Kemenperin incar peluang relokasi perusahaan AS dari China
Jumat, 12 Juni 2020 14:17 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. ANTARA/HO-Kementerian Perindustrian
Jakarta, (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengincar peluang relokasi investasi sejumlah industri dari Amerika Serikat yang berencana memindahkan pabrik dari Negeri Tirai Bambu akibat dampak perang dagang AS-China.
"Kami tetap fokus menarik investasi di berbagai sektor industri. Sektor manufaktur yang kami sasar meliputi industri untuk substitusi impor, industri berorientasi ekspor, industri padat karya dan industri produk berbasis teknologi tinggi," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.
Untuk itu, pihaknya siap memfasilitasi dengan menawarkan ketersediaan kawasan industri yang terintegrasi.
"Hingga saat ini, Indonesia telah mendirikan sebanyak 114 kawasan industri dan berencana untuk mengembangkan 27 kawasan industri lainnya hingga akhir tahun 2024," ujar Menperin.
Kemarin, Kamis (10/6/2020), Menperin melakukan pertemuan virtual dengan US-ASEAN Business Council.
Pada kesempatan itu, Menperin memberikan apresiasi kepada para investor AS yang telah berkontribusi dalam penguatan struktur manufaktur di Tanah Air.
"Mereka membuktikan mampu menjadi katalis bagi pertumbuhan sektor-sektor industri baru di Indonesia, bahkan sampai menyediakan pelatihan, berbagi pengetahuan, dan turut mengembangkan wirausaha di dalam negeri," kata Menperin.
Menperin optimistis AS akan selalu menjadi mitra bisnis perdagangan yang penting bagi Indonesia. Hal ini ditandai dengan peningkatan investasi dan kerja sama di antara pelaku industri kedua negara.
Sepanjang 2013-2017, penanaman modal AS di Indonesia telah menyentuh angka 36 miliar dolar AS.
"Adapun perusahaan-perusahaan AS yang telah berkontribusi besar di Indonesia di antaranya adalah perusahaan raksasa teknologi seperti IBM, HP, Microsoft, Facebook, Google dan Apple, yang telah menjadi kunci digitalisasi di Indonesia," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Menperin mengemukakan sedikitnya ada empat isu utama yang sedang menjadi perhatian pemerintah saat ini dalam upaya penanganan COVID-19 dan memulihkan kembali roda perekonomian nasional.
"Yang menjadi key issue adalah pengaruh COVID-19 ke sektor industri, kebijakan selama PSBB, insentif untuk investor, dan program terkait industri dalam menangani COVID-19," kata Menperin.
Pemerintah saat ini, kata dia, telah memberikan berbagai insentif bagi sektor industri, terutama mereka yang terdampak pandemi COVID-19 agar bisa bergairah kembali.
Stimulus itu antara lain relaksasi untuk pajak impor, pajak penghasilan, restitusi pajak pertambahan nilai, serta tunjangan pajak penghasilan untuk perusahaan individu.
"Selain itu, akan ada stimulus tambahan yang sedang dibahas oleh pemerintah di antaranya adalah penyesuaian harga energi untuk listrik dan gas, restrukturisasi kredit atau pinjaman, dan ketentuan pinjaman modal kerja," ujar Menperin.
Menperin meyakini Indonesia masih menjadi negara tujuan utama para investor yang ingin berekspansi atau membangun pabrik barunya. Apalagi, Indonesia dinilai akan mampu menjadi pusat manufaktur di kawasan ASEAN.
"Karena sebagian perusahaan skala besar telah menjadikan Indonesia sebagai basis produksi mereka untuk pasar global," tuturnya.
Daya tarik Indonesia lainnya adalah memiliki pasar yang sangat besar dan akan menikmati masa bonus demografi hingga tahun 2030. "Posisi strategis Indonesia sebagai pemimpin ekonomi teratas ASEAN juga telah menjadi landasan tujuan investasi yang sukses," kata Menperin Agus. (*)
"Kami tetap fokus menarik investasi di berbagai sektor industri. Sektor manufaktur yang kami sasar meliputi industri untuk substitusi impor, industri berorientasi ekspor, industri padat karya dan industri produk berbasis teknologi tinggi," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.
Untuk itu, pihaknya siap memfasilitasi dengan menawarkan ketersediaan kawasan industri yang terintegrasi.
"Hingga saat ini, Indonesia telah mendirikan sebanyak 114 kawasan industri dan berencana untuk mengembangkan 27 kawasan industri lainnya hingga akhir tahun 2024," ujar Menperin.
Kemarin, Kamis (10/6/2020), Menperin melakukan pertemuan virtual dengan US-ASEAN Business Council.
Pada kesempatan itu, Menperin memberikan apresiasi kepada para investor AS yang telah berkontribusi dalam penguatan struktur manufaktur di Tanah Air.
"Mereka membuktikan mampu menjadi katalis bagi pertumbuhan sektor-sektor industri baru di Indonesia, bahkan sampai menyediakan pelatihan, berbagi pengetahuan, dan turut mengembangkan wirausaha di dalam negeri," kata Menperin.
Menperin optimistis AS akan selalu menjadi mitra bisnis perdagangan yang penting bagi Indonesia. Hal ini ditandai dengan peningkatan investasi dan kerja sama di antara pelaku industri kedua negara.
Sepanjang 2013-2017, penanaman modal AS di Indonesia telah menyentuh angka 36 miliar dolar AS.
"Adapun perusahaan-perusahaan AS yang telah berkontribusi besar di Indonesia di antaranya adalah perusahaan raksasa teknologi seperti IBM, HP, Microsoft, Facebook, Google dan Apple, yang telah menjadi kunci digitalisasi di Indonesia," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Menperin mengemukakan sedikitnya ada empat isu utama yang sedang menjadi perhatian pemerintah saat ini dalam upaya penanganan COVID-19 dan memulihkan kembali roda perekonomian nasional.
"Yang menjadi key issue adalah pengaruh COVID-19 ke sektor industri, kebijakan selama PSBB, insentif untuk investor, dan program terkait industri dalam menangani COVID-19," kata Menperin.
Pemerintah saat ini, kata dia, telah memberikan berbagai insentif bagi sektor industri, terutama mereka yang terdampak pandemi COVID-19 agar bisa bergairah kembali.
Stimulus itu antara lain relaksasi untuk pajak impor, pajak penghasilan, restitusi pajak pertambahan nilai, serta tunjangan pajak penghasilan untuk perusahaan individu.
"Selain itu, akan ada stimulus tambahan yang sedang dibahas oleh pemerintah di antaranya adalah penyesuaian harga energi untuk listrik dan gas, restrukturisasi kredit atau pinjaman, dan ketentuan pinjaman modal kerja," ujar Menperin.
Menperin meyakini Indonesia masih menjadi negara tujuan utama para investor yang ingin berekspansi atau membangun pabrik barunya. Apalagi, Indonesia dinilai akan mampu menjadi pusat manufaktur di kawasan ASEAN.
"Karena sebagian perusahaan skala besar telah menjadikan Indonesia sebagai basis produksi mereka untuk pasar global," tuturnya.
Daya tarik Indonesia lainnya adalah memiliki pasar yang sangat besar dan akan menikmati masa bonus demografi hingga tahun 2030. "Posisi strategis Indonesia sebagai pemimpin ekonomi teratas ASEAN juga telah menjadi landasan tujuan investasi yang sukses," kata Menperin Agus. (*)
Pewarta : Risbiani Fardaniah
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Klasemen BRI Super League, hingga Minggu 1/2/2026, Borneo menang Semen Padang FC kejar peluang
02 February 2026 6:31 WIB
Pasar BTC Bukittinggi bermasalah, Wako Bukittinggi geram dan buka peluang investor baru
06 January 2026 18:00 WIB
Peluang Persib jumpa Ratchaburi di 16 besar ACL II, CR7 lawan wakil Turkmenistan
31 December 2025 9:16 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB