Batusangkar (ANTARA) - Empat nagari dari 75 nagari di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat masih belum memiliki Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag) dikarenakan rendahnya kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di nagari dalam melirik potensi daerah.


"Untuk itu kita terus mendorong bagaimana agar nagari dan Bumnag dapat berjalan dengan semestinya supaya kedepannya bisa meningkatkan ekonomi di nagari," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMDPPKB) Tanah Datar, Novenril di Batusangkar Senin.


Ia menambahkan agar terbentuknya sebuah badan usaha di tiap nagari dan mengoptimalkan badan usaha yang sudah ada Pemda Tanah Datar terus berupaya mencarikan solusi.


Diantara upaya yang dilakukan dengan memberikan bimbingan teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas pengurus Bumnag termasuk memberikan arahan kepada pihak pemerintah nagari.


"Hal itu bertujan agar dalam menetapkan unit usaha para pengurus Bumnag terlebih dahulu telah mengkaji potensi apa yang dimiliki oleh nagari itu sendiri," lanjutnya.


Selain itu ia juga menyarankan pemerintah nagari harus menyeleksi para pengurus Bumnag yang akan dipilih supaya pengurus terpilih tidak hilang akal setelah usaha itu dijalankan.


"Kita menyarankan kepada panitia pengurus Bumnag di nagari betul-betul menyeleksi para pengurus Bumnag  yang akan dipilih sesuai kriteria yang ditetapkan," jelasnya.


Ia mengatakan selain minimnya SDM, kecilnya pernyataan modal dari nagari juga menjadi salah satu kendala dalam perkembangan Bumnag di Tanah Datar.


"Sehingga pada akhirnya banyak pengurus Bumnag yang kewalahan dan bahkan ada yang mengundurkan diri sehingga usaha itu tidak maksimal," tambahnya.


 

Pewarta : Etri Saputra
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2024