Padang (ANTARA) -
Pemerintah Kota  (Pemko) Padang Sumatera Barat akan menggelar perayaan Hari Bela Negara yang ke-71 dengan melakukan beberapa kegiatan yang dimulai pada 16 sampai 20 Desember 2019. 
 
Kepala Kantor Kesbangpol Kota Padang, Imral Fauzi di Padang, Rabu mengatakan tujuan perayaan tersebut untuk meningkatkan rasa cinta tanah air, semangat kebangsaan dan patriotisme.
 
Ia mengatakan pelaksanaan kegiatan perayaan Hari Bela Negara juga berdasarkan surat keputusan dari kementerian dalam negeri yakni masing-masing kota dan kabupaten diminta untuk melaksanakan kegiatan Hari Bela Negara yang ke-71. 
 
Ia juga menyebutkan ada tiga kegiatan yang akan digelar pada saat perayaan Hari Bela Negara yakni tapak tilas, upacara dan kegiatan seminar. 
 
"Kegiatan tapak tilas yakni menapaktilasi perjuangan pahlawan sebelumnya, dimulai pada 16 sampai 18 Desember 2019 yang terdiri dari 300 orang peserta dari kota Padang," kata dia. 
 
Ia juga menjelaskan kegiatan tersebut akan dimulai dari parkir timur GOR Haji Agus Salim yang dilepas oleh wali kota Padang dan langsung ke Limapuluh Kota.
 
Menurutnya Limapuluh Kota merupakan lokasi yang tepat untuk mengadakan kegiatan tapak tilas karena di sana terdapat monumen PDRI di Koto Tinggi. 
 
Kemudian kegiatan tersebut akan dilanjutkan ke Solok Selatan tepatnya di Bidar Alam karena di sana terdapat tugu perjuangan PDRI, pemancar radio yang digunakan dalam sejarah PDRI. 
 
"Kembali lagi ke Padang pada 18 Desember 2019," ujar dia. 
 
Ia juga menerangkan pada 19 Desember akan dilaksanakan upacara Hari Bela Negara.
 
"Sebelumnya pihak panitia meminta sebagai pembina upacara dari Kemenhan, namun sampai saat ini belum ada tanggapan dari kementerian," kata dia. 
 
Ia berharap saat pelaksanaan upacara GOR haji Agus Salim dipenuhi oleh peserta. 
 
Kegiatan selanjutnya seminar yang akan diadakan pada 20 Desember 2019 dan sebagai pembicara dari kementerian pertahanan, gubernur, sejarawan Unand, dan ketua forum bela negara Sumbar yang akan diadakan di kampus STKIP.
 
"Kegiatan tersebut melibatkan juga melibatkan beberapa pihak termasuk  Korem," kata dia.

Pewarta : Laila Syafarud
Editor : Joko Nugroho
Copyright © ANTARA 2024