Padang Panjang (ANTARA) - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Padang Panjang menggelar workshop pelestarian situs - situs bersejarah. Kegiatan yang dilaksanakan dua hari lalu itu, diikuti perwakilan warga yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan seperti LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat), Pokdarwis, perwakilan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan sebagainya.
Sekretaris DPK, Afrizal, S.Sos yang membuka acara ini, Sabtu (12/12) menyebutkan, kegiatan itu menghadirkan narasumber dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat, Nedih Tri Nur Cahyo, S.S, M.A dan penulis buku sejarah, Fikrul Hanif.
"Sejarah sering kali dilupakan sebagian orang karena tidak adanya pelestarian atau pengingatan kembali. Padang Panjang sebagai kota sejarah UNESCO, memandang perlu mengadakan workshop pelestarian situs-situs bersejarah. Karena tanpa adanya itu, maka sejarah yang ada di kota kita ini akan hilang dan memudar sedikit demi sedikit. Sehingga kita kehilangan sejarah yang akan kita tinggalkan untuk anak cucu kita kelak," paparnya.
Dengan diadakannya workshop ini, harap Afrizal, dapat melestarikan, mengingat serta memelihara berbagai situs sejarah dan peninggalan berharga.
"Sehingga generasi penerus tidak kehilangan identitas sebagai bangsa berbudaya," ujarnya.
DPK Padang Panjang gelar workshop agar warga mengingat sejarah
Sabtu, 12 Desember 2020 21:49 WIB
Workshop Situs sejarah (Antara/ist)
Pewarta : Fira
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ada apa di situs tambang Lobang Transport Cemara.395 di Puncak Cemara Sawahunto?
07 September 2025 11:39 WIB
BSSN-Komdigi perkuat strategi cegah judol menyusup ke situs pemerintah
19 February 2025 20:56 WIB, 2025
Polri sita Rp61 miliar dari penangkapan 11 pelaku tiga situs web judol
21 January 2025 11:03 WIB, 2025