Keberangkatan ratusan jamaah Umrah Payakumbuh diundur
Kamis, 27 Februari 2020 18:58 WIB
Plt Kepala Kemenag Kota Payakumbuh Jufrimal. (ANTARA/Akmal Saputra)
Payakumbuh, (ANTARA) - Kemenag Kota Payakumbuh menaksir ada seratusan jamaah umrah asal Kota Payakumbuh, Sumatera Barat yang akan diundur keberangkatannya menyusul penangguhan kedatangan jamaah dari luar Arab Saudi oleh Pemerintah Arab Saudi.
"Informasi yang kita dapatkan itu bahwa ada penangguhan penerbitan visa oleh pemerintah Saudi, artinya jamaah belum dapat diberangkatkan," kata Plt Kepala Kemenag Kota Payakumbuh Jufrimal di Payakumbuh, Kamis.
Setiap Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) harus melakukan penjadwalan ulang keberangkatan. Alasan dari pemerintahan Arab Saudi untuk mengantisipasi masuknya virus corona.
"Kalau data pasti berapa jamaah kita asal Payakumbuh yang berangkat saya tidak tahu pasti. Kurang lebih ada 100-an yang berangkat," ujarnya.
Sedangkan untuk jumlah travel resmi yang ada di Payakumbuh ada tiga travel. Namun juga ada jamaah yang berangkat dengan travel lainnya.
Untuk itu, Jufrimal mengimbau agar jamaah yang sebelumnya sudah dijadwalkan berangkat agar dapat bersabar dan menunggu sampai jadwal pasti nantinya.
"Ini keputusan langsung dari pihak Arab Saudi, mohon bersabar. Kabarnya keberangkatan akan ditahan keberangkatannya sampai beberapa hari ke depan," sebutnya.
Sedangkan untuk jamaah haji, Jufrimal menyebutkan penangguhan ini belum berdampak untuk penundaan. Karena keberangkatan jamaah haji masih berlangsung beberapa bulan ke depan.
"Kalau kita masuk kloter delapan yang berangkat pada Juni, InsyaAllah tidak ada berdampak atau terganggu. Mudah-mudahan bisa diselesaikan secepatnya," ujarnya.
Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menangguhkan sementara pelayanan umrah bagi warga dari luar kerajaan dalam upaya mencegah penyebaran virus corona baru. Informasi tersebut berdasarkan siaran pers dari Kementerian Haji Arab Saudi yang diterima Antara, Kamis (27/02). (*)
"Informasi yang kita dapatkan itu bahwa ada penangguhan penerbitan visa oleh pemerintah Saudi, artinya jamaah belum dapat diberangkatkan," kata Plt Kepala Kemenag Kota Payakumbuh Jufrimal di Payakumbuh, Kamis.
Setiap Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) harus melakukan penjadwalan ulang keberangkatan. Alasan dari pemerintahan Arab Saudi untuk mengantisipasi masuknya virus corona.
"Kalau data pasti berapa jamaah kita asal Payakumbuh yang berangkat saya tidak tahu pasti. Kurang lebih ada 100-an yang berangkat," ujarnya.
Sedangkan untuk jumlah travel resmi yang ada di Payakumbuh ada tiga travel. Namun juga ada jamaah yang berangkat dengan travel lainnya.
Untuk itu, Jufrimal mengimbau agar jamaah yang sebelumnya sudah dijadwalkan berangkat agar dapat bersabar dan menunggu sampai jadwal pasti nantinya.
"Ini keputusan langsung dari pihak Arab Saudi, mohon bersabar. Kabarnya keberangkatan akan ditahan keberangkatannya sampai beberapa hari ke depan," sebutnya.
Sedangkan untuk jamaah haji, Jufrimal menyebutkan penangguhan ini belum berdampak untuk penundaan. Karena keberangkatan jamaah haji masih berlangsung beberapa bulan ke depan.
"Kalau kita masuk kloter delapan yang berangkat pada Juni, InsyaAllah tidak ada berdampak atau terganggu. Mudah-mudahan bisa diselesaikan secepatnya," ujarnya.
Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menangguhkan sementara pelayanan umrah bagi warga dari luar kerajaan dalam upaya mencegah penyebaran virus corona baru. Informasi tersebut berdasarkan siaran pers dari Kementerian Haji Arab Saudi yang diterima Antara, Kamis (27/02). (*)
Pewarta : Akmal Saputra
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mijoo Lovelyz dan Jessi hentikan semua kegiatan usai dinyatakan positif COVID-19
24 February 2022 6:14 WIB, 2022
BPOM terbitkan izin penggunaan darurat vaksin Sinopharm untuk penguat
02 February 2022 10:38 WIB, 2022
Kemenkes sebut booster tingkatkan titer antibodi lawan infeksi COVID-19
16 January 2022 13:17 WIB, 2022
Dolar berakhir sedikit melemah dalam perdagangan liburan yang tenang
30 December 2021 6:47 WIB, 2021
Empat strategi pemerintah untuk atasi penularan SARS-CoV-2 varian Omicron
27 December 2021 9:01 WIB, 2021