TMC dan bom air tak atasi masalah karhutla
Selasa, 9 Juli 2019 20:17 WIB
Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo memeriksa peralatan seusai memimpin upacara gerakan pencegahan Karhutla di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (9/7). (Foto ANTARA News Sumsel/Yudi Abdullah/19)
Palembang (ANTARA) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo menyatakan penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dan bom air tidak mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan pada setiap musim kemarau.
"Lahan gambut ada yang dalamnya hingga 36 meter, jika sampai terbakar tidak mungkin bisa dipadamkan dengan mengupayakan hujan buatan menggunakan TMC dan pengebomam air melalui udara," kata Kepala BNPB seusai memimpin upacara gerakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Selasa.
Hujan buatan yang durasinya sebentar dan bom air yang volumenya sekitar lima ton tidak bisa melakukan pemadaman kawasan hutan dan lahan gambut secara maksimal.
"Pemadaman Karhutla terutama pada lahan gambut dengan TMC dan bom air hanya pada bagian atas, sementara yang terbakar pada bagian dalamnya yang mencapai puluhan meter tidak tersentuh air dari kegiatan pemadaman itu," ujarnya.
Melihat kondisi sulitnya melakukan pemadaman jika terjadi Karhutla, pihaknya mengajak Satgas Penanggulangan Karhutla Sumsel dan daerah lainnya untuk memaksimalkan gerakan pencegahan.
Satuan tugas Karhutla akan didorong memaksimalkan gerakan pencegahan menghadapi musim kemarau 2019 ini.
"Mari bersama-sama melakukan gerakan pencegahan dan menjaga alam dari kebakaran hutan dan lahan. Kita jaga alam maka alam akan menjaga kita," ujarnya.
Jika pada suatu daerah terjadi kebakaran hutan dan lahan menghabiskan energi untuk memadamkannya karena melakukan kegiatan pemadaman lebih berat dari mencegah.
Selain menghabiskan energi, jika terjadi kebakaran hutan dan lahan menimbulkan dampak kerugian yang cukup besar tidak hanya bagi masyarakat di sekitar lokasi kebakaran tetapi juga masyarakat provinsi terdekat bahkan ke negara tetangga.
Kerugian yang diakibatkan dari Karhutla berupa ekonomi mencapai triliunan rupiah, bidang kesehatan bisa menimbulkan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (Ispa), gangguan keselamatan pelayaran dan penerbangan, serta menimbulkan kerusakan flora dan fauna, kata Doni Monardo.
"Lahan gambut ada yang dalamnya hingga 36 meter, jika sampai terbakar tidak mungkin bisa dipadamkan dengan mengupayakan hujan buatan menggunakan TMC dan pengebomam air melalui udara," kata Kepala BNPB seusai memimpin upacara gerakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Selasa.
Hujan buatan yang durasinya sebentar dan bom air yang volumenya sekitar lima ton tidak bisa melakukan pemadaman kawasan hutan dan lahan gambut secara maksimal.
"Pemadaman Karhutla terutama pada lahan gambut dengan TMC dan bom air hanya pada bagian atas, sementara yang terbakar pada bagian dalamnya yang mencapai puluhan meter tidak tersentuh air dari kegiatan pemadaman itu," ujarnya.
Melihat kondisi sulitnya melakukan pemadaman jika terjadi Karhutla, pihaknya mengajak Satgas Penanggulangan Karhutla Sumsel dan daerah lainnya untuk memaksimalkan gerakan pencegahan.
Satuan tugas Karhutla akan didorong memaksimalkan gerakan pencegahan menghadapi musim kemarau 2019 ini.
"Mari bersama-sama melakukan gerakan pencegahan dan menjaga alam dari kebakaran hutan dan lahan. Kita jaga alam maka alam akan menjaga kita," ujarnya.
Jika pada suatu daerah terjadi kebakaran hutan dan lahan menghabiskan energi untuk memadamkannya karena melakukan kegiatan pemadaman lebih berat dari mencegah.
Selain menghabiskan energi, jika terjadi kebakaran hutan dan lahan menimbulkan dampak kerugian yang cukup besar tidak hanya bagi masyarakat di sekitar lokasi kebakaran tetapi juga masyarakat provinsi terdekat bahkan ke negara tetangga.
Kerugian yang diakibatkan dari Karhutla berupa ekonomi mencapai triliunan rupiah, bidang kesehatan bisa menimbulkan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (Ispa), gangguan keselamatan pelayaran dan penerbangan, serta menimbulkan kerusakan flora dan fauna, kata Doni Monardo.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PLN ULP Sitiung lakukan penyalaan pelanggan TM 240.000 VA untuk PT Bukit Raya Mudisa
20 November 2025 19:41 WIB
Manfaatkan momentum HPN, PLN Padang sambung listrik TM daya 555.000 VA
18 September 2024 19:18 WIB, 2024
Kejati pastikan barang bukti narkoba di Sumbar tak terkait kasus TM
22 November 2022 16:23 WIB, 2022
40 masjid akan dikunjungi tm Safari Ramadhan Pemkab Agam dengan tetap terapkan protokol kesehatan
15 April 2021 15:38 WIB, 2021
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Sumbar butuh skuadron SAR sebagai mitigasi bencana, legislator Sumbar paparkan alasannya
25 February 2026 20:56 WIB
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB