Mantan Kapolri mencoblos di TPS "horor"
Rabu, 17 April 2019 13:01 WIB
Mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Da'i Bachtiar berpose usai memberikan suara di Lebak Bulus, Jakarta, Rabu (17/4/2019). (ANTARA News/Prisca Triferna) (Prisca Triferna)
Jakarta, (ANTARA) - Mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi (Purn) Da'i Bachtiar mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) bertemakan "horor" di kawasan Gunung Balong Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.
Berdasarkan pantauan ANTARA di Jakarta, Rabu, Da'i bersama istrinya mendatangi TPS untuk menggunakan hak pilihnya.
Pada kesempatan itu, jenderal polisi purnawirawan bintang empat itu mengharapkan seluruh pihak menghormati hasil pilihan rakyat melalui Pemilu 2019 yang digelar saat ini.
"Siapapun yang terpilih, rakyat sudah mulai menetapkan pilihannya. Itulah cara kita memilih pemimpin, harus kita terus jaga, kita pertahankan. Kalau tidak cocok, misalnya, ya lima tahun lagi," kata Da'i.
Mantan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia itu juga menyampaikan apresiasinya atas kelancaran hari pemungutan suara dan harapannya untuk hari penting yang berlangsung lima tahun sekali ini berakhir dengan damai.
"Sebelum saya kemari, monitor di media situasi tampaknya aman, lancar. Inshaallah, sampai pada akhir semua berjalan lancar. Dan yang lebih penting, apapun hasilnya jangan dibawa pada persoalan-persoalan yang akan mengganggu keamanan yang kita capai," ujarnya.
Selesai mencoblos surat suara, Da'i didampingi istrinya juga sempat berpose dengan panitia yang menggunakan kostum hantu.
Da'i Bachtiar pernah menjabat sebagai Kapolri dalam periode November 2001 hingga Juli 2005. Dia juga pernah bertugas sebagai duta besar Indonesia untuk Malaysia pada April 2008 hingga September 2012. (*)
Berdasarkan pantauan ANTARA di Jakarta, Rabu, Da'i bersama istrinya mendatangi TPS untuk menggunakan hak pilihnya.
Pada kesempatan itu, jenderal polisi purnawirawan bintang empat itu mengharapkan seluruh pihak menghormati hasil pilihan rakyat melalui Pemilu 2019 yang digelar saat ini.
"Siapapun yang terpilih, rakyat sudah mulai menetapkan pilihannya. Itulah cara kita memilih pemimpin, harus kita terus jaga, kita pertahankan. Kalau tidak cocok, misalnya, ya lima tahun lagi," kata Da'i.
Mantan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia itu juga menyampaikan apresiasinya atas kelancaran hari pemungutan suara dan harapannya untuk hari penting yang berlangsung lima tahun sekali ini berakhir dengan damai.
"Sebelum saya kemari, monitor di media situasi tampaknya aman, lancar. Inshaallah, sampai pada akhir semua berjalan lancar. Dan yang lebih penting, apapun hasilnya jangan dibawa pada persoalan-persoalan yang akan mengganggu keamanan yang kita capai," ujarnya.
Selesai mencoblos surat suara, Da'i didampingi istrinya juga sempat berpose dengan panitia yang menggunakan kostum hantu.
Da'i Bachtiar pernah menjabat sebagai Kapolri dalam periode November 2001 hingga Juli 2005. Dia juga pernah bertugas sebagai duta besar Indonesia untuk Malaysia pada April 2008 hingga September 2012. (*)
Pewarta : Prisca Triferna, Taufik Ridwan
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ini alasan Fajar Nugrosangkat mitos Rabu Wekasan di film horor "Inang"
15 September 2022 6:53 WIB, 2022
MAXstream Telkomsel Rilis Serial Horor Orisinal Terbaru Berjudul "Dibalik Lubang Kunci"
11 November 2020 20:03 WIB, 2020
Penyanyi Minang Ratu Sikumbang main film horor Roh Mati Paksa Cinta Berujung Maut
14 March 2020 22:16 WIB, 2020
Film horor "Mangkujiwo" suguhkan kepiawaian pantomim seniman Septian Dwi Cahyo
25 January 2020 10:16 WIB, 2020
Kimo Stamboel nilai film horor Indonesia bisa bersaing di internasional
04 September 2019 6:10 WIB, 2019