Sumbar akan bentuk Tim Perluasan Digitalisasi Ekonomi Daerah
Jumat, 27 September 2019 17:22 WIB
diseminasi Laporan Perekonomian Sumatera Barat triwulan II 2019 serta sosialisasi Tim Perluasan Digitalisasi Ekonomi Daerah di Padang, Jumat (27/9) (Antara/Ikhwan Wahyudi)
Padang, (ANTARA) - Pemerintah provinsi Sumatera Barat akan segera membentuk Tim Perluasan Digitalisasi Ekonomi Daerah untuk mewujudkan efisiensi, dan transparansi tata kelola keuangan pemerintah daerah serta memperluas cakupan transaksi nontunai.
"Elektronifikasi transaksi pemerintah merupakan salah satu upaya mendukung visi sistem pembayaran Indonesia 2025 dan mengurangi korupsi," kata Kepala BI perwakilan Sumbar Wahyu Purnama di Padang, Jumat.
Ia menyampaikan itu pada diseminasi Laporan Perekonomian Sumatera Barat triwulan II 2019 serta sosialisasi Tim Perluasan Digitalisasi Ekonomi Daerah dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno serta bupati dan wali kota.
Menurut Wahyu tujuan dari Tim Perluasan Digitalisasi Ekonomi Daerah sebagai forum koordinasi di tingkat provinsi dalam rangka akselerasi dan perluasan elektronifikasi transaksi pemerintah.
"Diharapkan semua kabupaten/kota nanti akan menggunakan barcode dalam memungut berbagai retribusi, parkir, pajak dan lainnya sehingga pendapatan daerah naik," kata dia.
Ia mengatakan dengan sistem QRIS (QR Code Indonesia Standard) mencegah kebocoran pendapatan daerah dan masyarakat akan terdidik untuk menggunakan transaksi nontunai.
Tim Perluasan Digitalisasi Ekonomi Daerah untuk provinsi terdiri atas gubernur selaku ketua, Kepala BI provinsi wakil ketua, kepala biro ekonomi sebagai sekretaris dan anggota perangkat daerah terkait hingga instansi vertikal.
"Efektifnya pembentukan tim bisa dimulai pada November 2019 namun juga tergantung kesiapan bank daerah untuk menjalankan sistem ini," ujarnya.
Ia menyampaikan karena ini adalah aplikasi infrastrukturnya dipersiapkan oleh bank daerah.
Sementara Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyambut baik Tim Perluasan Ekonomi Daerah sehingga transaksi nontunai kian meningkat di lingkungan pemerintah provinsi dan daerah.
"Ada banyak keuntungan penggunaan sistem nontunai, misalnya gaji langsung masuk ke rekening dan tanpa potongan, selain itu juga dapat mencegah kebocoran," kata dia.
"Elektronifikasi transaksi pemerintah merupakan salah satu upaya mendukung visi sistem pembayaran Indonesia 2025 dan mengurangi korupsi," kata Kepala BI perwakilan Sumbar Wahyu Purnama di Padang, Jumat.
Ia menyampaikan itu pada diseminasi Laporan Perekonomian Sumatera Barat triwulan II 2019 serta sosialisasi Tim Perluasan Digitalisasi Ekonomi Daerah dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno serta bupati dan wali kota.
Menurut Wahyu tujuan dari Tim Perluasan Digitalisasi Ekonomi Daerah sebagai forum koordinasi di tingkat provinsi dalam rangka akselerasi dan perluasan elektronifikasi transaksi pemerintah.
"Diharapkan semua kabupaten/kota nanti akan menggunakan barcode dalam memungut berbagai retribusi, parkir, pajak dan lainnya sehingga pendapatan daerah naik," kata dia.
Ia mengatakan dengan sistem QRIS (QR Code Indonesia Standard) mencegah kebocoran pendapatan daerah dan masyarakat akan terdidik untuk menggunakan transaksi nontunai.
Tim Perluasan Digitalisasi Ekonomi Daerah untuk provinsi terdiri atas gubernur selaku ketua, Kepala BI provinsi wakil ketua, kepala biro ekonomi sebagai sekretaris dan anggota perangkat daerah terkait hingga instansi vertikal.
"Efektifnya pembentukan tim bisa dimulai pada November 2019 namun juga tergantung kesiapan bank daerah untuk menjalankan sistem ini," ujarnya.
Ia menyampaikan karena ini adalah aplikasi infrastrukturnya dipersiapkan oleh bank daerah.
Sementara Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyambut baik Tim Perluasan Ekonomi Daerah sehingga transaksi nontunai kian meningkat di lingkungan pemerintah provinsi dan daerah.
"Ada banyak keuntungan penggunaan sistem nontunai, misalnya gaji langsung masuk ke rekening dan tanpa potongan, selain itu juga dapat mencegah kebocoran," kata dia.
Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Malut United jamu Persijap Jumat (13/2/2026) dan pengaruhnya ke posisi Semen Padang FC
13 February 2026 17:36 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB