Pembubaran TKN, Jokowi: terima kasih
Jumat, 26 Juli 2019 21:21 WIB
Presiden terpilih Joko Widodo pada acara pembubaran Tim Kampanye Nasional (TKN) di sebuah restoran di Menteng, Jakarta, Jumat (26/7/2019). (TKN)
Jakarta (ANTARA) - Presiden terpilih Joko Widodo mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi kepada jajaran Tim Kampanye Nasional (TKN) yang telah bekerja keras mengantarkan pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin memenangkan pemilu presiden 2019.
Mantan Wakil Ketua TKN Moeldoko mengatakan hal itu, usai pembubaran TKN di sebuah restoran di Menteng, Jakarta, Jumat malam.
"Intinya itu saja, ucapan terima kasih dan apresiasi dari Pak Jokowi, pada acara pembubaran TKN. Tidak ada pembicaran lainnya," kata Moeldoko.
Kepala Staf Presiden (KSP) ini menegaskan, TKN berbeda dengan Koalisi Indonesia Kerja (KIK), yakni koalisi partai-partai politik pendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf. "Meskipun TKN sudah dibubarkan, tapi TKN tetap ada. TKN akan terus mengawal, Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf," katanya.
Menurut Moeldoko, KIK terus solid mengawal Joko Widodo-Ma'ruf Amin, selama lima tahun ke depan. "Solid kan. Gue udah bilang, super solid bukan hanya solid," katanya.
Ketika ditanya, apakah ada penambahan partai baru dalam KIK, Moeldoko mengatakan, hal itu belum dibicarakan. "Pertemuan antara Pak Jokowi dan ketua umum partai-partai anggota koalisi saja belum. Nanti tunggulah, kalo udah ada pertemuan," katanya.
Apakah KIK yang saat ini beranggota lima partai yang akan berada di parlemen dan lima partai politik lainnya di luar parlemen sudah cukup kuat? "Kalau memang masih diperkuat lagi, kenapa enggak. Tapi intinya, dengan yang ada saat ini sudah sangat solid," katanya.
Mantan Wakil Ketua TKN Moeldoko mengatakan hal itu, usai pembubaran TKN di sebuah restoran di Menteng, Jakarta, Jumat malam.
"Intinya itu saja, ucapan terima kasih dan apresiasi dari Pak Jokowi, pada acara pembubaran TKN. Tidak ada pembicaran lainnya," kata Moeldoko.
Kepala Staf Presiden (KSP) ini menegaskan, TKN berbeda dengan Koalisi Indonesia Kerja (KIK), yakni koalisi partai-partai politik pendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf. "Meskipun TKN sudah dibubarkan, tapi TKN tetap ada. TKN akan terus mengawal, Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf," katanya.
Menurut Moeldoko, KIK terus solid mengawal Joko Widodo-Ma'ruf Amin, selama lima tahun ke depan. "Solid kan. Gue udah bilang, super solid bukan hanya solid," katanya.
Ketika ditanya, apakah ada penambahan partai baru dalam KIK, Moeldoko mengatakan, hal itu belum dibicarakan. "Pertemuan antara Pak Jokowi dan ketua umum partai-partai anggota koalisi saja belum. Nanti tunggulah, kalo udah ada pertemuan," katanya.
Apakah KIK yang saat ini beranggota lima partai yang akan berada di parlemen dan lima partai politik lainnya di luar parlemen sudah cukup kuat? "Kalau memang masih diperkuat lagi, kenapa enggak. Tapi intinya, dengan yang ada saat ini sudah sangat solid," katanya.
Pewarta : Riza Harahap
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Fans Inter Milan dilarang hadiri tiga laga tandang imbas lemparan penonton
05 February 2026 10:40 WIB
Gubernur Sumbar dan pelatih legendaris Suhatman Imam hadiri kick off "Bola Gembira" Piala Dunia
01 February 2026 11:22 WIB
Wali Kota Solok Hadiri Rakor Kepala Daerah se-Sumbar Bahas Penanganan Pasca Bencana
31 January 2026 18:15 WIB
Wawako Solok hadiri Ground Breaking rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana
31 January 2026 17:49 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Antisipasi pencurian kendaraan bermotor selama Ramadhan, Satreskrim Polres Dharmasraya optimalkan ini
12 February 2026 16:44 WIB
Polres-Pemkab Pasaman Barat tingkatkan penyuluhan cegah kekerasan perempuan dan anak
11 February 2026 19:49 WIB