Pendulang emas ditemukan tewas, evakuasi gunakan APD lengkap
Sabtu, 23 Mei 2020 14:25 WIB
Tim gabungan Basarnas Pos Pasaman di Pasaman Barat saat mengevakuasi jasad pendulang emas di Batang Alin Kecamaatan Gunung Tuleh dengan memakai Alat Pelindung Diri (APD), Sabtu (23/5).
Simpang Empat,- (ANTARA) - Tim gabungan Basarnas Pos Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat mengevakuasi jasad pendulang emas bernama Marju (49) yang ditemukan meninggal dunia di Batang Alin Kecamatan Gunung Tuleh, Sabtu (23/5).
"Korban ditemukan meninggal dunia pada pukul 07.55 WIB atau jarak 300 meter dari penemuan sendal korban. Korban saat ini telah kami evakuasi," kata Koordinator Basarnas Pos Pasaman Zulfahmi di Simpang Empat, Sabtu.
Ia mengatakan korban korban hilang sejak Rabu (20/5) ketika pergi mendulang emas di aliran Sungai Batang Alin.
Namun setelah warga dan tim penyelamat melakukan pencarian, korban tidak ditemukan.
"Warga telah berupaya melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai namun tidak ditemukan. Pada Sabtu pagi ini korban ditemukan meninggal dunia di daratan," katanya.
Ia menyebutkan pihaknya bersama pihak kepolisian dan instansi terkait telah melakukan evakuasi jasad korban dengan memperhatikan protokol COVID-19.
"Sebagai antisipasi, kita memakai alat pelindung diri (APD). Saat ini korban sudah berada di rumah duka untuk dimakamkan," katanya.
Ia mengajak masyarakat untuk tetap meningkatkan kehati-hatian karena cuaca ekstrem saat ini.
"Saat ini cuaca tidak menentu atau ekstrem. Kadang panas dan tiba-tiba hujan lebat disertai angin badai. Masyarakat diharapkan hati-hati," katanya. (*)
"Korban ditemukan meninggal dunia pada pukul 07.55 WIB atau jarak 300 meter dari penemuan sendal korban. Korban saat ini telah kami evakuasi," kata Koordinator Basarnas Pos Pasaman Zulfahmi di Simpang Empat, Sabtu.
Ia mengatakan korban korban hilang sejak Rabu (20/5) ketika pergi mendulang emas di aliran Sungai Batang Alin.
Namun setelah warga dan tim penyelamat melakukan pencarian, korban tidak ditemukan.
"Warga telah berupaya melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai namun tidak ditemukan. Pada Sabtu pagi ini korban ditemukan meninggal dunia di daratan," katanya.
Ia menyebutkan pihaknya bersama pihak kepolisian dan instansi terkait telah melakukan evakuasi jasad korban dengan memperhatikan protokol COVID-19.
"Sebagai antisipasi, kita memakai alat pelindung diri (APD). Saat ini korban sudah berada di rumah duka untuk dimakamkan," katanya.
Ia mengajak masyarakat untuk tetap meningkatkan kehati-hatian karena cuaca ekstrem saat ini.
"Saat ini cuaca tidak menentu atau ekstrem. Kadang panas dan tiba-tiba hujan lebat disertai angin badai. Masyarakat diharapkan hati-hati," katanya. (*)
Pewarta : Altas Maulana
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Disdukcapil Agam bantu identifikasi jasad korban banjir bandang di Salareh Aia (Video)
02 December 2025 13:32 WIB
Polisi telusuri rekaman CCTV buru pembuang jasad bayi dalam karung di Cipayung
31 July 2025 9:06 WIB