Padang, (ANTARA) - Pelaksana tugas Direktur Jenderal  Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Prof Nizam  menilai perguruan tinggi bisa menjadi museum dan ditinggalkan oleh pembelajarnya jika tidak melakukan perubahan di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

"Selama ini perguruan tinggi dikenal sebagai institusi yang paling sulit berubah, rutinitasnya hanya seputar ruang kelas, pustaka, labor dan dosen, sementara ada banyak sumber pengetahuan lain di luar kelas yang bisa digali," kata dia di Padang, Kamis.

Ia menyampaikan hal itu pada diskusi kelompok terpumpun dengan tema Implementasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka di Universitas Andalas (Unand) Padang.

Menurut dia kalau perguruan tinggi tetap  mempertahankan pembelajaran seperti  yang ada selama ini,  maka lama lama akan ditinggalkan mahasiswa karena mereka  bisa belajar dari sumber pengetahuan yang berkembang pesat dengan menggunakan internet.

"Oleh sebab itu pemerintah menggagas program kampus merdeka agar lahir manusia unggul yang kreatif dan dan berdaya guna serta adaptif terhadap perkembangan yang ada," ujarnya.

Ia menyampaikan tujuan merdeka belajar adalah melepas ruang ruang sempit menuju sumber pembelajaran yang amat luas di luar ruang kelas.

Nizam memaparkan program kampus merdeka mengatur empat aspek yaitu pembukaan  program studi  baru, sistem akreditasi  perguruan tinggi, perguruan tinggi berbadan hukum dan hak belajar tiga  semester di luar  program studi.

Untuk hak belajar di luar program studi perguruan tinggi wajib memberikan hak bagi mahasiswa untuk secara sukarela  mengambil SKS di luar perguruan tinggi sebanyak dua  semester atau setara dengan 40 SKS.

Ia menjelaskan  SKS  diartikan sebagai jam kegiatan, bukan jam belajar yang dapat dilakukan lewat  belajar di kelas, praktik kerja ,  pertukaran pelajar,  proyek di desa, wirausaha, riset, studi  independen, dan kegiatan mengajar di daerah terpencil. 

Semua  jenis kegiatan terpilih harus dibimbing seorang dosen yang ditentukan  oleh perguruan tinggi, kata dia.

Sementara Rektor Unand Padang Prof Yuliandri menyampaikan dalam pelaksanaan program kampus merdeka pihaknya akan  memodifikasi kembali program yang selama ini dilakukan seperti magang dan kuliah kerja nyata di desa.

Untuk 2020 Unand diberi target minimal 1.000 mahasiswa dimagangkan atau pada pendampingan desa dan  ada 12 prodi yang disiapkan untuk itu, kata dia.
 

Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor : Joko Nugroho
Copyright © ANTARA 2026