Bertambah, delapan guru di Solok Selatan positif COVID-19
Selasa, 20 Oktober 2020 8:40 WIB
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 melakukan tes usap massal kepada 4.000 Aparatur Sipil Negara di lingkup komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi. (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah)
Padang Aro (ANTARA) - Jumlah kasus positif COVID-19 di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat bertambah sembilan orang dan delapan diantaranya merupakan guru serta satu pengawas sekolah, Selasa.
Penjabat sementara Bupati Solok Selatan Jasman Rizal didampingi Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan Novirman, di Padang Aro, Selasa, mengatakan guru yang dinyatakan positif COVID-19 hari ini terdiri dari satu guru SMA yaitu Mu, empat guru SMP dengan inisial NI, NG, IY, RA serta tiga orang guru SD yaitu Sa, Hl, Wk dan seorang penhawas sekolah yaitu Si.
"Tenaga pendidik maupun pengawas sekolah yang sudah dites usap sebanyak 1.830 orang dan semua sudah keluar hasilnya dengan 19 orang positif COVID-19," katanya.
Dia mengatakan, semua warga yang kontak erat dengan pasien positif COVID-19 akan di tracing dan dilakukan tes usap.
Jasman mengatakan tes usap bagus untuk mengendalikan penyebaran COVID-19 sebab semakin banyak testing akan semakin banyak diketahui sehingga lebih mudah mengendalikannya.
Masyarakat, katanya, jangan cemas dan panik atas hasil ini sebab dengan temuan ini, artinya bisa dilakukan isolasi dan penaganan secara cepat.
"Bayangkan kalau tidak lakukan test PCR ini, mereka yang positif akan terus berinteraksi dengan warga lainnya dan berpotensi besar menginfeksi orang lain," ujarnya .
Dia berharap setelah para guru juga akan dilakukan tes usap kepada unsur-unsur lainnya, baik itu ASN, dan juga masyarakat.
"Smoga kita tetap sehat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, jaga jarak dan pakai masker, karena kita tidak tahu siapa diantara kita yang telah terinfeksi," ujarnya.
Dia menambahkan hampir 90 sampai 95 persen yang telah terinfeksi COVID-19 adalah Orang Tanpa Gejala (OTG) dan untuk mengetahuinya satu-satunya jalan adalah dengan PCR test dengan swab. (*)
Penjabat sementara Bupati Solok Selatan Jasman Rizal didampingi Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan Novirman, di Padang Aro, Selasa, mengatakan guru yang dinyatakan positif COVID-19 hari ini terdiri dari satu guru SMA yaitu Mu, empat guru SMP dengan inisial NI, NG, IY, RA serta tiga orang guru SD yaitu Sa, Hl, Wk dan seorang penhawas sekolah yaitu Si.
"Tenaga pendidik maupun pengawas sekolah yang sudah dites usap sebanyak 1.830 orang dan semua sudah keluar hasilnya dengan 19 orang positif COVID-19," katanya.
Dia mengatakan, semua warga yang kontak erat dengan pasien positif COVID-19 akan di tracing dan dilakukan tes usap.
Jasman mengatakan tes usap bagus untuk mengendalikan penyebaran COVID-19 sebab semakin banyak testing akan semakin banyak diketahui sehingga lebih mudah mengendalikannya.
Masyarakat, katanya, jangan cemas dan panik atas hasil ini sebab dengan temuan ini, artinya bisa dilakukan isolasi dan penaganan secara cepat.
"Bayangkan kalau tidak lakukan test PCR ini, mereka yang positif akan terus berinteraksi dengan warga lainnya dan berpotensi besar menginfeksi orang lain," ujarnya .
Dia berharap setelah para guru juga akan dilakukan tes usap kepada unsur-unsur lainnya, baik itu ASN, dan juga masyarakat.
"Smoga kita tetap sehat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, jaga jarak dan pakai masker, karena kita tidak tahu siapa diantara kita yang telah terinfeksi," ujarnya.
Dia menambahkan hampir 90 sampai 95 persen yang telah terinfeksi COVID-19 adalah Orang Tanpa Gejala (OTG) dan untuk mengetahuinya satu-satunya jalan adalah dengan PCR test dengan swab. (*)
Pewarta : Erik Ifansya Akbar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga emas Antam meroket Rp40.000 ke angka Rp2,703 juta/gr, Senin (19/01/2026)
19 January 2026 9:42 WIB
Harga dua jenama emas di Pegadaian kompak stabil, hari ini Senin (19/01/2026)
19 January 2026 9:04 WIB
Jadwal dan lokasi layanan SIM Keliling Kota Padang, hari ini Senin (19/01/2026)
19 January 2026 4:20 WIB