Padang, (ANTARA) - Ketua PDI Perjuangan Sumatera Barat Alex Indra Lukman menilai pernyataaan Plt Ketua Umum DPP PSI Giring Ganesha  menggelikan di “Virtual Concert”  memperingati HUT ke-6 PSI, Minggu (29/11) karena menjanjikan gawai bagi setiap siswa jika terpilih menjadi pemimpin bangsa 

Ia mengatakan seorang figur publik menjanjikan akan menyediakan gawai untuk setiap siswa jika jadi pemimpin bangsa, terkesan konyol sekaligus menggelikan terlebih pengadaan gawai itu disebut sebuah inovasi pula. 

“Tak layak disebut sebuah inovasi jika tawarannya kental dengan nuansa pengadaan barang. Jika niatnya mau menaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), maka hal itu butuh gagasan dan narasi yang bisa diuji validitasnya,” kata dia melalui keterangan tertulis di Padang, Selasa.

"Program nasional ini saya namakan ‘Gadget Belajar Giring.’ Kenapa program ini harus dikerjakan? Di gadget nanti, semua materi pelajaran bisa dikumpulkan. Jauh lebih simpel. Walaupun jika kegiatan belajar-mengajar kembali dilakukan secara tatap muka, para siswa tidak perlu lagi berat-berat membawa buku ke sekolah,” kata Giring, dikutip dari laman psi.id.  

Alex mengatakan IPM sendiri terdiri dari empat indikator utama yaitu Usia Harapan Hidup (UHH), Harapan Lama Sekolah (HLS), Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan pengeluaran per kapita yang disesuaikan pada Purchasing Power Parity (PPP).

“IPM merupakan indikator global yang tingkat keberhasilannya diukur setiap tahunnya. Salah satu lembaga yang juga melakukan survei untuk mengukur IPM setiap negara di dunia ini adalah United Nations Development Programme (UNDP). Kalau mau melempar gagasan, lihat-lihat juga lah indikator yang digunakan untuk kesuksesannya,” kata dia menyarankan

Ia mengatakan tantangan mencerdaskan anak bangsa di masa pandemi COVID-19, juga jadi tantangan yang mesti ditaklukkan dengan inovasi lebih cerdas.
 
Pandemi ini telah menciptakan tantangan sekaligus peluang yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan. Jika tawaran memperbaiki IPM di sektor pendidikan dengan pengadaan gawai, terlalu sederhana sekali idenya,

“Angka 45 juta siswa di Indonesia yang terkendala dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ), akibat ketiadaan gawai atau fasilitas yang memadai, tak layak tawaran cara mengatasinya dengan pengadaan gawai. Itu solusi yang tak perlu pakai mikir,” katanya 

Pewarta : Mario Sofia Nasution
Editor : Ikhwan Wahyudi
Copyright © ANTARA 2024