Lagarde bakal menjadi wanita pertama yang memimpin Bank Sentral Eropa
Rabu, 3 Juli 2019 7:54 WIB
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde mengatakan pada Selasa (2/7/2019) bahwa ia merasa terhormat telah dinominasikan sebagai presiden Bank Sentral Eropa (ECB). (Foto: Reuters)
Washington (ANTARA) - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde mengatakan pada Selasa (2/7) bahwa ia merasa terhormat telah dinominasikan sebagai presiden Bank Sentral Eropa (ECB) dan telah memutuskan untuk sementara waktu mundur dari Kepemimpinan IMF selama periode pencalonan.
"Saya merasa terhormat telah dinominasikan untuk Kepresidenan Bank Sentral Eropa," kata Lagarde dalam sebuah pernyataan. "Mengingat hal ini, dan berkonsultasi dengan Komite Etika Dewan Eksekutif IMF, saya telah memutuskan untuk sementara waktu melepaskan tanggung jawab saya sebagai Direktur Pelaksana IMF selama periode pencalonan."
Lagarde, berkebangsaan Prancis, akan menjadi wanita pertama yang memimpin ECB. Dia akan menggantikan Mario Draghi, yang masa jabatannya delapan tahun berakhir pada 31 Oktober.
Nominasi Lagarde adalah bagian dari perjanjian para pemimpin Uni Eropa (UE) tentang kepemimpinan masa depan lembaga-lembaga Uni Eropa, yang juga termasuk mengusulkan Ursula von der Leyen, menteri pertahanan wanita Jerman, untuk menjadi Presiden Komisi Eropa berikutnya.
"Christine Lagarde, dengan latar belakang internasionalnya dan berdiri sebagai direktur pelaksana Dana Moneter Internasional saat ini, akan menjadi presiden Bank Sentral Eropa yang sempurna," kata Presiden Dewan Eropa Donald Tusk dalam konferensi pers.
Pada 5 Juli 2011, Lagarde menjadi direktur pelaksana IMF ke-11, dan wanita pertama yang memegang posisi itu. Dia terpilih untuk masa jabatan lima tahun kedua sebagai direktur pelaksana IMF, yang dimulai pada 5 Juli 2016. Sebelum bergabung dengan IMF, Lagarde menjabat sebagai menteri keuangan Prancis dari 2007 hingga 2011.
"Saya merasa terhormat telah dinominasikan untuk Kepresidenan Bank Sentral Eropa," kata Lagarde dalam sebuah pernyataan. "Mengingat hal ini, dan berkonsultasi dengan Komite Etika Dewan Eksekutif IMF, saya telah memutuskan untuk sementara waktu melepaskan tanggung jawab saya sebagai Direktur Pelaksana IMF selama periode pencalonan."
Lagarde, berkebangsaan Prancis, akan menjadi wanita pertama yang memimpin ECB. Dia akan menggantikan Mario Draghi, yang masa jabatannya delapan tahun berakhir pada 31 Oktober.
Nominasi Lagarde adalah bagian dari perjanjian para pemimpin Uni Eropa (UE) tentang kepemimpinan masa depan lembaga-lembaga Uni Eropa, yang juga termasuk mengusulkan Ursula von der Leyen, menteri pertahanan wanita Jerman, untuk menjadi Presiden Komisi Eropa berikutnya.
"Christine Lagarde, dengan latar belakang internasionalnya dan berdiri sebagai direktur pelaksana Dana Moneter Internasional saat ini, akan menjadi presiden Bank Sentral Eropa yang sempurna," kata Presiden Dewan Eropa Donald Tusk dalam konferensi pers.
Pada 5 Juli 2011, Lagarde menjadi direktur pelaksana IMF ke-11, dan wanita pertama yang memegang posisi itu. Dia terpilih untuk masa jabatan lima tahun kedua sebagai direktur pelaksana IMF, yang dimulai pada 5 Juli 2016. Sebelum bergabung dengan IMF, Lagarde menjabat sebagai menteri keuangan Prancis dari 2007 hingga 2011.
Pewarta : Apep Suhendar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
IMF nilai ekspansi global melemah dengan proyeksi pertumbuhan lebih rendah
22 January 2019 7:19 WIB, 2019
Christine Lagarde desak tindakan bersama kurangi hambatan perdagangan
29 November 2018 10:06 WIB, 2018
Ketua IMF desak negara-negara di dunia selesaikan sengketa perdagangan
02 October 2018 9:32 WIB, 2018
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Sabtu (28/03/2026), harga emas UBS, Antam, Galeri24 di Pegadaian kompak turun
28 March 2026 8:01 WIB
Emas Antam Jumat (27/03/2026) anjlok Rp40.000 ke angka Rp2,810 juta per gram
27 March 2026 10:03 WIB
Emas Pegadaian Kamis (26/03/2026) naik, UBS Rp2,862 juta/gr dan Galeri24 Rp2,849 juta/gr
26 March 2026 8:06 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Rabu (25/03/2026) pagi ini kompak turun
25 March 2026 8:37 WIB