Pemerhati: Tak elok staf khusus presiden rangkap jabatan
Kamis, 16 April 2020 14:28 WIB
Staf khusus (Stafsus) Presiden RI Adamas Belva Syah Devara. ANTARA/Muhammad Zulfikar/am.
Jakarta (ANTARA) - Pemerhati pendidikan dari Center for Education Regulations & Development Analysis (CERDAS) Indra Charismiadji mengatakan tidak elok jika Staf Khusus (Stafsus) presiden merangkap jabatan sebagai direktur di perusahaan rintisan.
"Sudah pasti ada konflik kepentingan karena digaji oleh uang rakyat untuk kepentingan negara, tetapi masih menjadi direktur utama perusahaan yang tujuannya mencari keuntungan bagi pemegang saham," ujar Indra di Jakarta, Kamis.
Indra menyoroti keikutsertaan Ruang Guru pada program pemerintah yakni kartu pra kerja, yang mana direktur utamanya juga merangkap sebagai Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo, Adamas Syah Belva Devara.
Indra menambahkan tanpa adanya program pemerintah saja, tak elok jika pejabat pemerintah rangkap jabatan.
"Apalagi ini ikut serta dalam proyek pemerintah," kata dia.
Selain itu, materi pelatihan yang ada di aplikasi tersebut juga dinilai terlalu mahal. Misalnya, pelatihan membuat riwayat hidup atau curicullum vitae dibandrol dengan harga Rp200.000.
"Seharusnya, sebagai Staf Khusus Presiden memberi pelatihan gratis kepada masyarakat," ujar dia.
Selain Ruang Guru, Amartha Mikro Fintek (Amartha) juga menjalankan proyek pendanaan mikro bersama Kementerian Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. CEO Amartha Andi Taufan Garuda juga Staf Khusus Presiden Bidang UMKM.
"Sudah pasti ada konflik kepentingan karena digaji oleh uang rakyat untuk kepentingan negara, tetapi masih menjadi direktur utama perusahaan yang tujuannya mencari keuntungan bagi pemegang saham," ujar Indra di Jakarta, Kamis.
Indra menyoroti keikutsertaan Ruang Guru pada program pemerintah yakni kartu pra kerja, yang mana direktur utamanya juga merangkap sebagai Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo, Adamas Syah Belva Devara.
Indra menambahkan tanpa adanya program pemerintah saja, tak elok jika pejabat pemerintah rangkap jabatan.
"Apalagi ini ikut serta dalam proyek pemerintah," kata dia.
Selain itu, materi pelatihan yang ada di aplikasi tersebut juga dinilai terlalu mahal. Misalnya, pelatihan membuat riwayat hidup atau curicullum vitae dibandrol dengan harga Rp200.000.
"Seharusnya, sebagai Staf Khusus Presiden memberi pelatihan gratis kepada masyarakat," ujar dia.
Selain Ruang Guru, Amartha Mikro Fintek (Amartha) juga menjalankan proyek pendanaan mikro bersama Kementerian Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. CEO Amartha Andi Taufan Garuda juga Staf Khusus Presiden Bidang UMKM.
Pewarta : Indriani
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Adu tinju guru dan siswa di Jambi belum tuntas, berujung saling lapor ke polisi
20 January 2026 13:01 WIB
Sejalan dengan progul, Wawako Maigus Nasir nilai PORSEMA II dorong peningkatan kompetensi guru
15 January 2026 14:00 WIB
Prasetyo Hadi ungkap alasan Presiden Prabowo kumpulkan guru besar di Istana
15 January 2026 10:06 WIB
Upacara HGN 2025 di Pesisir Selatan berlangsung khidmat, Wabup Risnaldi tekankan peran strategis guru
26 November 2025 14:25 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Antisipasi pencurian kendaraan bermotor selama Ramadhan, Satreskrim Polres Dharmasraya optimalkan ini
12 February 2026 16:44 WIB