Anda orang sehat? ini saran Menkes soal pemakaian masker
Senin, 2 Maret 2020 14:53 WIB
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/2/2020). ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga/pri.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto tidak menyarankan orang sehat memakai masker sehingga tak perlu ada aksi borong masker.
Menkes Terawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, menyatakan dirinya tetap pada keputusan WHO bahwa hanya mereka yang sakit saja yang disarankan memakai masker.
“Yang sehat enggak usah, pakai. Percuma juga,” katanya.
Hal itu karena mereka yang sehat masih memiliki akses untuk melakukan kontak dengan tangannya. “Kalau yang sehat pakai (masker) juga percuma. Dia nanti pegang-pegang, tangannya, dan sebagainya. Tetap saja bisa kena,” katanya.
Baca juga: Jakarta bentuk tim tanggap Covid 19 halau corona
Maka ia, justru lebih menyarankan kepada mereka yang sehat untuk menjauhi orang yang sakit agar tidak tertular. Di samping itu juga menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh.
“Daripada itu (pakai masker) mending dia yang menjauhi orang sakit. Yang sakit menutup diri,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat untuk tetap rasional dan tidak paranoid termasuk mereka yang tinggal di Depok, tempat dimana dua WNI terinfeksi Covid-19 tinggal.
Baca juga: Dua WNI terjangkit corona terdeteksi 1 Maret, mengeluh sakit sejak kontak dengan seorang warga Jepang
“Enggak apa-apa, enggak ada masalah. Aku Menkes, aku tahu apa yang perlu dan tidak,” katanya.
Terawan juga mengatakan bahwa Covid-19 merupakan penyakit yang pada dasarnya bisa sembuh sendiri atau sama seperti virus lainnya.
“Juga angka kematian dua persen atau di bawahnya. Tergantung imunitas tubuh. Makanya dari awal saya bilang jaga imunitas tubuh. Dari awal gerakan masyarakat hidup sehat itu terus kita gaungkan,” katanya.*
Baca juga: Ini kronologi dua warga Depok terinfeksi virus corona
Menkes Terawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, menyatakan dirinya tetap pada keputusan WHO bahwa hanya mereka yang sakit saja yang disarankan memakai masker.
“Yang sehat enggak usah, pakai. Percuma juga,” katanya.
Hal itu karena mereka yang sehat masih memiliki akses untuk melakukan kontak dengan tangannya. “Kalau yang sehat pakai (masker) juga percuma. Dia nanti pegang-pegang, tangannya, dan sebagainya. Tetap saja bisa kena,” katanya.
Baca juga: Jakarta bentuk tim tanggap Covid 19 halau corona
Maka ia, justru lebih menyarankan kepada mereka yang sehat untuk menjauhi orang yang sakit agar tidak tertular. Di samping itu juga menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh.
“Daripada itu (pakai masker) mending dia yang menjauhi orang sakit. Yang sakit menutup diri,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat untuk tetap rasional dan tidak paranoid termasuk mereka yang tinggal di Depok, tempat dimana dua WNI terinfeksi Covid-19 tinggal.
Baca juga: Dua WNI terjangkit corona terdeteksi 1 Maret, mengeluh sakit sejak kontak dengan seorang warga Jepang
“Enggak apa-apa, enggak ada masalah. Aku Menkes, aku tahu apa yang perlu dan tidak,” katanya.
Terawan juga mengatakan bahwa Covid-19 merupakan penyakit yang pada dasarnya bisa sembuh sendiri atau sama seperti virus lainnya.
“Juga angka kematian dua persen atau di bawahnya. Tergantung imunitas tubuh. Makanya dari awal saya bilang jaga imunitas tubuh. Dari awal gerakan masyarakat hidup sehat itu terus kita gaungkan,” katanya.*
Baca juga: Ini kronologi dua warga Depok terinfeksi virus corona
Pewarta : Hanni Sofia
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hasil uji klinis Vaksin Nusantara dimuat dalam jurnal internasional, ini harapannya
29 August 2022 6:37 WIB, 2022
Ribka sayangkan dan mempertanyakan pemecatan dr Terawan dari keanggotaan IDI
28 March 2022 6:52 WIB, 2022
Majelis Kehormatan Etik Kedokteran berhentikan dr. Terawan dari keanggotaan IDI
27 March 2022 14:07 WIB, 2022
Selain tenaga medis, pekerja 18-59 tahun dapat prioritas vaksin COVID-19
01 October 2020 9:12 WIB, 2020
Keluarga tenaga kesehatan yang gugur tangani pasien COVID-19 diberi santunan
18 August 2020 13:59 WIB, 2020
Menkeu sebut anggaran penanganan COVID-19 baru sedikit cair karena banyak jalurnya
30 June 2020 15:08 WIB, 2020