Perangi teroris jadi dasar bangun kerja sama Indo-Pasifik
Senin, 8 Juli 2019 13:57 WIB
Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu membuka kegiatan IIDSS 2019, di Jakarta, Senin, (08/07/2019). (Boyke Ledy Watra)
Jakarta, (ANTARA) - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengajak negara-negara yang berada di Asean dan sebagian Asia menjadikan kesamaan karakteristik musuh, yakni terorisme sebagai peluang membangun kerja sama yang erat di kawasan Indo-Pasifik.
"Marilah kita bersama-sama mengatasi ancaman ini dan menjadikan ancaman bersama ini untuk membangun kerja sama kawasan demi membentuk peradaban dunia yang kuat," kata Menhan Ryamizard Ryacudu saat kegiatan IIDSS 2019 di Jakarta, Senin.
Karakteristik terorisme di negara-negara Indo-Pasifik menurut dia memiliki kesamaan, berawal dari konflik domestik di Suriah dan meluas menjadi organisasi terorisme Negara Islam Irak Suriah.
Ancaman teror tersebut meluas ke negara-negara Asean dan beberapa negara Asia dengan berbagai macam nama, seperti Daulah Islamiah.
Keberadaan terorisme ini tentu sangat mengganggu dinamika keamanan negara-negara terdampak, oleh karena itulah kerjasama menciptakan rasa aman dan menangkal ancaman di kawasan Indo-Pasifik menurut dia sudah menjadi keharusan yang tidak dapat ditunda.
Apalagi saat ini Indo-Pasifik begitu diperhitungkan dunia karena 40 persen perekonomian global atau 5,8 triliun dolar AS bergulir di kawasan itu.
"Saya sangat optimis harapan dan peluang (kerja sama) akan sangat besar daripada tantangan dan ancamannya," ujar Menhan Ryamizard. (*)
"Marilah kita bersama-sama mengatasi ancaman ini dan menjadikan ancaman bersama ini untuk membangun kerja sama kawasan demi membentuk peradaban dunia yang kuat," kata Menhan Ryamizard Ryacudu saat kegiatan IIDSS 2019 di Jakarta, Senin.
Karakteristik terorisme di negara-negara Indo-Pasifik menurut dia memiliki kesamaan, berawal dari konflik domestik di Suriah dan meluas menjadi organisasi terorisme Negara Islam Irak Suriah.
Ancaman teror tersebut meluas ke negara-negara Asean dan beberapa negara Asia dengan berbagai macam nama, seperti Daulah Islamiah.
Keberadaan terorisme ini tentu sangat mengganggu dinamika keamanan negara-negara terdampak, oleh karena itulah kerjasama menciptakan rasa aman dan menangkal ancaman di kawasan Indo-Pasifik menurut dia sudah menjadi keharusan yang tidak dapat ditunda.
Apalagi saat ini Indo-Pasifik begitu diperhitungkan dunia karena 40 persen perekonomian global atau 5,8 triliun dolar AS bergulir di kawasan itu.
"Saya sangat optimis harapan dan peluang (kerja sama) akan sangat besar daripada tantangan dan ancamannya," ujar Menhan Ryamizard. (*)
Pewarta : Boyke Ledy Watra
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menhan Ryamizard Ryacudu dinobatkan jadi anak adat Tabi Jayapura, Papua
10 October 2019 13:38 WIB, 2019
Menhan Ryamizard: Papua bagian integral Indonesia, final tak perlu diperdebatkan lagi
10 October 2019 12:04 WIB, 2019
Menhan bertemu tokoh adat Papua dan Papua Barat, ini yang didiskusikan
10 October 2019 11:27 WIB, 2019
Waspadai peningkatan aktivitas terorisme di Filipina, Ryamizard: inisiatif harus diambil
08 July 2019 12:56 WIB, 2019
Menhan prihatin prajurit TNI terpapar radikalime, Ryamizard: jumlahnya kurang lebih tiga persen
19 June 2019 13:00 WIB, 2019
Kivlan Zen minta perlindungan pada "jabatan" Wiranto dan Ryamizard bukan pada pribadinya
14 June 2019 20:19 WIB, 2019
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Polres-Pemkab Pasaman Barat tingkatkan penyuluhan cegah kekerasan perempuan dan anak
11 February 2026 19:49 WIB