Hati-hati, jual beli daring permudah peredaran obat ilegal
Senin, 16 September 2019 17:45 WIB
Kepala BPOM Penny K. Lukito (tiga dari kanan) memberikan paparan terkait peredaran obat dan makanan ilegal, Senin (16/9/2019). ANTARA/Muhammad Zulfikar
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menyebut e-commerce atau jual beli dalam jaringan (daring) mempermudah peredaran jual beli obat dan makanan ilegal kepada masyarakat.
"Tantangan semakin banyak, salah satunya e-commerce, ini yang menjual produk secara bebas," kata Kepala BPOM Penny K. Lukito di Jakarta, Senin.
Jual beli produk dalam jaringan merupakan salah satu fokus tantangan lembaga tersebut untuk mengawasi peredaran obat ilegal.
Ia mengatakan keberadaan e-commerce tidak hanya berdampak positif bagi ekonomi digital, namun masyarakat secara bebas bisa memperoleh produk-produk secara mudah meskipun belum teruji kualitasnya.
Biasanya, kata dia, masyarakat, khususnya konsumen, lebih mudah terpengaruh untuk membeli produk-produk yang dijual murah melalui e-commerce, tanpa memikirkan efek samping.
Selain itu, kata dia, daerah-daerah di perbatasan juga menjadi tantangan BPOM untuk mengantisipasi peredaran obat dan makanan ilegal.
"Kemudian di era industri 4.0 juga menjadi tantangan BPOM bagaimana mendorong UMKM dalam negeri untuk mandiri dan berdaya saing," katanya.
Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf mengatakan masyarakat berhak mendapatkan obat dan makanan dengan catatan pemerintah harus memiliki proteksi dini dalam mengawasinya sebelum dikonsumsi.
"BPOM merupakan sebuah lembaga satu-satunya badan di negara ini yang bertugas sebagai benteng masyarakat mengawasi sekitar 500 triliun industri makanan, minuman, obat, dan kosmetik," katanya.
Ia menyebut 70 triliun di antaranya merupakan industri obat, 100 triliun industri kosmetik, dan sekitar 300 hingga 400 triliun industri makanan dan minuman.
Tingginya angka tersebut, kata dia, merupakan tanggung jawab pemerintah, khususya BPOM, dalam memberikan jaminan kepada masyarakat.
"Salah satu penyebab penyakit masyarakat bahwa sebagian besar karena produk makanan," kata dia.
Berdasarkan data yang dimilikinya, 10 macam penyakit ditangani BPJS Kesehatan di antaranya stroke, jantung, kanker, gagal ginjal, dan diabetes karena gaya hidup tidak sehat, terutama konsumsi makanan dan minuman.
"Tantangan semakin banyak, salah satunya e-commerce, ini yang menjual produk secara bebas," kata Kepala BPOM Penny K. Lukito di Jakarta, Senin.
Jual beli produk dalam jaringan merupakan salah satu fokus tantangan lembaga tersebut untuk mengawasi peredaran obat ilegal.
Ia mengatakan keberadaan e-commerce tidak hanya berdampak positif bagi ekonomi digital, namun masyarakat secara bebas bisa memperoleh produk-produk secara mudah meskipun belum teruji kualitasnya.
Biasanya, kata dia, masyarakat, khususnya konsumen, lebih mudah terpengaruh untuk membeli produk-produk yang dijual murah melalui e-commerce, tanpa memikirkan efek samping.
Selain itu, kata dia, daerah-daerah di perbatasan juga menjadi tantangan BPOM untuk mengantisipasi peredaran obat dan makanan ilegal.
"Kemudian di era industri 4.0 juga menjadi tantangan BPOM bagaimana mendorong UMKM dalam negeri untuk mandiri dan berdaya saing," katanya.
Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf mengatakan masyarakat berhak mendapatkan obat dan makanan dengan catatan pemerintah harus memiliki proteksi dini dalam mengawasinya sebelum dikonsumsi.
"BPOM merupakan sebuah lembaga satu-satunya badan di negara ini yang bertugas sebagai benteng masyarakat mengawasi sekitar 500 triliun industri makanan, minuman, obat, dan kosmetik," katanya.
Ia menyebut 70 triliun di antaranya merupakan industri obat, 100 triliun industri kosmetik, dan sekitar 300 hingga 400 triliun industri makanan dan minuman.
Tingginya angka tersebut, kata dia, merupakan tanggung jawab pemerintah, khususya BPOM, dalam memberikan jaminan kepada masyarakat.
"Salah satu penyebab penyakit masyarakat bahwa sebagian besar karena produk makanan," kata dia.
Berdasarkan data yang dimilikinya, 10 macam penyakit ditangani BPJS Kesehatan di antaranya stroke, jantung, kanker, gagal ginjal, dan diabetes karena gaya hidup tidak sehat, terutama konsumsi makanan dan minuman.
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Legislator minta masyarakat waspada obat dan kosmetik tawarkan efek instan
16 October 2025 19:27 WIB
BPJS Kesehatan Cabang Solok pastikan FKRTL penuhi kebutuhan obat peserta JKN
22 September 2025 18:36 WIB
Legislator minta masyarakat teliti konsumsi obat antisipasi produk ilegal
11 September 2025 13:39 WIB