Gedung Sekolah Dasar di Dharmasraya terbakar, dua unit mobil Damkar dikerahkan padamkan api
Selasa, 10 September 2019 17:16 WIB
Proses pemadaman oleh petugas Damkar di Sekolah Dasar (SD) Negeri 13 Pulau Punjung, Nagari IV Koto Pulau Punjung, Kecamatan Pulau Punjung, Selasa (10/9). (ANTARASUMBAR/Ilka Jensen)
Pulau Punjung, (ANTARA) - Dua ruangan kelas Sekolah Dasar (SD) Negeri 13 Pulau Punjung, Nagari IV Koto Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) terbakar pada Selasa sekitar pukul 15.30 WIB.
Kapolres Dharmasraya AKBP Imran Amir melalui Kapolsek Pulau Punjung Iptu Helmi di Pulau Punjung mengatakan dua ruangan yang terbakar itu di antaranya ruang kepala sekolah dan ruang tata usaha (TU) atau ruangan majelis guru.
"Pas diketahui masyarakat api sudah besar, dan kami juga melihat kepulan asap dari kejauhan saat sedang melakukan patroli," katanya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun dua ruangan rusak setelah terbakar dipastikan tidak dapat digunakan untuk sementara waktu.
"Saat terjadinya kebakaran tidak ada murid dan guru dalam ruangan tersebut, karena murid dan majelis guru sudah pulang," katanya.
Ia menambahkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun untuk sementara diduga akibat korsleting arus pendek.
"Penyebab masih dalam penyelidikan dengan meminta keterangan ke pihak sekolah dan masyarakat sekitar," ujarnya.
Sementara Wali Nagari IV Koto Pulau Punjung, Kecamatan Pulau Punjung, David Iskan menambahkan kebakaran diketahui masyarakat saat api sudah besar, langsung dipadamkan dengan alat seadanya dan menelepon pemadam kebakaran.
Pantauan di lapangan dua unit mobil pemadam kebakaran milik Damkar dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Masyarakat dan murid juga mengevakuasi meja belajar dan buku ke tempat yang lebih aman karena api takut menjalar.
Ratusan masyarakat juga terlihat melihat secara langsung proses pemadaman. Sampai berita ini diturunkan proses pemadaman masih berlangsung. (*)
Kapolres Dharmasraya AKBP Imran Amir melalui Kapolsek Pulau Punjung Iptu Helmi di Pulau Punjung mengatakan dua ruangan yang terbakar itu di antaranya ruang kepala sekolah dan ruang tata usaha (TU) atau ruangan majelis guru.
"Pas diketahui masyarakat api sudah besar, dan kami juga melihat kepulan asap dari kejauhan saat sedang melakukan patroli," katanya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun dua ruangan rusak setelah terbakar dipastikan tidak dapat digunakan untuk sementara waktu.
"Saat terjadinya kebakaran tidak ada murid dan guru dalam ruangan tersebut, karena murid dan majelis guru sudah pulang," katanya.
Ia menambahkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun untuk sementara diduga akibat korsleting arus pendek.
"Penyebab masih dalam penyelidikan dengan meminta keterangan ke pihak sekolah dan masyarakat sekitar," ujarnya.
Sementara Wali Nagari IV Koto Pulau Punjung, Kecamatan Pulau Punjung, David Iskan menambahkan kebakaran diketahui masyarakat saat api sudah besar, langsung dipadamkan dengan alat seadanya dan menelepon pemadam kebakaran.
Pantauan di lapangan dua unit mobil pemadam kebakaran milik Damkar dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Masyarakat dan murid juga mengevakuasi meja belajar dan buku ke tempat yang lebih aman karena api takut menjalar.
Ratusan masyarakat juga terlihat melihat secara langsung proses pemadaman. Sampai berita ini diturunkan proses pemadaman masih berlangsung. (*)
Pewarta : Ilka Jensen
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wawako Solok buka pelatihan dasar CPNS Kota Solok tahun 2026 sebanyak 111 orang
05 February 2026 19:35 WIB
Sawahlunto terapkan "Survival Budget" untuk jaga layanan dasar di APBD 2026
29 November 2025 14:31 WIB
Klasemen Super League: Borneo FC sempurna di posisi puncak, Semen Padang di terpuruk di dasar
21 October 2025 10:38 WIB
Asisten II Setdaprov Sumbar, Adib Alfikri ingatkan ASN hendaknya paham pengetahuan dasar PBJ
22 September 2025 21:10 WIB