Sumbar luncurkan bajojo.id untuk kembangkan UMKM
Jumat, 31 Januari 2020 19:58 WIB
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Ketua Umum Forum UMKM Sumbar Nevi Zuairina, Kepala Dinas Koperasi Sumbar Zirma Yusri dan pembuat aplikasi meluncurkan bajojo.id sebagai wadah bagi UMKM memasarkan produk secara online atau daring. (ANTARA/Miko Elfisha)
Padang, (ANTARA) - Dinas Koperasi Sumatera Barat meluncurkan aplikasi bajojo.id sebagai wadah bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah untuk menjual produk secara online atau daring.
"Dengan aplikasi ini pasar UMKM Sumbar bisa lebih luas, menjangkau antar provinsi bahkan mungkin menjangkau perantau di luar negeri," kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit di Padang, Jumat.
Ia mengatakan jumlah UMKM di daerah itu, terutama usaha mikro sangat banyak mencapai 593 ribu unit. Sementara usaha kecil dan menengah masih sangat sedikit.
"Hampir 90 persen usaha yang ada di Sumbar berbasis usaha mikro dan kecil. Usaha semacam ini butuh dukungan permodalan juga akses pasar," ujarnya.
Nasrul menyebut aplikasi bajojo.id bukan untuk bersaing dengan e-commerce yang sudah lebih dahulu hadir dan besar di Indonesia. Semangatnya adalah membesarkan UMKM di daerah.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi Sumbar, Zirma Yusri mengatakan ide untuk membuat aplikasi tersebut muncul dalam diskusi bersama Ketua Umum Forum UMKM Sumbar, Nevi Zuairina yang memiliki keinginan kuat untuk mengembangkan UMKM di daerah itu.
"Ide itu dikembangkan dan kebetulan ada yang bisa membuat aplikasinya, jadi langsung kita kerjakan," kata Zirma.
Saat ini baru sekitar seratusan UMKM yang telah bergabung dalam aplikasi bajojo.id. Namun ke depan diharapkan ribuan usaha lain bisa bergabung.
"Kami juga akan bekerja sama dengan Biro Administrasi Pembangunan dan Kerjasama Rantau untuk menjangkau para perantau kita agar menggunakan aplikasi ini guna mendukung perekonomian masyarakat di kampung," ujarnya.
Pelaku UMKM yang ingin mendaftarkan diri untuk bisa bergabung dalam aplikasi ini bisa mendaftar di Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM atau yang biasa dikenal dengan PLUT-KUMKM. (*)
"Dengan aplikasi ini pasar UMKM Sumbar bisa lebih luas, menjangkau antar provinsi bahkan mungkin menjangkau perantau di luar negeri," kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit di Padang, Jumat.
Ia mengatakan jumlah UMKM di daerah itu, terutama usaha mikro sangat banyak mencapai 593 ribu unit. Sementara usaha kecil dan menengah masih sangat sedikit.
"Hampir 90 persen usaha yang ada di Sumbar berbasis usaha mikro dan kecil. Usaha semacam ini butuh dukungan permodalan juga akses pasar," ujarnya.
Nasrul menyebut aplikasi bajojo.id bukan untuk bersaing dengan e-commerce yang sudah lebih dahulu hadir dan besar di Indonesia. Semangatnya adalah membesarkan UMKM di daerah.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi Sumbar, Zirma Yusri mengatakan ide untuk membuat aplikasi tersebut muncul dalam diskusi bersama Ketua Umum Forum UMKM Sumbar, Nevi Zuairina yang memiliki keinginan kuat untuk mengembangkan UMKM di daerah itu.
"Ide itu dikembangkan dan kebetulan ada yang bisa membuat aplikasinya, jadi langsung kita kerjakan," kata Zirma.
Saat ini baru sekitar seratusan UMKM yang telah bergabung dalam aplikasi bajojo.id. Namun ke depan diharapkan ribuan usaha lain bisa bergabung.
"Kami juga akan bekerja sama dengan Biro Administrasi Pembangunan dan Kerjasama Rantau untuk menjangkau para perantau kita agar menggunakan aplikasi ini guna mendukung perekonomian masyarakat di kampung," ujarnya.
Pelaku UMKM yang ingin mendaftarkan diri untuk bisa bergabung dalam aplikasi ini bisa mendaftar di Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM atau yang biasa dikenal dengan PLUT-KUMKM. (*)
Pewarta : Miko Elfisha
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wako Fadly Amran : Rakornas FKUB strategis untuk perkuat sinergi dan harmonisasi dalam kemajemukan
04 February 2026 19:18 WIB
Di Indonesia-Afrika CEO Forum, Wapres Gibran umumkan kebijakan bebas visa untuk Afsel
22 November 2025 4:42 WIB
Wako Fadly Amran diskusi rencana induk smart city dengan tim percepatan pembangunan dan media
29 October 2025 13:29 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB