Setelah OPEC pangkas perkiraan permintaan, harga minyak turun
Jumat, 12 Juli 2019 6:53 WIB
Ilustrasi harga minyak turun. (ANTARANEWS/Ardika)
New York, (ANTARA) - Harga minyak lebih rendah pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas perkiraan permintaan minyak mentah untuk tahun depan.
Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus turun 0,23 dolar AS menjadi 60,20 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman September turun 0,49 dolar AS menjadi ditutup pada 66,52 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
Permintaan minyak mentah OPEC diperkirakan rata-rata 29,3 juta barel per hari (bph) pada 2020, turun sekitar 1,3 juta barel per hari dari 2019, kata kartel minyak dalam sebuah laporan bulanan yang dirilis pada Kamis (11/7/2019).
Laporan tersebut mengutip tren kenaikan produksi di luar grup yang menunjukkan surplus pasokan mungkin kembali meskipun ada pakta yang dipimpin OPEC untuk mengekang pasokan minyak mentah ke pasar.
Sebelumnya di sesi itu, harga minyak telah naik karena perusahaan-perusahaan minyak besar mulai menghentikan fasilitas produksi di Teluk Meksiko menjelang datangnya badai.
Potensi badai di Teluk Meksiko telah meningkat menjadi badai tropis Barry, yang dapat menguat kekuatannya pada akhir pekan, kata Pusat Badai Nasional AS.
Pada Kamis (11/7/2019), sekitar 53 persen produksi minyak di Teluk Meksiko dan hampir 45 persen produksi gas alam ditutup sebagai tindakan pencegahan, ungkap Biro Keselamatan dan Penegakan Lingkungan AS. (*)
Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus turun 0,23 dolar AS menjadi 60,20 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman September turun 0,49 dolar AS menjadi ditutup pada 66,52 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
Permintaan minyak mentah OPEC diperkirakan rata-rata 29,3 juta barel per hari (bph) pada 2020, turun sekitar 1,3 juta barel per hari dari 2019, kata kartel minyak dalam sebuah laporan bulanan yang dirilis pada Kamis (11/7/2019).
Laporan tersebut mengutip tren kenaikan produksi di luar grup yang menunjukkan surplus pasokan mungkin kembali meskipun ada pakta yang dipimpin OPEC untuk mengekang pasokan minyak mentah ke pasar.
Sebelumnya di sesi itu, harga minyak telah naik karena perusahaan-perusahaan minyak besar mulai menghentikan fasilitas produksi di Teluk Meksiko menjelang datangnya badai.
Potensi badai di Teluk Meksiko telah meningkat menjadi badai tropis Barry, yang dapat menguat kekuatannya pada akhir pekan, kata Pusat Badai Nasional AS.
Pada Kamis (11/7/2019), sekitar 53 persen produksi minyak di Teluk Meksiko dan hampir 45 persen produksi gas alam ditutup sebagai tindakan pencegahan, ungkap Biro Keselamatan dan Penegakan Lingkungan AS. (*)
Pewarta : Apep Suhendar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinas Pertanian Serahkan 300 Liter Minyak Goreng untuk Bantuan Tanggap Darurat di Pesisir Selatan
04 December 2025 14:11 WIB
Mentan: Beras dan minyak dikirim bantu korban banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar
29 November 2025 6:14 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB