebut.
Beberapa waktu lalu sempat beredar di dunia maya dua akun twitter dengan akun @hartatimurdaya dan @hartatimurdayapoo. Kedua akun ini sempat diunggah oleh ribuan orang.
Pada sebuah kesempatan kepada wartawan Hartati Murdaya telah secara lisan membantah dirinya memiliki kedua akun tersebut. Kuasa hukumnya, Patra M Zein, pun telah membantah secara resmi. (*/wij)