BMKG: kabut asap diperkirakan makin menipis dalam dua hari
Selasa, 15 Oktober 2019 20:27 WIB
Petugas Stasiun GAW Bukit Kototabang memantau perkembangan hotspot di wilayah Sumatera, (Antara/Ira Febrianti)
Bukittinggi (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang, Sumatera Barat memperkirakan kabut asap yang menyelimuti daerah itu akan makin menipis dalam dua hari ke depan.
"Perkiraan dalam dua hari ini makin tipis karena ada potensi hujan di Sumbar dan di daerah yang terpantau terdapat titik panas," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun GAW Bukit Kototabang Manat Panggabean di Bukit Kototabang, Selasa.
Hal tersebut, ujarnya juga akan membantu menurunkan konsentrasi polusi partikulat di udara.
Pada Selasa(15/10) konsentrasi partikulat (pm10) yang terukur di Stasiun GAW Bukit Kototabang mencapai titik tertinggi pukul 10.00 WIB dengan konsentrasi 164 µgram/m3 atau di level tidak sehat.
"Stasiun ini berlokasi jauh di ketinggian dan jauh dari aktivitas warga. Jadi jika daerah perkotaan, konsentrasi partikulat bisa lebih tinggi dari di sini," jelasnya.
Kabut asap yang menyelimuti wilayah Sumbar berasal dari Jambi dan Sumatera Selatan yang merupakan daerah terpantau banyak terdapat titik panas.
Kondisi paling pekat berada di wilayah Selatan Sumbar yaitu di Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan dan daerah lainnya.
Masyarakat diimbau agar tetap mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker jika beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi dampak dari udara yang kurang baik.
Jika terjadi hujan warga diimbau menghindari kontak langsung karena keasaman air hujan akibat kandungan polutan di Udara.
"Perkiraan dalam dua hari ini makin tipis karena ada potensi hujan di Sumbar dan di daerah yang terpantau terdapat titik panas," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun GAW Bukit Kototabang Manat Panggabean di Bukit Kototabang, Selasa.
Hal tersebut, ujarnya juga akan membantu menurunkan konsentrasi polusi partikulat di udara.
Pada Selasa(15/10) konsentrasi partikulat (pm10) yang terukur di Stasiun GAW Bukit Kototabang mencapai titik tertinggi pukul 10.00 WIB dengan konsentrasi 164 µgram/m3 atau di level tidak sehat.
"Stasiun ini berlokasi jauh di ketinggian dan jauh dari aktivitas warga. Jadi jika daerah perkotaan, konsentrasi partikulat bisa lebih tinggi dari di sini," jelasnya.
Kabut asap yang menyelimuti wilayah Sumbar berasal dari Jambi dan Sumatera Selatan yang merupakan daerah terpantau banyak terdapat titik panas.
Kondisi paling pekat berada di wilayah Selatan Sumbar yaitu di Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan dan daerah lainnya.
Masyarakat diimbau agar tetap mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker jika beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi dampak dari udara yang kurang baik.
Jika terjadi hujan warga diimbau menghindari kontak langsung karena keasaman air hujan akibat kandungan polutan di Udara.
Pewarta : Ira Febrianti
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Belasan rumah warga Agam terendam banjir akibat curah hujan tinggi (Video)
12 February 2026 4:32 WIB
Mahasiswa KKN Kebencanaan Unand edukasi sikat gigi dan cuci tangan pada anak TK Koto Tuo
04 February 2026 10:31 WIB
Pemkot Padang bangun 10 unit hunian tetap bagi penyintas banjir di Kapalo Koto
29 January 2026 16:22 WIB
Update korban kecelakaan beruntun di Panyalaian, lima tewas dan tiga luka-luka
26 January 2026 18:50 WIB
Wako Fadly Amran serahkan kunci 11 unit Hunsela bagi warga terdampak bencana di Kapalo Koto
26 January 2026 14:57 WIB
BPBD Agam pantau hulu sungai mengalir ke Danau Maninjau rawan banjir bandang
10 January 2026 9:17 WIB