Padang (ANTARA) -  Badan Pusat Statistik mencatat nilai ekspor Sumatera Barat  pada Agustus  2020 mencapai 98,24 juta dolar Amerika Serikat atau mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya 17,44 persen 

"Pada Juli 2020 ekspor Sumbar mencapai 119 juta dolar AS, Agustus turun menjadi 98, 24 juta dolar AS," kata Kepala BPS Sumbar Pitono di Padang, Jumat.

Ia merinci pada Agustus 2020 golongan barang yang paling banyak diekspor adalah lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 75,52 juta dolar AS, dan golongan karet serta barang dari karet 9,85 juta dolar AS.

Negara tujuan terbesar ekspor Sumbar pada Agustus  2020  adalah Tiongkok 27,17 juta dolar AS dan India  23,05 juta dolar AS.

Selama periode Januari-Agustus  2020 ekspor ke India memberikan peran 27,14 persen dan Amerika Serikat 18.20 persen.

Sementara pada Agustus  2020 nilai impor Sumbar melonjak signifikan 422,79 persen dari 2,07 juta dolar AS pada Juli menjadi 10,80  juta dolar AS pada Agustus.

Golongan paling banyak diimpor pada Agustus  2020 adalah pupuk 9,85 juta dolar AS, dan  garam, belerang dan kapur  0,31 juta dolar AS.

Sementara PT Semen Padang    mengekspor 25 ribu ton semen sebanyak 25.000 ton ke Australia yang diangkut menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Teluk Bayur Padang.

Senior Manager of Export Sales Semen Indonesia Group Fifit Abriyanto  mengatakan, semen yang diekspor ke Australia tipe OPC Type I Grade 52,5N melalui kapal MV Luga yang  lego jangkar di Pelabuhan Teluk Bayur.

Selain semen, lanjut Fifit, PT Semen Padang pada September 2020  juga mengekspor klinker lebih kurang sebanyak 95.300  Matric Ton (MT) ke Bangladesh.

"Dari jumlah tersebut, sebanyak 35.000 MT sudah dikirim. Kemudian sisanya, akan diekspor pada akhir September," kata dia.

Bagi PT Semen Padang, atau Semen Indonesia Group, ekspor semen dan klinker  menguntungkan secara pendapatan, maupun dari sisi utilisasi pabrik, karena semakin tinggi penjualan, maka akan semakin tinggi jam operasi produksi, ujarnya.

Ekspor semen dan klinker ke berbagai negara  terus dimaksimalkan dan ekspor tersebut sudah berlangsung sejak 2008. 

Namun untuk ke Australia, telah dimulai sejak 2016 dan PT Semen Padang adalah perusahaan semen pertama yang berada di bawah naungan Semen Indonesia Group yang mengekspor semen ke Australia.

PT Semen Padang menargetkan ekspor semen dan klinker pada 2020  sebanyak 1.580.000 MT, meskipun saat ini dunia diguncang wabah COVID-19. 

"Kami optimistis target tersebut bisa tercapai, karena hingga kini kami sudah merealisasikan 68,5 persen target ekspor," katanya.

Sejak awal Januari hingga pertengahan September tahun 2020, PT Semen Padang telah mengekspor 1.085.000 MT ke enam negara di dunia dengan rincian, semen sebanyak 116.000 MT dan klinker 969.000 MT.



 

Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2025