Padang Aro (ANTARA) - Pesantren Muhammad Al-Fatih yang terletak diantara perbukitan itu di Jorong Pasia Putiah, Nagari Pakan Rabaa Timur, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan, tidak memungut biaya apapun kepada santrinya yang menimba ilmu di sana.

"Niat kami membangun pesantren ini karena pendidikan di pesantren itu tidak harus mengeluarkan uang. Apalagi dengan jumlah yang banyak," kata Pembina Yayasan Darrul Izzatil Islam, Lena Muhammad Natsir di Padang Aro, Jumat. 

Pesantren itu saat ini hanya bisa menyediakan mushala untuk tempat belajar para santri. 

"Kami saat ini hanya bisa menyediakan ruangan mushala saja untuk santri. Karena kami masih kekurangan dana untuk membangun gedung," lanjutnya. Sejumlah santri di Pesantren Muhammad Al-Fatih di Jorong Pasia Putiah, Kecamatan, Nagari Pakan Rabaa Timur, Kabupaten Solok Selatan, belajar di mushala di lingkungan ponpes itu karena pembangunan gedung sekolah belum rampung. (ANTARA/HO) Sebanyak 59 santri yang menimba ilmu di pesantren itu harus belajar secara bergantian di ruangan mushala mengingat gedung yang bakal mereka gunakan untuk belajar belum selesai dibangun. 

Ia mengungkapkan pihaknya masih terkendala biaya untuk membangun pesantren dan membayar guru yang mengajar. 

"Untuk guru yang mengajar saja honornya hanya kami berikan tiga bulan sekali. Itu pun dicicil," lanjutnya.

Saat ini, pesantren tersebut masih menunggu uluran tangan dari dermawan yang mau menyumbangkan rezekinya untuk keberlanjutan pendidikan gratis untuk santri di daerah tersebut. (*)

Pewarta : Joko Nugroho/ist
Editor : Joko Nugroho
Copyright © ANTARA 2026