Industri Sawit Sumbar tak terpengaruh pandemi COVID-19
Rabu, 20 Mei 2020 19:41 WIB
Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang menjadi primadona bidang perkebunan di Provinsi Jambi.(ANTARA/Nanang Mairiadi)
Padang (ANTARA) - Industri sawit di Sumatera Barat mulai dari perkebunan hingga pabrik tetap berjalan normal tidak terpengaruh oleh pendemi COVID-19.
“Sejauh ini tidak ada pengaruh kepada industri kelapa sawit di Sumbar,” ujar Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) cabang Sumbar, Bambang Wiguritno melalui konferensi pers daring, Rabu.
Menurutnya kegiatan operasional maupun produktivitas perusahaan tidak terganggu. Begitu juga dengan harga Tandan Buah Segar (TBS) yang masih berada di level yang baik serta tidak terpengaruh COVID-19.
Distribusi Crude Palm Oil (CPO) pun tetap lancar dan berjalan seperti biasa. Selain karena termasuk komoditas yang strategis, kelancaran transportasi ini didukung juga oleh kelengkapan yang dipenuhi perusahaan kelapa sawit di Sumbar dalam bentuk pemilikan surat ijin operasional dan mobilitas yang diterbitkan Departemen Perindustrian.
Berdasarkan data yang dihimpun Gapki Sumbar, saat ini total ada sekitar 494,726 hektar perkebunan kelapa sawit di provinsi itu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 274, 533 hektar merupakan milik perusahaan perkebunan kelapa sawit, baik swasta maupun PTPNVI dan 112, 744 hektar di antaranya berasal dari 19 perusahaan perkebunan kelapa sawit yang tergabung sebagai anggota Gapki Sumbar.
Selain dikelola perusahaan, ada juga perkebunan yang milik masyarakat yaitu seluas 220,193 hektar.
Meskipun tidak terpengaruh COVID-19, menurut Bambang, para pengusaha kelapa sawit di Sumbar tetap waspada. Protokol operasional perkebunan kelapa sawit yang disusun dan diintruksikan dari GAPKI pusat sudah disosialisasikan dan diterapkan dengan disiplin ketat.
Penerapan protokol tersebut meliputi penggunaan masker, cuci tangan, pembatasan keluar-masuk kebun, dan penyemprotan disinfektan di beberapa wilayah.
Dalam rangka mencegah dan mengurangi dampak di masyarakat, Gapki Sumbar juga terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan Gugus Tugas Percepatan Penangangan COVID-19.
Bambang menyampaikan bahwa sampai sejauh ini setidaknya sudah sebanyak Rp 2.7 miliar total sumbangan Gapki Sumbar dan perusahaan-perusahaan kelapa sawit yang tergabung dalam Gapki Sumbar. Nilainya masih bisa terus bertambah. Donasi tersebut diserahkan baik ke rumah sakit berupa alat pelindung diri (APD) dan masker maupun bantuan sembako ke masyarakat sekitar.
Bambang berharap pemerintah terus mendukung kelancaran proses produksi dan distribusi sawit di Sumbar sehingga tetap berjalan seperti biasa di tengah masa Pembatasan Sosial berskala besar (PSBB). Karena, menurutnya, tanpa dukungan dari pemerintah produksi sawit di Sumbar tidak dapat berjalan secara optimal.
“Kerja sama ini telah berjalan dengan baik. Jauh sebelum pandemi pun, dukungan pemerintah sangat dirasakan manfaatnya,” ujar Bambang.***1***
“Sejauh ini tidak ada pengaruh kepada industri kelapa sawit di Sumbar,” ujar Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) cabang Sumbar, Bambang Wiguritno melalui konferensi pers daring, Rabu.
Menurutnya kegiatan operasional maupun produktivitas perusahaan tidak terganggu. Begitu juga dengan harga Tandan Buah Segar (TBS) yang masih berada di level yang baik serta tidak terpengaruh COVID-19.
Distribusi Crude Palm Oil (CPO) pun tetap lancar dan berjalan seperti biasa. Selain karena termasuk komoditas yang strategis, kelancaran transportasi ini didukung juga oleh kelengkapan yang dipenuhi perusahaan kelapa sawit di Sumbar dalam bentuk pemilikan surat ijin operasional dan mobilitas yang diterbitkan Departemen Perindustrian.
Berdasarkan data yang dihimpun Gapki Sumbar, saat ini total ada sekitar 494,726 hektar perkebunan kelapa sawit di provinsi itu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 274, 533 hektar merupakan milik perusahaan perkebunan kelapa sawit, baik swasta maupun PTPNVI dan 112, 744 hektar di antaranya berasal dari 19 perusahaan perkebunan kelapa sawit yang tergabung sebagai anggota Gapki Sumbar.
Selain dikelola perusahaan, ada juga perkebunan yang milik masyarakat yaitu seluas 220,193 hektar.
Meskipun tidak terpengaruh COVID-19, menurut Bambang, para pengusaha kelapa sawit di Sumbar tetap waspada. Protokol operasional perkebunan kelapa sawit yang disusun dan diintruksikan dari GAPKI pusat sudah disosialisasikan dan diterapkan dengan disiplin ketat.
Penerapan protokol tersebut meliputi penggunaan masker, cuci tangan, pembatasan keluar-masuk kebun, dan penyemprotan disinfektan di beberapa wilayah.
Dalam rangka mencegah dan mengurangi dampak di masyarakat, Gapki Sumbar juga terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan Gugus Tugas Percepatan Penangangan COVID-19.
Bambang menyampaikan bahwa sampai sejauh ini setidaknya sudah sebanyak Rp 2.7 miliar total sumbangan Gapki Sumbar dan perusahaan-perusahaan kelapa sawit yang tergabung dalam Gapki Sumbar. Nilainya masih bisa terus bertambah. Donasi tersebut diserahkan baik ke rumah sakit berupa alat pelindung diri (APD) dan masker maupun bantuan sembako ke masyarakat sekitar.
Bambang berharap pemerintah terus mendukung kelancaran proses produksi dan distribusi sawit di Sumbar sehingga tetap berjalan seperti biasa di tengah masa Pembatasan Sosial berskala besar (PSBB). Karena, menurutnya, tanpa dukungan dari pemerintah produksi sawit di Sumbar tidak dapat berjalan secara optimal.
“Kerja sama ini telah berjalan dengan baik. Jauh sebelum pandemi pun, dukungan pemerintah sangat dirasakan manfaatnya,” ujar Bambang.***1***
Pewarta : Miko Elfisha
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jadwal dan lokasi layanan SIM Keliling Kota Padang, hari ini Jumat (13/02/2026)
13 February 2026 4:32 WIB
Wagub Vasko tegaskan Program TMMD bukan sekadar agenda rutin tapi berbasis kebutuhan masyarakat
12 February 2026 22:00 WIB
BRI Peduli salurkan TJSL untuk pengadaan sarana penunjang UMKM Sigek Art Silungkang Duo
12 February 2026 19:14 WIB
Pindah ke provinsi, Sekda Padang Andree Algamar jabat Kepala Biro Umum Setdaprov Sumbar
12 February 2026 19:04 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
Minggu (08/02/2026) hari ini, Harga emas UBS Rp2,972 juta per gr, Galeri24 Rp2,958 juta per gr
08 February 2026 9:00 WIB