Nilai tukar Rupiah diperkirakan masih melemah pasca aksi demo
Rabu, 25 September 2019 11:15 WIB
Lembaran mata uang rupiah dan dolar AS. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari) (Antaranews.com) (Antaranews.com/)
Jakarta, (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa diperkirakan masih melanjutkan pelemahan pasca aksi demo besar-besaran mahasiswa Selasa (24/9) lalu.
"Aksi demo ini membuat sentimen negatif di pasar baik indeks maupun rupiah mengalami tekanan pelemahan," kata Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Rabu.
Tuntutan mahasiswa dalam aksi demo yang dilakukan di beberapa daerah kemarin termasuk di Jakarta akhirnya didengar. Pemerintah dan DPR memutuskan menunda pengesahan sejumlah rancangan undang-undang (RUU) dan akan meninjau kembali pasal-pasal yang bermasalah dan menyosialisasikan kepada masyarakat.
Ada empat RUU yang menjadi tuntutan yaitu RUU Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP), RUU Pemasyarakatan, RUU Pertanahan, dan RUU Minerba dan beberapa RUU lain yang sebenarnya sudah disahkan yaitu RUU KPK, RUU Sumber daya air, RUU MD3, dan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.
Namun terjadi aksi kekerasan depan Gedung DPR kemarin yang memicu pembakaran sejumlah fasilitas publik.
Dari eksternal, Pimpinan Partai Demokrat di Kongres AS Nancy Pelosi mengumumkan isyarat kemungkinan pemakzulan (impeachment) terhadap Presiden Trump terkait penyalahgunaan dana sebesar 400 juta dolar AS yang semestinya untuk membantu Ukraina namun digunakan untuk menjelek-jelekan lawan politiknya Joe Biden yang kemungkinan maju melawan Trump dalam Pemilihan Presiden November 2020 nanti.
Ketidakpastian politik tersebut menjadi sentimen negatif, ditambah beberapa data ekonomi AS seperti keyakinan konsumen juga turun dan harga rumah yang disurvei untuk 20 kota hanya naik 2 persen pada Juli, yang terendah sejak tujuh tahun terakhir, dan dibawah ekspektasi konsensus 2,2 persen.
"Ditambah lagi, pernyataan Trump yang tidak menginginkan bad deals dari kesepakatan dagang AS-China yang mestinya akan diselesaikan pada akhir bulan ini," kata Lana.
Lana memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak melemah di kisaran Rp14.120 per dolar AS hingga Rp14.150 per dolar AS.
Pada pukul 10.26 WIB, rupiah masih melemah 21 poin atau 0,15 persen menjadi Rp14.135 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.114 per dolar AS.
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.134 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.099 per dolar AS. (*)
"Aksi demo ini membuat sentimen negatif di pasar baik indeks maupun rupiah mengalami tekanan pelemahan," kata Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Rabu.
Tuntutan mahasiswa dalam aksi demo yang dilakukan di beberapa daerah kemarin termasuk di Jakarta akhirnya didengar. Pemerintah dan DPR memutuskan menunda pengesahan sejumlah rancangan undang-undang (RUU) dan akan meninjau kembali pasal-pasal yang bermasalah dan menyosialisasikan kepada masyarakat.
Ada empat RUU yang menjadi tuntutan yaitu RUU Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP), RUU Pemasyarakatan, RUU Pertanahan, dan RUU Minerba dan beberapa RUU lain yang sebenarnya sudah disahkan yaitu RUU KPK, RUU Sumber daya air, RUU MD3, dan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.
Namun terjadi aksi kekerasan depan Gedung DPR kemarin yang memicu pembakaran sejumlah fasilitas publik.
Dari eksternal, Pimpinan Partai Demokrat di Kongres AS Nancy Pelosi mengumumkan isyarat kemungkinan pemakzulan (impeachment) terhadap Presiden Trump terkait penyalahgunaan dana sebesar 400 juta dolar AS yang semestinya untuk membantu Ukraina namun digunakan untuk menjelek-jelekan lawan politiknya Joe Biden yang kemungkinan maju melawan Trump dalam Pemilihan Presiden November 2020 nanti.
Ketidakpastian politik tersebut menjadi sentimen negatif, ditambah beberapa data ekonomi AS seperti keyakinan konsumen juga turun dan harga rumah yang disurvei untuk 20 kota hanya naik 2 persen pada Juli, yang terendah sejak tujuh tahun terakhir, dan dibawah ekspektasi konsensus 2,2 persen.
"Ditambah lagi, pernyataan Trump yang tidak menginginkan bad deals dari kesepakatan dagang AS-China yang mestinya akan diselesaikan pada akhir bulan ini," kata Lana.
Lana memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak melemah di kisaran Rp14.120 per dolar AS hingga Rp14.150 per dolar AS.
Pada pukul 10.26 WIB, rupiah masih melemah 21 poin atau 0,15 persen menjadi Rp14.135 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.114 per dolar AS.
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.134 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.099 per dolar AS. (*)
Pewarta : Citro Atmoko
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kantor Pertahan Pasaman gelar persiapan pembaruan peta zona nilai tanah 2026
10 February 2026 19:22 WIB
DPRD Agam nilai pengadaan mobil dinas kepala daerah tak pas kondisi bencana
04 February 2026 18:00 WIB
Wawako Sawahlunto dorong penguatan pendidikan Al-Quran berbasis pemahaman nilai
30 January 2026 8:52 WIB
Masyarakat nilai pelayanan pertanahan Kementerian ATR/BPN semakin cepat dan informatif
22 January 2026 13:22 WIB
Sejalan dengan progul, Wawako Maigus Nasir nilai PORSEMA II dorong peningkatan kompetensi guru
15 January 2026 14:00 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB