Harapan kesepakatan perdagangan AS-China angkat harga minyak
Jumat, 13 Desember 2019 6:21 WIB
Ilustrasi: Anjungan minyak lepas pantai di Huntington Beach, California, Amerika Serikat (REUTERS/Lucy Nicholson) (Reuters)
New York, (ANTARA) - Harga minyak naik hampir satu persen pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), di tengah harapan bahwa Amerika Serikat (AS) dan China akan mencapai kesepakatan tentang sengketa perdagangan yang telah meningkatkan kekhawatiran tentang permintaan global untuk minyak mentah.
Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari, bertambah 0,48 dolar AS menjadi ditutup pada 64,20 dolar AS per barel. Sementara itu, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 0,42 dolar AS menjadi berakhir di 59,18 dolar AS per barel.
Trump mencuit pada Kamis (12/12/2019) bahwa Amerika Serikat sangat dekat dengan masalah besar dengan China di tengah laporan bahwa negara itu sedang mempertimbangkan penundaan atau kemungkinan pembatalan tarif yang dijadwalkan berlaku pada 15 Desember.
Sementara harga-harga menerima dorongan baru segera setelah cuitan Trump tersebut, kontrak berjangka sedikit berkurang selama sesi ini.
"Sulit untuk menarik kesimpulan tegas dari yang terbaru," kata Wakil Presiden Riset Pasar Tradition Energy Gene McGillian di Stamford, Connecticut. "Tampaknya sudah dekat, tapi kita semua sudah menunggu kesepakatan ini terjadi."
Kemudian pada Kamis (12/12/2019), sebuah sumber yang menjelaskan tentang pembicaraan antara kedua negara mengatakan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan perdagangan "fase-satu" secara prinsip dengan China, dan menambahkan bahwa pernyataan dari Gedung Putih diperkirakan akan segera.
Trump dijadwalkan untuk berdiskusi dengan penasihat perdagangan utamanya pada pukul 14.30 waktu setempat (1930 GMT) pada Kamis (12/12/2019). Menjelang pertemuan, Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mengatakan kepada para senator bahwa pengumuman mungkin "segera" tentang tarif AS, Senator Republik John Cornyn mengatakan kepada wartawan.
Prospek permintaan minyak telah diselimuti oleh ketegangan perdagangan AS dan China dan ketidakpastian mengenai apakah putaran baru tarif AS untuk barang-barang China akan mulai berlaku.
Kementerian perdagangan China mengatakan Beijing dan Washington dalam komunikasi yang erat, menolak mengomentari kemungkinan langkah pembalasan jika Trump mengenakan tarif tambahan.
Harga minyak telah menguat setelah OPEC dan produsen lain termasuk Rusia pekan lalu sepakat untuk mengekang produksi dengan tambahan 500.000 barel per hari pada kuartal pertama 2020.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak itu mengatakan pekan ini bahwa mereka sekarang memperkirakan defisit pasar minyak kecil di tahun depan, menunjukkan pasar lebih ketat daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Sebaliknya, Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan kenaikan tajam dalam persediaan global meskipun ada perjanjian OPEC, mencatat ekspektasi untuk produksi yang lebih rendah oleh Amerika Serikat dan negara-negara non-OPEC lainnya.
Harga minyak juga didukung oleh Federal Reserve (Fed) AS yang mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah pada pertemuan Rabu (11/12/2019).
Bank Sentral Eropa juga mempertahankan kebijakan moneter ultra-mudah tidak berubah pada Kamis (12/12/2019), namun menjaga pintu terbuka untuk stimulus lebih lanjut.
"Sementara harga minyak cenderung mendapat manfaat lebih tinggi dari Fed yang dovish, dolar AS yang lebih lemah, IEA menegaskan kembali bahwa meskipun ada pengurangan produksi minyak yang lebih dalam, pasar minyak kemungkinan kelebihan pasokan di paruh pertama 2020," kata Analis Minyak UBS Giovanni Staunovo. (*)
Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari, bertambah 0,48 dolar AS menjadi ditutup pada 64,20 dolar AS per barel. Sementara itu, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 0,42 dolar AS menjadi berakhir di 59,18 dolar AS per barel.
Trump mencuit pada Kamis (12/12/2019) bahwa Amerika Serikat sangat dekat dengan masalah besar dengan China di tengah laporan bahwa negara itu sedang mempertimbangkan penundaan atau kemungkinan pembatalan tarif yang dijadwalkan berlaku pada 15 Desember.
Sementara harga-harga menerima dorongan baru segera setelah cuitan Trump tersebut, kontrak berjangka sedikit berkurang selama sesi ini.
"Sulit untuk menarik kesimpulan tegas dari yang terbaru," kata Wakil Presiden Riset Pasar Tradition Energy Gene McGillian di Stamford, Connecticut. "Tampaknya sudah dekat, tapi kita semua sudah menunggu kesepakatan ini terjadi."
Kemudian pada Kamis (12/12/2019), sebuah sumber yang menjelaskan tentang pembicaraan antara kedua negara mengatakan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan perdagangan "fase-satu" secara prinsip dengan China, dan menambahkan bahwa pernyataan dari Gedung Putih diperkirakan akan segera.
Trump dijadwalkan untuk berdiskusi dengan penasihat perdagangan utamanya pada pukul 14.30 waktu setempat (1930 GMT) pada Kamis (12/12/2019). Menjelang pertemuan, Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mengatakan kepada para senator bahwa pengumuman mungkin "segera" tentang tarif AS, Senator Republik John Cornyn mengatakan kepada wartawan.
Prospek permintaan minyak telah diselimuti oleh ketegangan perdagangan AS dan China dan ketidakpastian mengenai apakah putaran baru tarif AS untuk barang-barang China akan mulai berlaku.
Kementerian perdagangan China mengatakan Beijing dan Washington dalam komunikasi yang erat, menolak mengomentari kemungkinan langkah pembalasan jika Trump mengenakan tarif tambahan.
Harga minyak telah menguat setelah OPEC dan produsen lain termasuk Rusia pekan lalu sepakat untuk mengekang produksi dengan tambahan 500.000 barel per hari pada kuartal pertama 2020.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak itu mengatakan pekan ini bahwa mereka sekarang memperkirakan defisit pasar minyak kecil di tahun depan, menunjukkan pasar lebih ketat daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Sebaliknya, Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan kenaikan tajam dalam persediaan global meskipun ada perjanjian OPEC, mencatat ekspektasi untuk produksi yang lebih rendah oleh Amerika Serikat dan negara-negara non-OPEC lainnya.
Harga minyak juga didukung oleh Federal Reserve (Fed) AS yang mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah pada pertemuan Rabu (11/12/2019).
Bank Sentral Eropa juga mempertahankan kebijakan moneter ultra-mudah tidak berubah pada Kamis (12/12/2019), namun menjaga pintu terbuka untuk stimulus lebih lanjut.
"Sementara harga minyak cenderung mendapat manfaat lebih tinggi dari Fed yang dovish, dolar AS yang lebih lemah, IEA menegaskan kembali bahwa meskipun ada pengurangan produksi minyak yang lebih dalam, pasar minyak kemungkinan kelebihan pasokan di paruh pertama 2020," kata Analis Minyak UBS Giovanni Staunovo. (*)
Pewarta : Apep Suhendar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinas Pertanian Serahkan 300 Liter Minyak Goreng untuk Bantuan Tanggap Darurat di Pesisir Selatan
04 December 2025 14:11 WIB
Mentan: Beras dan minyak dikirim bantu korban banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar
29 November 2025 6:14 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB